Pernah berdebat dengan seseorang, tetapi setelah percakapan panjang, kamu justru merasa tidak mendapatkan jawaban yang jelas? Setiap kali ditanya alasannya, orang tersebut hanya mengulang pernyataan awal dengan kalimat berbeda. Alih-alih memberikan bukti yang meyakinkan, argumennya malah berputar di tempat.
Dalam dunia logika dan psikologi berpikir kritis, pola seperti ini dikenal sebagai circular reasoning. Kesalahan berpikir ini cukup sering muncul dalam percakapan sehari-hari, terutama ketika seseorang ingin mempertahankan pendapat tanpa memberikan alasan atau bukti yang benar-benar mendukungnya. Lantas, apa sebenarnya circular reasoning dan bagaimana cara mengenalinya? Simak penjelasan berikut ini, yuk!