Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Keputusan Renovasi Rumah yang Bisa Bikin Menyesal di Hari Tua

4 min read
Keputusan Renovasi Rumah yang Bisa Bikin Menyesal di Hari Tua
ilustrasi cat rumah kuning dan putih (unsplash.com/lisaanna195)

Merenovasi rumah menjadi kesempatan untuk membuat hunian terasa lebih cantik sekaligus sesuai dengan kebutuhan penghuninya. Namun, desain yang hanya mengutamakan estetika belum tentu tetap nyaman dan aman ketika kebutuhan tubuh berubah seiring bertambahnya usia.

Karena itu, beberapa keputusan saat renovasi sebaiknya dipikirkan untuk jangka panjang, bukan hanya berdasarkan tren. Para desainer interior berikut membagikan sejumlah pilihan yang mungkin terlihat menarik sekarang, tetapi berpotensi bikin menyesal di kemudian hari. Yuk, cari tahu keputusan renovasi rumah yang perlu kamu hindari agar gak menyesal di hari tua!

  1. 1. Terlalu mengutamakan estetika daripada aksesibilitas

    ilustrasi biru dongker dan emas
    ilustrasi ruang tamu dengan perpaduan warna biru navy, putih dan gold (pexels.com/houzlook)

    Renovasi rumah membutuhkan waktu dan biaya yang gak sedikit sehingga setiap keputusan sebaiknya dipikirkan untuk jangka panjang. Rak terbuka atau menghilangkan kabinet atas memang bisa membuat ruangan lebih menarik, tetapi dapat terasa kurang praktis ketika kebutuhan penyimpanan dan kemampuan menjangkau barang berubah seiring usia.

    Kerrie Kelly, direktur kreatif Kerrie Kelly Design Lab, dikutip dari Martha Stewart, menyarankan agar fungsi jangka panjang tetap diperhatikan dalam memilih desain. Pintu lebih lebar, shower tanpa undakan, pencahayaan berlapis, penyimpanan terintegrasi, gagang model tuas, dan lantai antiselip dapat membuat rumah lebih mudah digunakan tanpa mengorbankan estetika.

    “Saya merekomendasikan untuk fokus pada ‘fungsi yang gak terlihat’ pintu yang lebih lebar, shower tanpa undakan, pencahayaan berlapis, dan penyimpanan terintegrasi yang meminimalkan kebutuhan untuk menjangkau atau membungkuk,” ujar Kerrie Kelly.

  2. 2. Memilih bathtub dalam daripada walk-in shower

    ilustrasi bath up (pexels.com/curtisadams)
    ilustrasi bath up (pexels.com/curtisadams)

    Bathtub besar dan dalam memang bisa menjadi daya tarik kamar mandi, tetapi akses keluar-masuknya dapat semakin sulit ketika kemampuan bergerak terbatas. Karena itu, desain kamar mandi sebaiknya gak hanya mengutamakan kemewahan, tetapi juga kenyamanan jangka panjang.

    Kelly menyarankan walk-in shower dengan bangku dan pancuran tangan sebagai alternatif yang lebih fungsional. Dikutip laman yang sama, Tamara Hubinsky, pendiri Tamara Hubinsky Interiors, juga merekomendasikan bangku permanen, ceruk penyimpanan, pegangan, pencahayaan berlapis, dan akses tanpa undakan untuk mendukung kenyamanan serta kemandirian.

    “Saya sangat menyarankan untuk gak menghilangkan shower khusus demi kamar mandi yang hanya memiliki bathtub,” ujar Kerrie Kelly.

  3. 3. Membuat jarak antar area terlalu sempit

    ilustrasi dapur kecil
    ilustrasi dapur kecil (pexels.com/lisa-anna)

    Jarak yang terlalu sempit mungkin terasa sepele setelah renovasi, tetapi lorong, pintu, dan area kerja dapur yang minim ruang gerak bisa semakin merepotkan seiring bertambahnya usia. Ruang yang lebih lega membuat penghuni dapat bergerak dengan nyaman tanpa mudah bertabrakan dengan orang atau perabot.

    Area yang lebih terbuka juga memudahkan keluarga berkumpul dan berinteraksi. Menurut Hubinsky, beberapa elemen konsep ruang terbuka dapat membantu menjaga interaksi sosial seiring bertambahnya usia, sehingga terlalu banyak sekat sebaiknya dihindari.

    “Memiliki beberapa elemen konsep ruang terbuka memudahkan interaksi kita dengan orang lain,” ujar Tamara Hubinsky.

  4. 4. Terlalu banyak membuat perbedaan ketinggian lantai

    ilustrasi ruang tamu (pexels.com/heyho)
    ilustrasi ruang tamu (pexels.com/heyho)

    Ruang keluarga yang dibuat lebih rendah atau area tertentu yang ditinggikan memang bisa menambah karakter pada interior. Namun, perubahan level yang membutuhkan tangga atau pijakan tambahan dapat menjadi kurang praktis seiring bertambahnya usia, sehingga area seperti ruang keluarga dan ruang makan sebaiknya tetap mudah dijangkau.

    Kerrie Kelly menilai ruang keluarga cekung atau platform bertingkat bisa terasa kurang nyaman ketika kemampuan bergerak berubah. Karena itu, pertimbangkan kembali perbedaan ketinggian lantai yang hanya dibuat demi estetika agar rumah tetap nyaman digunakan dalam jangka panjang.

  5. 5. Mengabaikan pencahayaan dan posisi stopkontak

    ilustrasi ruangan dengan pencahayaan redup
    ilustrasi ruangan dengan pencahayaan redup (pexels.com/ferhat-kocakaya)

    Kemampuan penglihatan dapat menurun seiring bertambahnya usia sehingga pencahayaan yang baik semakin penting. Penerangan yang tepat membantu mengurangi risiko tersandung sekaligus memudahkan aktivitas seperti membaca, terutama di area yang sering digunakan.

    Kelly juga mengingatkan bahwa terlalu mengandalkan lampu lantai tanpa stopkontak yang tepat dapat menambah risiko tersandung. Karena itu, pastikan setiap ruangan memiliki cukup stopkontak agar penempatan lampu tetap fleksibel ketika tata letak furnitur berubah.

    “Mengandalkan lampu lantai tanpa stopkontak yang ditempatkan dengan baik menambah satu lagi risiko tersandung dan jatuh,” ujar Kerrie Kelly.

  6. 6. Menggunakan lantai batu berukuran besar dengan permukaan mengilap

    ilustrasi dapur dengan lantai natural stone tile
    ilustrasi dapur dengan lantai natural stone tile (pexels.com/artbovich)

    Lantai batu alam berukuran besar memang memberikan kesan elegan dan timeless, tetapi permukaan yang mengilap bisa menjadi licin, terutama di dapur, kamar mandi, dan area pintu masuk. Risiko terpeleset ini sebaiknya sudah dipertimbangkan sejak tahap renovasi.

    Kelly menyarankan penggunaan batu secara lebih selektif agar estetika dan keamanan tetap seimbang. Saat memilih material, tanyakan tingkat ketahanan terhadap selip dan pilihan finishing untuk memastikan lantai tetap aman digunakan dalam jangka panjang.

    Renovasi rumah bukan hanya soal membuat hunian terlihat cantik, tetapi juga memastikan setiap sudutnya tetap nyaman dan aman digunakan dalam jangka panjang. Jadi, sebelum mengikuti tren, pertimbangkan kebutuhanmu di masa depan agar gak menyesal kemudian.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More