Sepak Bola dan Konsistensi dari Kacamata Ibnu Gifar Ramzani

- Ibnu Gifar Ramzani, pengarsip momen sepak bola, konsisten menulis dengan latar belakang sejarah dan lapangan.
- Perjalanan Ibnu Gifar Ramzani dari Twitter ke IDN Times Community, menemukan momentum setelah resign dan menjadi penulis lepas.
- Kesuksesan artikel Ibnu Gifar Ramzani yang meledak dengan views tinggi, memotivasi untuk terus menulis tentang sepak bola.
Di sebuah kamar di Jakarta, pagi sering datang bersama notifikasi skor pertandingan semalam. Dari sanalah hari-hari Ibnu Gifar Ramzani dimulai. Dia membaca, mencatat, lalu merangkai fakta menjadi cerita.
Gifar bukan sekadar penikmat sepak bola. Dia pengarsip momen. Dia menyusun ulang peristiwa. Dia turut menjaga ingatan tentang pertandingan yang lekas dilupakan linimasa.
Gifar, yang berusia 28 tahun per Februari 2026 ini, adalah lulusan Sejarah Universitas Padjadjaran. Dia menemukan rumah keduanya dalam kata-kata. Sebagai penulis lepas, Gifar membagi waktunya antara menonton laga, membaca referensi, dan menulis dengan disiplin yang nyaris ritualistik. Dari situlah konsistensinya tumbuh, sehingga dinobatkan sebagai Community Writer of the Month Februari 2026, capaian yang lahir dari kesetiaan kepada proses.
1. Akar yang tumbuh dari sejarah dan lapangan

Ibnu Gifar Ramzani memperkenalkan dirinya dengan sederhana. Dia lahir dan besar dengan kecintaan kepada sepak bola. Dia menekuni olahraga itu sejak kecil, bahkan terus memainkannya hingga kuliah. Baginya, sepak bola bukan sekadar tontonan akhir pekan, melainkan juga bagian dari perjalanan hidup yang membentuk cara pandangnya.
Latar belakangnya sebagai lulusan Sejarah memberi warna tersendiri. Dia terbiasa memandang peristiwa sebagai rangkaian sebab-akibat, bukan potongan informasi yang berdiri sendiri. Barangkali itu sebabnya tulisannya terasa runtut. Ada alur, ada konteks, ada simpul yang diikat dengan rapi.
Hari-harinya kini diisi dengan ritme yang fleksibel, tetapi teratur. Bangun pagi, mengecek kabar terbaru, membaca, lalu menulis. Di sela-selanya, dia tetap menyempatkan diri bermain sepak bola atau badminton serta menonton film. Hidupnya bergerak di antara layar dan lapangan, antara arsip dan aksi.
2. Dimulai dari Twitter ke tulisan pertama tentang kontroversi pemain sepak bola

Perkenalannya dengan IDN Times Community terjadi selepas lulus kuliah. Ibnu Gifar Ramzani menemukannya secara tidak sengaja lewat Twitter, media sosial yang kala itu masih rajin dijelajahinya. Dari rasa penasaran, dia melangkah menjadi community writer.
Tulisan pertamanya terbit pada 23 Mei 2020. Judulnya “Kontroversial, Ini 5 Pemain yang Malah Menyeberang ke Klub Rival”. Sebuah topik yang tajam, mengusik loyalitas, tetapi mengundang rasa ingin tahu pembaca. Sayangnya, setelah itu, langkahnya sempat tersendat karena kesibukan kerja penuh waktu.
Baru setelah resign pada Februari 2021, Gifar mulai lebih aktif menulis. Ritmenya kembali melambat pada 2022–2024 ketika dia kembali bekerja penuh waktu. Hingga akhirnya, pada 2025, saat menjadi penulis lepas, dia benar-benar menemukan momentumnya. Dia bisa menulis dengan konsisten, mengirim artikel hampir tiap hari.
3. Motivasi menulis dari ledakan views dan artikel yang menggema

Ada satu momen yang membuatnya terkejut sekaligus percaya diri. Artikel berjudul “5 Mantan Pemain Premier League yang Menganggur sejak Awal 2021/2022” meledak dengan 71.587 views. Ia masuk kategori Most Viral Article 2022. Ibnu Gifar Ramzani menyebutnya sebagai ledakan poin yang tidak disangka.
Tidak berhenti di situ, dua artikelnya juga mencatat angka yang tinggi. “Chelsea Gagal Menang 4 Laga Beruntun, Apa Penyebabnya?” mencapai 7.390 views dan “5 Pemain di Skuad Arsenal Terkini yang Pernah Dipinjamkan” mencapai 6.838 views. Angka-angka itu bukan sekadar statistik, melainkan penanda tulisannya menemukan pembaca yang tepat.
Artikel Gifar juga dua kali masuk Best Article. Itu termasuk lewat tulisan tentang Manchester City yang panen cuan dari akademi dan analisis rencana Swiss di Euro 2024. Pengakuan itu menjadi validasi, konsistensi dan ketelitian pada akhirnya tidak pernah sia-sia.
4. Sepak bola sebagai sumber ide yang tidak pernah habis

Bagi Ibnu Gifar Ramzani, menulis sepak bola nyaris tidak mengenal kebuntuan ide. Pertandingan selalu menyisakan cerita. Ada statistik tersembunyi, ada taktik yang berubah, ada pemain muda yang mencuri perhatian, atau momen bersejarah yang layak dikenang kembali.
Jika ada tantangan, itu bukan kekurangan ide, melainkan kelimpahan bahan. Terlalu banyak yang bisa digali justru kadang membuatnya berhenti sejenak, memilih menenangkan pikiran sebelum kembali menulis. Gifar tidak memaksakan diri. Dia percaya tulisan yang baik lahir dari kepala yang jernih.
Kini, dia juga menantang dirinya menulis lebih banyak feature ketimbang trivia. Dia ingin menghadirkan cerita yang lebih mendalam, lebih reflektif, lebih manusiawi. Mungkin kelak, dia juga akan kembali menulis film, seperti saat membahas karya yang dibintangi Liam Neeson atau Hugh Grant.
5. Membahas konsistensi, literasi, dan mimpi tentang Arsenal

Dalam sehari, Ibnu Gifar Ramzani bisa menulis 5–6 artikel trivia jika waktu memungkinkan. Untuk feature, mungkin 3–4 artikel masih realistis. Disiplin itu membuahkan hasil. Hingga Januari 2026, dia telah memperoleh Rp28,5 juta dari IDN Times Community, sebagian besar diraih saat benar-benar aktif pada 2025.
Meski begitu, bagi Gifar, manfaat terbesar bukan semata finansial. Dia menikmati fleksibilitas dan proses belajar yang terus berlangsung. Dia membaca tulisan sesama community writer, menerima masukan editor, dan mengasah logika berpikir lewat kebiasaan menulis.
Gifar percaya, literasi masih menjadi tantangan generasi muda. Informasi memang melimpah, tetapi kemampuan mengolahnya belum tentu sebanding. Menulis, baginya, adalah cara melatih struktur dan nalarnya.
Di antara semua ambisinya, ada satu mimpi sederhana: melihat Arsenal kembali mengangkat trofi. Sebab, pada akhirnya, di balik data dan analisis, dia tetaplah seorang penggemar. Dia menulis dengan hati sambil berharap kepada kemenangan yang suatu hari benar-benar datang.
Kisah Ibnu Gifar Ramzani di IDN Times Community sejatinya kisah tentang ketekunan yang tidak berisik. Ini juga tentang seseorang yang menemukan motif dan tanggung jawabnya, lalu setia menjalaninya. Di dunia yang serbacepat, yang seringnya membuat orang teralihkan dari satu hal kepada hal lain, dia memilih konsisten. Dari konsistensi itulah namanya perlahan menjadi bagian dari percakapan panjang tentang sepak bola. Setidaknya di komunitas ini.


















