Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

6 Beasiswa Luar Negeri tanpa Esai, Patut Dipertimbangkan!

6 Beasiswa Luar Negeri tanpa Esai, Patut Dipertimbangkan!
ilustrasi mahasiswa belajar menggunakan laptop (pexels.com/matreding)
  • Enam beasiswa Australia untuk mahasiswa internasional, termasuk Indonesia, menawarkan pertimbangan otomatis tanpa aplikasi beasiswa atau esai terpisah setelah pendaftaran program studi.
  • Pilihan mencakup ANU, UNSW, University of Sydney, dan University of Melbourne untuk jenjang sarjana hingga magister, dengan beberapa pengecualian program studi.
  • Nilai bantuan bervariasi, dari potongan biaya kuliah 20–25 persen hingga A$61.700 per tahun; pelamar tetap wajib memenuhi syarat admission dan offer tertentu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Mau kuliah di luar negeri, tetapi gak terlalu percaya diri menulis esai beasiswa? Kabar baiknya, ada sejumlah beasiswa yang gak mengharuskan pelamar mengajukan aplikasi beasiswa secara terpisah karena kandidat akan dipertimbangkan secara otomatis.

Meski begitu, kamu tetap perlu memenuhi persyaratan masuk universitas dan program studi yang dituju. Istilah “tanpa esai” dalam daftar ini merujuk pada beasiswa yang gak meminta esai atau aplikasi beasiswa secara terpisah, ya. Yuk, simak beasiswa luar negeri yang memproses pengajuan beasiswanya tanpa membutuhkan esai berikut ini!

 

  1. 1. ANU College of Arts and Social Sciences Academic Excellence Masters Scholarship

    ilustrasi mahasiswa internasional
    ilustrasi mahasiswa internasional (pexels.com/yankrukov)

    Australian National University menawarkan ANU College of Arts and Social Sciences Academic Excellence Masters Scholarship bagi mahasiswa internasional yang mendapatkan tawaran masuk program Master atau Master Advanced di College of Arts and Social Sciences. Indonesia termasuk salah satu negara yang tercantum sebagai negara yang memenuhi syarat.

    Menariknya, kandidat gak perlu mengajukan aplikasi beasiswa secara terpisah karena mahasiswa yang memenuhi kriteria, akan otomatis dipertimbangkan. Beasiswa ini bernilai A$20.000 (sekitar Rp251,7 juta) per tahun selama satu tahun sehingga dapat membantu mengurangi sebagian biaya kuliah selama menempuh studi di ANU.

  2. 2. ANU International Achievement Award

    ilustrasi mahasiswa belajar menggunakan laptop (pexels.com/matreding)
    ilustrasi mahasiswa belajar menggunakan laptop (pexels.com/matreding)

    ANU International Achievement Award dari Australian National University (ANU) ditujukan bagi mahasiswa internasional berprestasi yang ingin melanjutkan studi S1 maupun S2. Untuk mahasiswa dari Asia Tenggara, termasuk Indonesia, beasiswa ini menawarkan potongan biaya kuliah sebesar 25 persen, sedangkan kategori umum memberikan potongan 20 persen.

    Beasiswa ini berlaku untuk berbagai program studi, kecuali Doctor of Medicine and Surgery (MChD) dan Master of Digital Transformation and Entrepreneurship (MDTE). Pelamar gak perlu mengajukan aplikasi beasiswa secara terpisah karena mahasiswa internasional yang memenuhi syarat, akan otomatis dipertimbangkan setelah mendaftar admission di ANU.

  3. 3. Australia's Global University Award dari University of New South Wales

    ilustrasi mahasiswa dalam kelas (pexels.com/yankrukov)
    ilustrasi mahasiswa dalam kelas (pexels.com/yankrukov)

    Australia's Global University Award dari University of New South Wales (UNSW) ditujukan bagi mahasiswa internasional yang akan memulai studi penuh waktu pada program sarjana atau S2 coursework. Beasiswa ini memberikan bantuan sebesar A$10.000 (sekitar Rp125,9 juta) yang dibayarkan satu kali untuk biaya kuliah, dengan penerima dipilih berdasarkan prestasi akademik.

    Menariknya, pelamar gak perlu mengajukan aplikasi beasiswa atau dokumen pendukung tambahan untuk mendapatkannya. Mahasiswa yang memenuhi syarat dan telah memperoleh offer admission dari UNSW akan otomatis dipertimbangkan, lalu informasi beasiswa dicantumkan bersamaan dengan surat penerimaan.

  4. 4. FASS International Postgraduate Coursework Commencing Scholarship

    ilustrasi mahasiswa belajar (pexels.com/icsa)
    ilustrasi mahasiswa belajar (pexels.com/icsa)

    FASS International Postgraduate Coursework Commencing Scholarship dari University of Sydney ditujukan bagi mahasiswa internasional yang ingin melanjutkan S2 coursework di Faculty of Arts and Social Sciences. Beasiswa ini menawarkan bantuan hingga A$61.700 (sekitar Rp776,6 juta) per tahun selama dua tahun untuk mahasiswa yang mengikuti studi penuh waktu.

    Gak perlu membuat aplikasi beasiswa secara terpisah karena mahasiswa yang memenuhi syarat dan telah mendapatkan unconditional offer akan otomatis dipertimbangkan. Artinya, kamu gak perlu menyiapkan esai atau aplikasi beasiswa secara terpisah untuk mendapatkan kesempatan menerima beasiswa ini.

  5. 5. Melbourne International Graduate Scholarship

    ilustrasi mahasiswa memakai earphone (pexels.com/charlottemay)
    ilustrasi mahasiswa memakai earphone (pexels.com/charlottemay)

    Buat kamu yang mengincar kuliah magister di Australia, Melbourne International Graduate Scholarship dari University of Melbourne juga bisa menjadi pilihan. Beasiswa ini ditujukan bagi mahasiswa internasional yang mendapatkan tawaran untuk menempuh program master coursework dan berasal dari negara dengan GDP per kapita US$10.000 atau kurang berdasarkan data Bank Dunia.

    Kamu gak perlu mengajukan aplikasi beasiswa secara terpisah karena akan otomatis dipertimbangkan setelah mendaftar program studi. Untuk mahasiswa yang memenuhi kriteria, beasiswa ini memberikan potongan biaya kuliah sebesar 20 persen selama durasi program yang memenuhi ketentuan.

  6. 6. Vice-Chancellor's International Scholarships Scheme

    ilustrasi grup mahasiswa (pexels.com/ivansamkov)
    ilustrasi grup mahasiswa (pexels.com/ivansamkov)

    Vice-Chancellor's International Scholarships Scheme (VCIS) dari University of Sydney ditujukan bagi mahasiswa internasional berprestasi yang ingin menempuh program sarjana atau master coursework. Beasiswa ini menawarkan bantuan mulai dari A$5.000 (sekitar Rp62,9 juta) hingga A$60.000 (sekitar Rp755,2 juta), tergantung hasil seleksi, dengan penerima harus memenuhi persyaratan admission dan mendapatkan unconditional offer sebelum batas waktu yang ditentukan.

    VCIS gak memerlukan aplikasi atau esai beasiswa secara terpisah karena kandidat yang memenuhi syarat akan otomatis dipertimbangkan. Namun, persyaratan admission kuliah tetap dapat mencakup esai atau personal statement, tergantung program studi yang dipilih.

    Gak perlu khawatir soal esai, beberapa beasiswa di atas bisa dipertimbangkan secara otomatis. Yuk, cek syarat dan jadwalnya sebelum mendaftar!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More