Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
6 Tips Merawat Tanaman bagi Kamu yang Sering Lupa Menyiram
ilustrasi seseorang merawat caladium (pexels.com/cottonbro studio)
  • Pilih tanaman tahan kering seperti lidah mertua, lidah buaya, ZZ plant, atau kaktus, tetapi tetap pantau tanah, cahaya, dan perubahan daun.
  • Tentukan kebutuhan air dengan mengecek kelembapan tanah, bukan hanya kalender; alarm ponsel berfungsi sebagai pengingat pemeriksaan, bukan instruksi langsung menyiram.
  • Letakkan tanaman di area mudah terlihat sesuai kebutuhan cahaya, gunakan pot berdrainase baik, dan kaitkan pengecekan dengan rutinitas harian agar perawatan lebih konsisten.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kalau kita sering lupa menyiram, kita bisa pilih lidah buaya, kaktus, atau lidah mertua. Mereka tahan tanah kering. Kita harus pegang tanah dulu sebelum memberi air. Taruh pot di tempat yang gampang dilihat. Bisa pakai alarm untuk cek tanaman. Pot juga perlu lubang bawah supaya air lebih tidak terlalu banyak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Punya tanaman di rumah memang menyenangkan, sampai kamu tiba-tiba sadar sudah beberapa hari gak menyiramnya. Begitu melihat pot, daunnya sudah mulai lemas dan tanahnya kering. Kamu pun langsung merasa bersalah sambil buru-buru mencari penyiram tanaman.

Kalau kejadian seperti ini cukup familiar, kamu gak perlu langsung menyerah menjadi plant parent. Ada beberapa cara sederhana yang bisa membuat rutinitas merawat tanaman terasa lebih mudah, terutama kalau jadwal harianmu padat atau kamu memang gampang lupa. Yuk, coba enam tips berikut supaya tanaman tetap terurus tanpa kamu harus mengecek pot setiap saat.

1. Pilih tanaman yang tahan kering

ilustrasi tanaman ZZ plant (pexels.com/ROCKETMANN TEAM)

Langkah paling mudah adalah memilih tanaman yang memang gak membutuhkan penyiraman terlalu sering. Beberapa tanaman seperti lidah mertua, lidah buaya, ZZ plant, dan kaktus memiliki kemampuan menyimpan air atau cukup toleran terhadap kondisi media yang lebih kering. Karakter seperti ini membuatnya lebih cocok untuk kamu yang belum punya rutinitas menyiram tanaman.

Meski tahan kering, tanaman tersebut tetap membutuhkan perawatan yang sesuai. Jangan menganggap tanaman bisa dibiarkan berminggu-minggu tanpa perhatian sama sekali. Kamu tetap perlu memperhatikan kondisi tanah, cahaya, dan perubahan pada daun supaya tahu kapan tanaman membutuhkan air.

2. Cek tanah sebelum menyiram

ilustrasi seseorang merawat tanaman sirih gading (pexels.com/Sasha Kim)

Jangan menjadikan kalender sebagai satu-satunya patokan untuk menyiram tanaman. Kondisi tanah jauh lebih berguna untuk menentukan apakah tanaman memang membutuhkan air atau belum. Cuaca, ukuran pot, jenis tanaman, media tanam, dan kondisi ruangan bisa membuat kebutuhan air setiap tanaman berbeda.

Kamu bisa memasukkan jari beberapa sentimeter ke dalam media untuk merasakan kelembapannya. Kalau bagian dalam masih terasa basah, tahan dulu keinginan untuk menyiram. Cara sederhana ini juga membantu kamu menghindari kebiasaan menyiram berlebihan hanya karena merasa sudah beberapa hari gak menyentuh tanaman.

3. Letakkan tanaman di tempat yang mudah terlihat

ilustrasi tanaman hias pothos atau devil’s ivy (pexels.com/ROMAN ODINTSOV)

Tanaman yang diletakkan di sudut tersembunyi memang berisiko terlupakan. Kamu bisa menempatkannya di area yang sering dilewati, seperti dekat meja kerja, teras, ambang jendela, atau ruang keluarga. Setiap kali melihatnya, kamu akan lebih mudah ingat untuk mengecek kondisinya.

Bukan berarti semua tanaman harus dipajang di tengah ruangan, ya. Pilih lokasi yang tetap sesuai kebutuhan cahaya tanaman sambil mempertimbangkan rutinitasmu. Kalau tanaman memang membutuhkan cahaya terang, cari area terang yang tetap mudah kamu lihat sehingga fungsi dekorasinya berjalan dan perawatannya gak kelewat.

4. Buat pengingat sederhana

ilustrasi tanaman portulacaria afra (pexels.com/Erik Mclean)

Kalau mengandalkan ingatan sendiri selalu gagal, gak ada salahnya meminta bantuan teknologi. Kamu bisa memasang pengingat di kalender ponsel atau membuat alarm khusus untuk mengecek tanaman. Kata 'cek tanaman' mungkin terdengar sepele, tetapi cukup membantu agar rutinitas kecil ini gak hilang di tengah kesibukan.

Namun, gunakan alarm sebagai pengingat untuk memeriksa, bukan perintah wajib untuk langsung menyiram. Saat alarm berbunyi, lihat kondisi media tanam terlebih dahulu. Kalau masih lembap, kamu bisa menunda penyiraman sampai tanaman memang membutuhkannya.

5. Gunakan pot yang punya drainase baik

Ilustrasi pot dan bunga (pexels.com/Sóc Năng Động)

Pot dengan drainase yang baik sangat membantu menjaga kondisi akar. Lubang di bagian bawah pot memungkinkan kelebihan air keluar sehingga media gak terus-menerus tergenang. Hal ini penting terutama bagi kamu yang kadang lupa sudah menyiram atau justru panik lalu memberikan air terlalu banyak.

Pastikan lubang drainase gak tersumbat oleh tanah atau akar. Kalau menggunakan wadah penampung di bawah pot, jangan biarkan air menggenang terlalu lama. Tanaman yang kamu rawat dengan penuh kasih sayang tetap bisa bermasalah kalau akarnya terus berada dalam kondisi terlalu basah.

6. Buat rutinitas kecil yang gampang diingat

ilustrasi merawat tanaman (pexels.com/cottonbro studio)

Daripada menetapkan jadwal rumit untuk puluhan tanaman, kamu bisa menghubungkan pengecekan tanaman dengan aktivitas yang sudah menjadi kebiasaan. Misalnya, cek pot ketika sedang menyapu teras, membersihkan meja, atau menikmati kopi pagi. Rutinitas yang menempel pada kebiasaan lain biasanya lebih mudah dilakukan secara konsisten.

Kamu juga bisa mengelompokkan tanaman berdasarkan kebutuhan perawatannya. Tanaman yang membutuhkan pengecekan lebih sering bisa ditempatkan berdekatan, sementara tanaman yang tahan kering bisa diletakkan di area lain. Cara ini membuat kamu gak perlu mengingat kebutuhan setiap tanaman secara terpisah.

Merawat tanaman sebenarnya bukan perlombaan siapa yang paling rajin menyiram setiap pagi. Yang lebih penting adalah memahami kebutuhan tanaman dan memberikan perawatan sesuai kondisinya. Kalau kamu termasuk orang yang gampang lupa, memilih tanaman yang lebih toleran dan membuat sistem pengingat bisa jauh lebih efektif daripada memaksakan rutinitas yang terlalu rumit.

Jangan langsung merasa gagal hanya karena pernah menemukan tanaman yang layu akibat kelupaan. Anggap saja itu sebagai pengingat bahwa setiap tanaman punya kebutuhan berbeda. Mulai dari satu atau dua pot, buat kebiasaan kecil, lalu perlahan tingkatkan koleksimu kalau sudah merasa lebih percaya diri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article