Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Jangan Simpan Pisau Cukur di Kamar Mandi, Ini Alasannya!

Jangan Simpan Pisau Cukur di Kamar Mandi, Ini Alasannya!
ilustrasi pumic stone dan alat cukur (pexels.com/castorlystock)
Share Article

Menyimpan pisau cukur di kamar mandi mungkin terasa lebih praktis, terutama jika kamu terbiasa mencukur saat mandi. Area shower pun sering menjadi tempat penyimpanan yang paling mudah dijangkau. Padahal, kebiasaan ini dapat memengaruhi kualitas mata pisau dan kesehatan kulit.

Lingkungan kamar mandi yang hangat dan lembap membuat mata pisau lebih cepat rusak. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko mata pisau menjadi tumpul, berkarat, hingga memicu pertumbuhan bakteri. Lantas, mengapa pisau cukur sebaiknya tidak disimpan di kamar mandi? Simak penjelasannya berikut ini.

1. Mata pisau menjadi lebih cepat tumpul

ilustrasi mencukur bulu kaki (pexels.com/sorashimazaki)
ilustrasi mencukur bulu kaki (pexels.com/sorashimazaki)

Kelembapan yang tinggi di kamar mandi dapat mempercepat proses oksidasi pada mata pisau. Akibatnya, ketajaman mata pisau lebih cepat berkurang dibandingkan jika disimpan di tempat yang kering. Kondisi ini membuat pisau cukur tidak lagi bekerja secara optimal saat digunakan.

Mata pisau yang tumpul juga membuat kulit menerima lebih banyak gesekan selama proses bercukur. Hal tersebut dapat meningkatkan risiko munculnya luka kecil, kemerahan, hingga sensasi terbakar pada kulit setelah bercukur. Tak hanya itu, rambut juga lebih berisiko tumbuh ke dalam atau ingrown hair.

"Banyak orang meremehkan dampak mata pisau yang tumpul karena pisau yang tidak lagi tajam akan menyeret kulit alih-alih meluncur dengan halus di atasnya. Tarikan tersebut menyebabkan trauma mikro pada kulit yang kemudian memicu luka kecil, sensasi terbakar setelah bercukur (razor burn), dan rambut yang tumbuh ke dalam (ingrown hair)," ujar Dr. Geeta Yadav, dokter spesialis kulit bersertifikat dan pendiri FACET Dermatology, dikutip dari Real Simple.

2. Meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri dan jamur

ilustrasi perempuan bercukur (pexels.com/karolinagrabowska)
ilustrasi perempuan bercukur (pexels.com/karolinagrabowska)

Kamar mandi merupakan salah satu ruangan dengan tingkat kelembapan paling tinggi di dalam rumah. Kondisi yang hangat dan lembap tersebut menjadi lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan bakteri maupun jamur. Pisau cukur yang diletakkan di area shower pun akan terus-menerus terpapar percikan air dan udara yang lembap.

Air yang menempel pada permukaan logam dapat memicu terbentuknya biofilm, yakni lapisan lengket yang terdiri atas berbagai mikroorganisme. Lapisan ini tidak selalu hilang hanya dengan membilas pisau cukur menggunakan air. Ketika digunakan kembali, bakteri yang menempel berpotensi meningkatkan risiko iritasi dan infeksi ringan pada kulit.

"Kemudian kamu menggesekkan mata pisau tersebut ke kulit yang sering kali menimbulkan lecet-lecet kecil selama proses mencukur. Kombinasi inilah yang menyebabkan seseorang dapat mengalami folikulitis atau benjolan-benjolan kecil akibat infeksi," ujar Dr. Geeta Yadav.

3. Pisau cukur lebih mudah berkarat

ilustrasi perempuan bercukur (pexels.com/karolinagrabowska)
ilustrasi perempuan bercukur (pexels.com/karolinagrabowska)

Pisau cukur yang terbuat dari logam rentan mengalami korosi apabila terlalu lama berada di lingkungan yang lembap. Karat yang muncul dapat membuat mata pisau menjadi tidak rata dan lebih cepat tumpul. Kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko iritasi serta membuat proses bercukur terasa kurang nyaman.

"Kamar mandi merupakan salah satu area yang paling lembap di dalam rumah. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko munculnya karat pada mata pisau sehingga kualitasnya menurun dan pengalaman bercukur menjadi kurang nyaman." ujar Dr. Lindsey Zubritsky, dokter spesialis kulit bersertifikat di Mississippi, dikutip dari The Guardian.

Saat mata pisau mulai berkarat, kamu mungkin akan merasakan sensasi seperti kulit tertarik ketika bercukur. Jika dibiarkan, hal tersebut dapat menyebabkan luka kecil dan iritasi pada kulit. Karena itu, segera ganti mata pisau apabila muncul tanda-tanda karat atau sudah tidak lagi terasa nyaman saat digunakan.

4. Tempat penyimpanannya ternyata lebih penting daripada yang kamu kira

ilustrasi pumic stone dan alat cukur (pexels.com/castorlystock)
ilustrasi pumic stone dan alat cukur (pexels.com/castorlystock)

Tempat terbaik untuk menyimpan pisau cukur adalah area yang kering dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Kamu dapat meletakkannya di dalam laci atau lemari di dekat kamar mandi agar tetap mudah dijangkau. Kebiasaan ini dapat membantu menjaga kualitas mata pisau lebih lama.

Jika terpaksa menyimpannya di area shower, pastikan mata pisau tidak terendam air setelah digunakan. Gunakan gantungan atau tempat penyimpanan yang memungkinkan kepala pisau menghadap ke bawah agar lebih cepat kering. Selain itu, jangan lupa untuk selalu membilas dan mengganti mata pisau secara rutin.

"Jika area shower memang menjadi satu-satunya pilihan, tujuan utamanya adalah menjaga agar mata pisau tidak terendam air dan dapat mengering dengan baik. Karena itu, tempat penyimpanan magnetik atau gantungan yang membuat kepala pisau menghadap ke bawah jauh lebih baik dibandingkan meletakkannya di tepi bak mandi," ujar Dr. Geeta Yadav.

Menyimpan pisau cukur di tempat yang kering dapat membantu menjaga kualitas mata pisau sekaligus mengurangi risiko iritasi kulit. Jadi, jangan lupa memperhatikan tempat penyimpanannya agar tetap aman dan nyaman digunakan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More