ilustrasi air mendidih (freepik.com/valeria_aksakova)
Untuk gulma yang tumbuh di area tertentu, air mendidih bisa menjadi pilihan sederhana tanpa bahan kimia. Air yang sudah mendidih dapat dituangkan secara hati-hati langsung ke gulma, terutama pada bagian pangkal dan akar. Gulma dengan sistem akar dangkal biasanya lebih mudah ditangani menggunakan metode ini, sedangkan gulma berakar tunggang mungkin membutuhkan pengulangan. Pastikan air panas tidak mengenai tanaman yang ingin kamu pertahankan karena tanaman tersebut juga bisa mengalami kerusakan.
Ada pula metode lain seperti kain lanskap dan flame weeding untuk kondisi tertentu. Kain lanskap bekerja dengan menghalangi cahaya matahari mencapai tanah sehingga pertumbuhan gulma dapat ditekan, sementara air dan nutrisi masih bisa melewati material tertentu. Menurut Nieusma, flame weeding menggunakan panas dari obor propana untuk merusak struktur sel gulma sehingga gulma gak bisa melakukan fotosintesis secara normal. Jika memilih metode api, pastikan selang air tersedia, ya, hindari hari yang kering dan berangin, serta perhatikan tingkat risiko kebakaran di area tempat kamu berkebun.
Mencangkul memang bisa membuat kebun terlihat bersih dalam waktu singkat, tapi terlalu sering membalik tanah justru berpotensi membawa biji gulma ke permukaan. Akibatnya, kamu bisa merasa seperti gak pernah selesai berurusan dengan gulma karena tanaman liar terus bermunculan.
Mulai sekarang, kamu bisa mengombinasikan metode seperti mulsa, tanaman penutup, kardus, atau metode pengendalian lainnya sesuai kondisi kebun. Dengan mengurangi gangguan pada tanah dan menutup permukaannya, perawatan kebun bisa menjadi lebih ringan sekaligus membantu menjaga kondisi tanah.