Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pilihan Interior Rumah yang Diam-diam Bikin Boros Energi, Hindari!
ilustrasi desain interior minimalis (pexels.com/Pixabay)
  • Desain interior yang salah bisa bikin rumah boros energi karena lampu, kipas, dan AC bekerja lebih sering tanpa disadari.
  • Pemanfaatan cahaya alami serta sirkulasi udara yang baik mampu menekan penggunaan listrik dan menjaga kenyamanan ruangan.
  • Pemilihan warna terang dan material porous membantu ruangan tetap sejuk, hemat energi, sekaligus tampil estetik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Di tengah krisis energi global, kita tentu ingin rumah tetap nyaman tanpa membuat tagihan listrik membengkak. Ternyata, desain interior rumah yang tampak estetis bisa diam‑diam membuat lampu, kipas, dan AC bekerja lebih sering. Akibatnya, konsumsi listrik meningkat dan lingkungan pun menanggung bebannya.

Saat ini salah satu langkah penting yang bisa dilakukan adalah menghemat energi, sesuatu yang sering terbuang sia-sia tanpa disadari. Beberapa faktor di rumah ternyata menjadi penyebab utama boros energi dan berikut ini cara mengatasinya dengan tepat!

1. Cahaya alami jadi energi gratis yang sering terabaikan

Desain rumah (freepik.com/wirestock)

Cahaya matahari adalah sumber energi yang paling ramah lingkungan dan hemat biaya. Rumah dengan pencahayaan alami yang optimal bisa mengurangi penggunaan lampu hingga 30–50 persen. Selain mencerahkan ruangan, cahaya alami membantu tubuh mengatur ritme sirkadian, membuat tidur lebih nyenyak, dan mood lebih stabil.

Tips praktisnya adalah menempatkan jendela di sisi yang terkena sinar, menggunakan cat dan furnitur warna terang, dan menambahkan skylight di area gelap. Dengan langkah ini, rumah terasa terang tanpa harus menyalakan lampu sepanjang hari, sekaligus menciptakan kesan luas dan hangat.

2. Sirkulasi udara bikin ruangan sejuk tanpa AC berlebihan

Desain rumah (freepik.com/pikisuperstar)

Udara yang bergerak bebas menjaga ruangan tetap sejuk secara alami. Ventilasi silang dan skylight memungkinkan udara segar masuk dan panas keluar, sehingga AC tidak perlu menyala sepanjang hari. Strategi ini terbukti menurunkan kebutuhan pendinginan berbasis listrik hingga puluhan persen, terutama di iklim tropis.

Selain hemat energi, rumah terasa lebih nyaman dan segar, kelembapan berkurang, dan risiko udara pengap yang bisa membuat sakit kepala pun menurun. Penataan furnitur yang tidak menghalangi aliran udara menjadi kunci agar sirkulasi tetap lancar.

3. Material dan warna bisa jadi senjata rahasia hemat energi

Desain rumah (freepik.com/freepik)

Warna dan material interior memengaruhi suhu ruangan secara signifikan. Warna gelap dan material padat menyerap panas, memaksa AC bekerja lebih keras, sedangkan warna terang dan material porous memantulkan cahaya dan panas, membuat ruangan tetap sejuk.

Karpet tipis, gorden ringan, dan furnitur porous membantu cahaya alami tersebar merata, sehingga rumah tetap nyaman, hemat energi, dan terlihat estetik. Kombinasi warna dan material yang tepat juga membuat visual rumah lebih cerah dan Instagramable.

Rumah bisa nyaman dan hemat listrik dengan cahaya alami, sirkulasi udara lancar, serta material dan warna yang tepat. Setiap pilihan kecil berdampak nyata, membuat hunian sehat, ramah lingkungan, dan tetap stylish.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team