Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kebun Obat Mini di Teras: 6 Tanaman yang Bisa Dipanen

4 min read
Kebun Obat Mini di Teras: 6 Tanaman yang Bisa Dipanen
ilustrasi jahe (pexels.com/Alesia Kozik)
  • Enam tanaman untuk kebun obat mini di teras adalah jahe, kunyit, serai, kencur, mint, dan lidah buaya; semuanya dapat ditanam dalam pot dan dipanen sesuai kebutuhan.
  • Perawatan perlu disesuaikan tiap tanaman, terutama kebutuhan cahaya, kelembapan media, drainase, serta ruang tumbuh; jahe, kunyit, dan kencur berkembang melalui rimpang.
  • Tanaman rumahan dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan atau minuman sesuai penggunaan lazim, tetapi keluhan kesehatan serius tetap memerlukan saran tenaga medis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Punya halaman kecil bukan berarti kamu gak bisa punya kebun tanaman obat sendiri. Bahkan beberapa jenis tanaman yang biasa digunakan sebagai bumbu atau bahan minuman bisa ditanam di pot dan diletakkan di teras. Selain membuat rumah terasa lebih hijau, kamu juga bisa menikmati sensasi memetik tanaman sendiri saat membutuhkannya.

Menanam tanaman obat juga gak harus dimulai dari proyek besar. Kamu bisa memilih jenis yang relatif mudah tumbuh, menyiapkan beberapa pot, lalu menyesuaikan perawatannya berdasarkan kebutuhan masing-masing tanaman. Kalau tertarik membuat kebun obat mini di rumah, enam tanaman berikut bisa jadi pilihan.

  1. 1. Jahe yang bisa ditanam dari rimpang

    ilustrasi jahe (pexels.com/Engin Akyurt)
    ilustrasi jahe (pexels.com/Engin Akyurt)

    Jahe menjadi salah satu tanaman yang cukup menarik untuk dibudidayakan di rumah karena bagian rimpangnya bisa dimanfaatkan sebagai bahan masakan maupun minuman. Kamu bahkan gak selalu membutuhkan bibit khusus untuk memulainya. Rimpang jahe yang memiliki mata tunas dapat digunakan sebagai bahan awal penanaman.

    Siapkan pot yang cukup lebar dan media tanam yang gembur agar rimpang punya ruang untuk berkembang. Letakkan pot di area yang mendapatkan cahaya cukup dan jaga media tetap lembap tanpa membuatnya tergenang. Pertumbuhannya memang membutuhkan waktu, jadi jangan buru-buru menggali tanah hanya karena penasaran apakah rimpangnya sudah membesar.

  2. 2. Kunyit yang cocok ditanam dalam pot

    ilustrasi kunyit (freepik.com/jigsawstocker)
    ilustrasi kunyit (freepik.com/jigsawstocker)

    Kunyit punya karakter yang mirip jahe karena bagian yang dimanfaatkan adalah rimpangnya. Tanaman ini bisa menjadi pilihan untuk kebun rumah karena perawatannya relatif sederhana selama kebutuhan dasar seperti media, air, dan cahaya terpenuhi. Daunnya yang memanjang juga bisa memberikan tampilan hijau pada area teras.

    Kamu bisa menanam kunyit dari rimpang yang memiliki tunas menggunakan pot dengan drainase baik. Jaga media tetap lembap, tetapi hindari kondisi terlalu basah karena akar dan rimpang tetap membutuhkan sirkulasi udara. Setelah tanaman tumbuh, kamu bisa terus merawatnya sampai rimpang berkembang dan siap dipanen sesuai kebutuhan.

  3. 3. Serai yang gampang diperbanyak

    ilustrasi serai
    ilustrasi serai (freepik.com/jcomp)

    Serai bisa menjadi pilihan praktis karena bagian batangnya dapat digunakan untuk menanam tanaman baru. Kalau kamu memiliki serai segar yang masih memiliki bagian pangkal, jangan buru-buru membuangnya. Pangkal tersebut bisa direndam dalam air sampai mulai muncul akar sebelum dipindahkan ke media tanam.

    Tanam serai di pot yang cukup luas karena rumpunnya dapat berkembang dan membutuhkan ruang. Letakkan di area yang mendapatkan cahaya cukup agar pertumbuhannya optimal. Penyiraman perlu disesuaikan dengan kondisi media dan pastikan pot memiliki drainase yang baik supaya air gak menggenang.

  4. 4. Kencur untuk kebun obat mini

    ilustrasi kencur
    ilustrasi kencur (freepik.com/jcomp)

    Kencur juga bisa ditanam dari rimpang dan cocok menjadi salah satu koleksi kebun kecil di rumah. Tanaman ini gak membutuhkan lahan luas karena bisa tumbuh di dalam wadah selama media tanamnya mendukung perkembangan rimpang. Daunnya yang tumbuh rendah juga gak akan memakan banyak ruang secara vertikal.

    Gunakan media yang gembur dan memiliki drainase baik agar air gak tertahan terlalu lama. Letakkan pot di area yang mendapatkan cahaya sesuai kebutuhan tanaman tanpa paparan yang terlalu ekstrem. Kamu perlu sedikit bersabar karena bagian rimpang berkembang di bawah tanah dan gak bisa langsung terlihat dari permukaan.

  5. 5. Daun mint yang bisa dipanen berkali-kali

    ilustrasi daun mint
    ilustrasi daun mint (pexels.com/Pixabay)

    Mint cocok buat kamu yang ingin tanaman obat sekaligus tanaman yang bisa dimanfaatkan untuk minuman. Aromanya yang khas membuat tanaman ini cukup menyenangkan untuk dipelihara di rumah. Pertumbuhannya juga dapat cukup cepat ketika mendapatkan kondisi yang sesuai.

    Sediakan pot tersendiri karena mint bisa tumbuh menyebar dan mengambil ruang cukup cepat. Letakkan di tempat yang mendapatkan cahaya cukup dan jaga media tetap lembap tanpa membuatnya becek. Kamu bisa memangkas batang secara berkala agar tanaman tetap rapi dan mendorong munculnya pertumbuhan baru.

  6. 6. Lidah buaya yang mudah dirawat

    ilustrasi lidah buaya
    ilustrasi lidah buaya (pexels.com/ROCKETMANN TEAM)

    Lidah buaya termasuk tanaman yang cukup populer untuk ditanam di rumah. Daunnya tebal dan mampu menyimpan air sehingga tanaman ini relatif toleran terhadap kondisi kering. Bentuknya juga cukup menarik sehingga bisa berfungsi sebagai tanaman hias sekaligus menjadi bagian dari kebun tanaman rumah.

    Letakkan lidah buaya di area yang mendapatkan cahaya terang dan gunakan media yang gak mudah menahan air. Penyiraman gak perlu dilakukan terlalu sering, terutama ketika media masih terasa lembap. Kalau ingin menanam lebih banyak, anakan yang tumbuh di sekitar tanaman induk bisa dipisahkan dan ditanam kembali setelah cukup kuat.

    Memiliki tanaman obat di rumah memang praktis, tetapi jangan menganggap semua tanaman tersebut bisa diperlakukan sama. Jahe dan kunyit, misalnya, punya kebutuhan yang berbeda dari mint atau lidah buaya. Kenali karakter setiap tanaman agar kamu bisa menentukan lokasi, media, dan pola penyiraman yang sesuai.

    Perlu diingat juga, tanaman obat rumahan bukan berarti setiap bagiannya aman digunakan untuk mengatasi penyakit tertentu. Pemanfaatannya lebih tepat sebagai bahan pangan atau minuman sesuai penggunaan yang lazim, sedangkan keluhan kesehatan yang serius tetap membutuhkan saran tenaga medis. Kalau perawatannya tepat, kebun kecil ini gak cuma membuat rumah lebih hijau, tetapi juga memberi kamu pengalaman seru menanam sesuatu yang bisa dipanen sendiri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More