“Pembeli sering kali memandang kolam renang sebagai masalah perawatan yang signifikan, bahaya keselamatan, dan kemewahan yang tidak mereka inginkan. Banyak orang mungkin hanya bersedia membayar lebih murah untuk rumah dengan kolam renang; atau bahkan tidak memilikinya sama sekali," kata Olivia Martin, seorang desainer interior di Berberorugs, dikutip dari Martha Stewart.
6 Upgrade Rumah yang Gak Worth the Money, Coba Pikir Lagi!

- Kolam renang, peralatan dapur premium, dan furnitur built-in yang sangat kustom berisiko menambah biaya tanpa meningkatkan nilai jual rumah secara sepadan.
- Ruang khusus seperti home theater, studio yoga, atau ruang permainan membutuhkan renovasi mahal dan belum tentu sesuai kebutuhan calon pembeli di masa depan.
- Hindari tren interior mencolok serta lanskap rumit; pilih fondasi timeless, aksen mudah diganti, dan eksterior sederhana yang rapi agar biaya perawatan terkendali.
Dalam hal renovasi rumah, kita pasti sering terinspirasi oleh desain menarik yang beredar di internet. Namun tidak semua upgrade rumah itu cocok untukmu, terutama jika menyangkut nilai jangka panjang atau fokusnya ingin dijual kembali.
Bahkan, banyak fitur mahal hanya menguras anggaran tanpa menambah daya tarik jual kembali. Kamu tentu ingin menginvestasikan uang pada fitur-fitur yang akan menambah nilai rumah atau setidaknya, tidak akan membuat calon pembeli di masa depan tidak ragu. So, cek beberapa upgrade rumah yang gak worth the money biar kamu gak rugi!
1. Kolam renang

Ilustrasi kolam renang (pexels.com/Jonathan Borba) Kolam renang terasa seperti fitur yang paling mewah di rumah, tetapi pengeluaran untuk upgrade fitur ini jarang sepadan. Biaya pemasangan bisa tinggi dan biaya perawatan, mulai dari bahan kimia, perbaikan, dan langkah-langkah keselamatan akan cepat membengkak.
Meskipun tidak dapat disangkal betapa menyenangkannya ada kolam renang di rumah, memilikinya seringkali harus membayar lebih untuk asuransi rumah. Ini juga membuat calon pembeli ragu karena mereka tidak tertarik dengan tanggung jawab tambahan seperti perawatannya.
Namun jika kamu memiliki keluarga dan berpikir akan tetap tinggal di rumah untuk waktu yang lama, mungkin ada baiknya mengeluarkan uang tersebut, terutama jika tinggal di iklim yang tropis.
2. Peralatan dapur mewah

Ilustrasi dapur (pexels.com/Rana Matloob Hussain) Kulkas, oven, dan kompor premium dapat menambah biaya renovasi secara signifikan alias lebih mahal daripada pilihan merek atau produk kelas menengah yang sering kali lebih andal. Kenyataannya, sebagian besar pembeli tidak akan peduli apakah kompor tersebut merek bergengsi, selama berfungsi dengan baik atau menghemat tagihan energi.
“Efisiensi energi adalah faktor terpenting bagi sebagian besar pembeli,” kata Nancy Dow, desainer interior di Sierra Living Concepts, dikutip dari Martha Stewart.
Jadi jika kamu melakukan upgrade dengan tujuan menjual kembali, fokuslah pada peralatan yang ramping, fungsional, dan terlihat bagus serta berkinerja efisien, kecuali kamu benar-benar serius dalam memasak.
3. Furnitur terintegrasi

Ilustrasi living room (pexels.com/Max Vakhtbovych) Furnitur seperti rak buku dan unit hiburan yang terintegrasi ke dalam ruangan sedang menjadi tren besar saat ini. Menambahkan furnitur terintegrasi ke ruangan dapat langsung meningkatkan tampilan ruangan dan menyediakan ruang penyimpanan serta pajangan tambahan.
Namun, para ahli memperingatkan agar tidak berlebihan dalam hal furnitur built-in yang sangat disesuaikan. Selain mahal, perabot seperti itu juga bisa menjadi masalah di kemudian hari saat kamu ingin menjual rumah.
“Mungkin desain tersebut terasa sempurna untuk kebutuhanmu saat ini, tetapi dapat membuat ruangan terasa kaku dan kurang menarik bagi pembeli di masa mendatang,” kata Elizabeth Vergara dari Vergara Homes, dikutip dari The Spruce.
Sebagai gantinya, Vergara menyarankan untuk memilih furnitur modular yang bergaya dengan fungsi yang sama tetapi dapat dengan mudah diganti. Furnitur built-in DIY juga menawarkan cara yang lebih terjangkau untuk mendapatkan tampilan yang disesuaikan dengan biaya yang jauh lebih rendah.
4. Ruang lifestyle khusus

Ilustrasi living room (pexels.com/Curtis Adams) Ruang teater rumahan yang mewah, studio yoga, atau ruang permainan terasa seperti 'dream upgrade', namun sering berubah menjadi kesalahan yang 'mahal'. Ruangan ini selalu membutuhkan renovasi khusus yang mahal dan hanya menarik bagi kalangan yang sangat terbatas.
Misalnya, membangun home theater yang ekstensif sebagai renovasi rumah dinilai tidak worth the money dalam jangka panjang. Selain investasi awal yang besar untuk mendapatkan semua peralatan, diperlukan integrasi yang substansial untuk memasang semuanya dengan benar.
Selain itu, pembeli mungkin tidak menginginkan atau membutuhkan ruangan khusus ini dan fitur-fitur seperti itu bahkan dapat mengurangi nilai rumah jika tidak sesuai dengan gaya hidup mereka. Tetapi, kemungkinan besar ruang khusus seperti area sauna masih lebih bermanfaat karena menggabungkan kesehatan dengan kepraktisan, sehingga memiliki daya tarik yang lebih luas.
5. Tren yang terlalu mencolok

Ilustrasi living room (pexels.com/Jonathan Borba) Kita pasti menyukai tren hunian, tetapi ketika ingin mengikuti tren tersebut di rumah, sangat penting untuk bersikap strategis dalam melakukannya. Tren datang dan pergi dengan sangat cepat, jadi mungkin bukan ide yang baik untuk langsung mengikuti tren terbaru yang baru saja viral di internet minggu lalu. Kamu tentu tidak mau melihat rumah di akhir tahun dengan menyesali tampilan rumah yang sudah ketinggalan zaman, kan?
Sebaliknya, jika kamu ingin mencoba sesuatu yang baru dan berani di ruangan, tetaplah berpegang pada fondasi yang timeless dan gunakan aksen, seperti cat, perangkat keras, atau dekorasi untuk menghadirkan tren yang kamu sukai. Dengan begitu, kamu dapat dengan mudah menggantinya ketika selera atau tren berubah.
6. Perbaikan outdoor

Ilustrasi halaman rumah (pexels.com/Max Vakhtbovych) Gazebo mungkin bukan daya tarik utama yang kamu harapkan. Mimi Nolen dari The Boehm Nolen Group di Birmingham, Alabama, mengatakan, penataan lanskap adalah sesuatu sangat boros.
“Taman yang besar dan rumit, dapur luar ruangan, atau fitur air; hal-hal seperti itu benar-benar mahal. Dan dari segi biaya, mungkin tidak worth the money," ujarnya dikutip dari Southern Living.
Sebagai gantinya, ia menyarankan untuk fokus pada elemen-elemen seperti pagar tanaman yang rapi, rumput yang baru ditanam, dan pembersihan dengan tekanan air yang baik. Sementara itu, tampilan luar rumah yang menarik itu memang penting, dan tanaman juga menjadi elemen yang dapat meningkatkan keindahan halaman. Akan tetapi, berlebihan bukanlah hal yang perlu dan berpotensi membuat calon pembeli enggan.
“Penataan lanskap yang indah tentu meningkatkan daya tarik rumah, tetapi memilih taman yang rumit dengan tanaman eksotis dapat menguras dompet dan merusak lingkungan. Taman-taman ini membutuhkan banyak perawatan, yang tidak semua orang siap untuk menanganinya,” kata Amr Samaha dari Samaha Studio, dikutip dari Real Simple.
Nah, itulah beberapa upgrade rumah yang gak worth the money karena butuh biaya perawatan yang tinggi, hingga tidak bernilai jika dijual kembali. Semoga jadi pertimbangan buat kamu yang ingin renovasi rumah, ya!
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)






















