Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tips Mengurangi Kebiasaan Menyimpan Barang Tak Terpakai
ilustrasi menyimpan barang (magnific.com/drobotdean)
  • Mulai memilah dengan menanyakan kapan barang terakhir digunakan dan apakah fungsinya masih jelas; benda yang hanya berpindah tempat penyimpanan patut dievaluasi.
  • Hindari membawa pulang barang gratis atau membeli barang untuk kebutuhan yang belum pasti, terutama jika belum ada ruang dan kegunaan yang jelas.
  • Pilih beberapa benda kenangan paling berarti, dokumentasikan sisanya lewat foto, serta tetapkan ruang khusus tiap kategori agar tumpukan mudah terpantau.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Barang yang sudah tidak digunakan tentu saja akan memenuhi rumah ketika terus disimpan. Alasan seperti "siapa tahu nanti perlu" atau “sayang kalau dibuang” memang membuat sulit menentukan barang mana yang masih berguna. Namun jika dibiarkan, lemari, laci, dan sudut rumah perlahan dipenuhi benda yang sebenarnya tidak lagi dibutuhkan.

Mengurangi kebiasaan tersebut bisa dimulai dari cara melihat barang yang ada di rumah. Tidak perlu langsung membuang banyak benda dalam satu waktu. Cobalah beberapa tips berikut ini agar proses memilah terasa lebih mudah.

1. Tanyakan kapan terakhir kali barang digunakan

ilustrasi memilah barang (magnific.com/magnific)

Ambil satu barang yang sudah lama tersimpan, lalu ingat kembali kapan terakhir kali benda tersebut digunakan. Jika sudah berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun tidak tersentuh, pikirkan apakah ada alasan nyata untuk tetap menyimpannya. Pertanyaan ini membantu membedakan kebutuhan dari sekadar kebiasaan.

Barang yang memang diperlukan biasanya memiliki fungsi yang jelas. Sebaliknya, benda yang hanya berpindah dari satu tempat penyimpanan ke tempat lain mungkin tidak lagi memiliki peran dalam keseharian. Dari sini, keputusan untuk mempertahankan atau melepaskannya menjadi lebih mudah.

2. Jangan menyimpan barang hanya karena gratis

ilustrasi menyimpan barang (freepik.com/freepik)

Barang gratis terasa sayang untuk ditolak meskipun belum tentu dibutuhkan. Namun barang-barang ini juga akan terus bertambah jika semuanya dibawa pulang. Meski harga nol rupiah, tetap saja bisa membuat rumah penuh ketika jumlahnya terlalu banyak.

Sebelum menyimpan benda semacam itu, alangkah baiknya pikirkan kegunaannya terlebih dahulu. Jika tidak ada tempat atau kebutuhan yang jelas, kamu tidak harus membawanya. Kebiasaan menolak barang yang tidak diperlukan juga dapat mengurangi tumpukan sejak awal.

3. Pisahkan kenangan dari bendanya

ilustrasi memisahkan barang (freepik.com/freepik)

Benda pemberian atau barang dari suatu kejadian tertentu kadang memang memiliki nilai emosional. Namun, menyimpan semua benda sebagai kenangan juga membuat ruang penyimpanan cepat penuh. Sebaiknya pilih beberapa barang yang paling berarti dan biarkan sisanya dilepaskan.

Kenangan pun tidak selalu harus disimpan dalam bentuk benda. Foto dapat digunakan untuk mengabadikan barang tertentu sebelum diberikan atau dibuang. Dengan cara ini, cerita di baliknya tetap bisa dikenang tanpa harus mempertahankan semua barang secara fisik.

4. Berhenti membeli barang untuk nanti

ilustrasi membeli barang (unsplash.com/jason hu)

Keinginan menyimpan barang bisa juga berkaitan dengan rencana yang belum tentu terjadi. Misalnya, membeli wadah karena merasa suatu saat akan membutuhkannya atau menyimpan pakaian untuk acara yang belum jelas. Jika rencana tersebut tidak kunjung datang, benda itu akhirnya hanya memenuhi tempat.

Sebelum membeli sesuatu, pikirkan kebutuhan yang benar-benar ada saat ini. Jika memang belum diperlukan, menundanya dapat menjadi pilihan yang lebih bijak. Saat kebutuhan tersebut muncul nantinya, kamu masih bisa mencari barang yang sesuai.

5. Tentukan tempat khusus untuk setiap jenis barang

ilustrasi menyimpan barang (freepik.com/freepik)

Barang lebih mudah menumpuk ketika tidak memiliki tempat penyimpanan yang jelas. Sebaiknya tentukan dulu area untuk pakaian, dokumen, perlengkapan rumah, atau benda kecil lainnya. Jika ruangnya sudah penuh, itu menjadi tanda bahwa isinya perlu diperiksa kembali.

Cara ini juga membuat barang yang tidak terpakai lebih mudah terlihat. Kamu tidak perlu membongkar seluruh rumah untuk menemukannya. Cukup periksa bagian yang sudah terlalu penuh dan mulai pilih benda yang memang masih diperlukan.

Menghentikan kebiasaan menyimpan barang tanpa alasan dapat dimulai dengan mempertanyakan fungsi setiap benda. Perhatikan kapan terakhir kali digunakan, alasan menyimpannya, serta apakah barang tersebut memang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Ketika mulai terbiasa mengambil keputusan berdasarkan kebutuhan, rumah pun lebih mudah dijaga agar tidak dipenuhi barang yang tidak terpakai.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article