Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Cara Decluttering Buku agar Rak Lega dan Koleksi Tetap Bermakna

5 Cara Decluttering Buku agar Rak Lega dan Koleksi Tetap Bermakna
ilustrasi setumpuk buku (pexels.com/RDNE Stock project)
  • Decluttering buku diperlukan saat koleksi memenuhi rak dan ruang rumah; menyukai membaca tidak berarti harus menimbun buku fisik karena kebiasaan membaca tetap bisa berjalan.
  • Melepas buku yang sudah selesai dibaca bukan menyia-nyiakan koleksi, melainkan membuka kesempatan agar buku bermanfaat bagi lebih banyak pembaca.
  • Pilah buku rusak, usang, tidak relevan, atau jarang dibuka; buku kesayangan dapat disumbangkan langsung ke perpustakaan agar tetap terawat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Sudah berapa banyak buku fisik yang menjadi koleksimu? Buat kamu yang suka membaca khususnya buku cetak pasti rak buku penuh oleh tumpukan buku. Sekali belanja buku saja, dirimu dapat membawa pulang lebih dari 5 buku.

Dalam 1 atau 2 bulan, kelimanya telah habis dibaca. Lalu buku baru kembali didatangkan. Seiring dengan rak buku yang makin berjubel, kamu perlu melakukan decluttering. Bukumu bahkan tidak lagi tertampung di rak tersebut.

Buku ada di mana-mana. Meja belajar, meja ruang tengah, tempat tidur, bahkan lantai. Namun, bagaimana caranya melakukan decluttering buku tanpa perlu merasa bersalah? Penyuka buku kerap mengalami reader's guilt saat tiba waktunya memilah dan memilih buku yang masih perlu disimpan atau disingkirkan.

  1. 1. Pahami, suka membaca tidak sama dengan menumpuk sebanyak mungkin buku

    rak buku
    ilustrasi rak buku (pexels.com/Josh Kobayashi)

    Kamu memang suka membaca. Itu tidak diragukan lagi sebab aktivitas membaca buku telah menjadi bagian dari rutinitasmu. Namun, jangan menyamakan hobi baca buku dengan sekadar menumpuk buku fisiknya.

    Kamu bahkan bisa lho, tetap membaca tanpa punya satu pun buku cetak di rumah. Misalnya, dengan dirimu selalu hanya mengakses buku-buku digital. Atau, karena kamu cuma meminjam buku-buku dari perpustakaan.

    Begitu buku selesai dibaca maka segera dikembalikan. Oleh sebab itu, semestinya dirimu tidak perlu merasa bersalah atau takut menjadi kurang suka membaca hanya karena buku-buku lama disingkirkan. Dirimu masih akan tetap membaca bahkan saat buku yang tersisa tinggal sebuah. Yaitu, buku yang sedang dibaca.

  2. 2. Kamu tak sedang menyia-nyiakannya, justru biar lebih bermanfaat

    rak buku
    ilustrasi rak buku (pexels.com/Tiana)

    Harga buku cetak memang lumayan. Satu buku tebal bisa mencapai ratusan ribu rupiah. Tidak semua orang dapat membeli buku secara rutin. Akan tetapi, apakah decluttering tumpukan buku fisik sama dengan dirimu menyia-nyiakannya?

    Sama sekali tidak. Kamu sebagai pemilik buku-buku tersebut bahkan telah mengambil seluruh manfaatnya melalui proses membaca. Dirimu telah selesai membaca dan mempelajari isi buku-buku tersebut.

    Justru menyingkirkan koleksi buku yang sudah tuntas dibaca akan membuatnya jauh lebih bermanfaat. Buku-buku itu dapat dibaca oleh orang lain yang belum berkesempatan memilikinya. Bayangkan seandainya satu buku lamamu dibaca secara bergantian oleh 10 orang. Padahal, total buku ada 100 buah. Terdapat 1000 orang ikut membaca semua buku tersebut yang tadinya hanya dinikmati sendirian olehmu.

  3. 3. Mulai dari buku yang paling rusak atau gak pernah dibuka lagi

    memilah buku
    ilustrasi memilah buku (pexels.com/Cup of Couple)

    Memang rasanya berat sekali untuk melakukan decluttering buku buat pertama kalinya. Sudah bertahun-tahun kamu hanya tenggelam dalam aktivitas membeli dan membaca buku. Sekarang waktunya berpisah dari sebagian koleksimu.

    Dari mana dirimu mesti memulainya? Biar hati lebih ringan, kamu dapat mulai memasukkan buku-buku yang sudah paling usang ke kardus. Penampilan buku telah menguning atau ada yang robek.

    Juga buku-buku terbitan bertahun-tahun lalu yang isinya sudah kurang relevan dengan masa kini. Dari sekian banyak buku yang menjadi koleksimu pasti hanya sedikit sekali yang sampai kini masih sering dipakai. Sebagian besarnya sampai berdebu di posisi masing-masing.

  4. 4. Ingat, mengosongkan rak memungkinkanmu mendatangkan buku baru lagi

    rak buku
    ilustrasi rak buku (pexels.com/omar khaleel)

    Menekan diri terlalu keras untuk melakukan decluttering buku-buku kesayangan boleh jadi akan membuatmu stres. Memang rencana beres-beres isi rak buku harus tetap dilakukan. Akan tetapi, ini bisa dikerjakan dengan lebih membahagiakan.

    Tipsnya, bayangkan hal-hal yang menyenangkan saja. Dengan kamu melakukan decluttering buku, rumah bakal terlihat lebih rapi. Rak buku yang tadinya penuh sesak menjadi longgar bahkan nyaris kosong.

    Gak ada lagi buku yang berserakan di mana-mana. Tidak ada pula alasan untuk bersedih. Sebab setelah ini malah dirimu dapat membeli buku-baru. Rak kembali terisi dengan berbagai judul dan sampul buku yang menyegarkan pandangan.

  5. 5. Buku-buku kesayangan diantar langsung ke perpustakaan

    rak buku
    ilustrasi rak buku (pexels.com/Ánh Đặng)

    Dari sekian banyak buku yang memenuhi rak di rumah pasti ada beberapa buku kesayangan. Buku-buku tersebut termasuk kesayangan karena beberapa alasan. Seperti isinya sangat disukai olehmu, edisi khusus, belinya dulu pakai perjuangan, atau diberi oleh seseorang yang istimewa.

    Tentu lebih berat untukmu melepas buku-buku tersebut daripada buku lain yang bagimu biasa-biasa saja. Buku yang biasa-biasa saja dengan mudah dilepas olehmu tanpa perlu banyak berpikir. Akan tetapi, kalau jumlah buku spesial sudah terlalu banyak mau tidak mau tetap harus dilepas.

    Cukup diakali dengan cara melepas yang sama istimewanya dengan buku tersebut. Buku-buku itu gak dijual super mudah seperti buku yang terasa biasa saja. Tidak pula dijual dengan harga yang lebih lumayan sebagai buku preloved atau diberikan ke orang yang belum tentu bisa menjaganya sebaik kamu.

    Antar buku-buku kesayanganmu langsung ke perpustakaan yang koleksinya terawat dengan baik. Petugas perpustakaan pasti akan senang sekali. Dirimu sebagai donatur buku juga merasa lebih puas.

    Tidak perlu merasa bersalah ketika tiba waktumu untuk melakukan decluttering buku. Sebagai penggemar bacaan, tahap ini cepat atau lambat pasti akan tiba. Justru ketika koleksi buku sudah banyak dan sebagiannya perlu disingkirkan, itu bukti kesukaamu membaca gak main-main.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More