“Banyaknya benda yang terlihat oleh mata dapat menimbulkan perasaan berantakan. Mulailah rutinitas merapikan setiap malam dengan meluangkan waktu lima hingga sepuluh menit untuk membersihkan meja dan mengembalikan barang-barang ke tempatnya," ungkap Lisa Chun, penata organisasi profesional dan pendiri Our Home Becoming, dikutip Real Simple.
Kenapa Rumah Terlihat Berantakan padahal Tidak Banyak Barang?

Pernah gak, sih, kamu merasa kesal melihat ruanganmu yang terasa penuh dan berantakan banget? Padahal, barang yang kamu miliki hanya itu-itu saja. Kamu mungkin sudah lelah beberes setiap hari dan rumahmu sepertinya gak pernah rapi.
Ternyata, jumlah barang yang sedikit bukan jaminan rumah bakal terlihat lega kalau kamu masih melewatkan beberapa hal penting. So, kenapa rumah terlihat berantakan padahal tidak banyak barang? Simak jawabannya, ya.
1. Tumpukan di permukaan datar

Kamu melihat meja, lemari, atau permukaan datar lainnya dan menemukan tumpukan kertas. Di atas meja televisi, kamu mungkin melihat setumpuk buku yang belum sempat kamu baca.
Mungkin kamu belum tahu, aturan sederhana kerapian menurut profesional adalah menggunakan permukaan datar sebagai tempat pajangan. Lantas, jika kamu mulai meletakkan hal-hal yang bukan pajangan di permukaan datar, rumahmu akan terlihat berantakan, nih.
Setelah kamu membersihkan permukaan datar seperti meja dan atas lemari, kamu harus mulai menanamkan pikiran agar tidak menggunakannya untuk menumpuk barang. Jika aturan ini kamu patuhi, rumahmu bisa telihat lebih rapi.
2. Tidak ada rumah untuk barang-barang

Faktor selanjutnya yang membuat rumah kamu sulit rapi adalah kamu mungkin gak punya tempat khusus bagi barang-barang tertentu. Dilansir Real Simple, penata organisasi profesional dan pendiri Clutter to Clarity, Lindsey Mahanna mengatakan bahwa ketika barang-barang tidak memiliki tempatnya maka ia sering berakhir di tempat-tempat acak. Barang ini, meskipun gak banyak, pada akhirnya akan membuat rumahmu terlihat berantakan, nih.
“Jika kamu meluangkan waktu untuk merapikan, kamu perlu tahu di mana harus menyimpan barang-barang yang telah menumpuk di meja. Jika kamu belum menentukan tempat untuk setiap barang ini, bagaimana kamu bisa tahu di mana harus menyimpannya?” ungkap Mahanna.
Lantas, akan lebih baik jika kamu mulai memberikan tempat khusus bagi setiap barang berdasarkan kategorinya. Kemudian, disiplinkan diri untuk selalu meletakkan barang-barang di rumah alias kotak penyimpanannya.
3. Kamu tidak menggunakan keranjang baju

Kekacauan sering kali terjadi akibat pakaian. Kamu mungkin tanpa sengaja meletakkan pakaian kotor di kursi, gantungan, atau di tempat yang bukan seharusnya. Penata organisasi profesional, Ashley Stewart mengungkapkan bahwa tumpukan pakaian sering menjadi tersangka utama penyebab rumah berantakan.
“Jika kamu tidak menggantung pakaian setelah memakainya atau memasukkannya ke mesin cuci, kemungkinan besar kamu akan memiliki satu kursi di kamar yang menjadi jurang bagi pakaianmu,” kata Stewart, dikutip Real Simple.
Penting untuk mendisiplinkan diri meletakkan pakaian kotor di tempatnya. Jika kamu gak yakin akan kembali memakainya, maka tempat yang paling tepat bagi pakaian itu adalah keranjang cucian kotor atau mesin cuci.
4. Mainan di mana-mana

Di rumahmu mungkin masih ada anak-anak. Kondisi ini membuat mainan ada di mana-mana dan rumahmu menjadi berantakan. Solusi untuk masalah mainan ini adalah menyediakan wadah untuk mainan, serta mengklasifikasikannya.
“Tidak semua orang punya waktu untuk merapikan setiap hari, tetapi semua orang punya waktu untuk mengambil mainan dan memasukkannya ke dalam wadah, termasuk anak-anak," kata Stewart.
Melatih anak-anak untuk membereskan mainannya memang butuh kesabaran. Namun kami bisa mulai menerapkannya agar rumahmu lebih rapi.
5. Kamu tidak memiliki sistem pembersihan

Memiliki sedikit barang memang ide yang baik. Namun sistem pembersihan yang tepat memang diperlukan agar rumah kamu tetap rapi.
Shantae Duckworth, penata organisasi profesional dan pendiri Shantaeize Your Space, mengungapkan dalam Real Simple bahwa salah satu masalah utama rumah yang berantakan adalah kurangnya sistem yang efektif. Kamu bisa mempelajari beberapa teknik pembersihan, mencobanya, dan menemukan pola yang cocok.
Mungkin kamu bisa membagi sistem tersebut dengan pembersihan rutin harian, serta beberapa waktu untuk pembersihan menyeluruh. Jika memungkinkan, kamu juga bisa membagi tugas pembersihan ini dengan seluruh penghuni rumah.
“Dengan menerapkan strategi penataan yang praktis, menetapkan rutinitas harian, dan membersihkan secara teratur, kamu dapat mengubah ruang milikmu menjadi ruang yang lebih terorganisir dan tidak akan cepat berantakan,” ungkap Duckworth, dikutip Real Simple.
Ternyata cukup banyak alasan mengapa rumahmu yang hanya punya sedikit barang masing tetap berantakan. Tapi tenang saja, kamu bisa mulai menyusun strategi mulai sekarang, kok. Semoga ulasan ini membantu kamu dan rumah kamu bisa lebih rapi, ya.



















