Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Buku Favorit Kendall Jenner yang Tak Boleh Dilewatkan, Inspiratif!

Kendall Jenner di First Time Allure (okok, CC BY 3.0, via Wikimedia Commons)
Kendall Jenner di First Time Allure (okok, CC BY 3.0, via Wikimedia Commons)
Intinya sih...
  • The Houseguest — Amparo Dávila: - Kumpulan cerita pendek dengan nuansa psikologis intens dan tidak nyaman.
  • Black Swans — Eve Babitz: - Potret California sinis, elegan, penuh nostalgia di era 1980–1990-an.
  • So Sad Today — Melissa Broder: - Buku jujur dan emosional tentang kecemasan, cinta, kecanduan, dan rasa hampa.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kendall Jenner mungkin lebih dikenal sebagai supermodel dan ikon fashion dunia, tapi di balik kehidupan glamornya, ia juga dikenal sebagai pencinta buku. Beberapa kali, Kendall membagikan bacaan favoritnya lewat Instagram Story atau unggahan santai yang langsung bikin penggemar penasaran.

Menariknya, buku-buku favorit Kendall cenderung membahas tema psikologis, kesepian, hingga kegelisahan hidup modern. Dari cerita pendek yang absurd sampai puisi yang sangat personal, daftar bacaannya terasa jujur dan manusiawi. Berikut enam buku favorit Kendall Jenner yang bukan cuma menarik, tapi juga bisa membuka perspektif baru saat membacanya.

1. The Houseguest — Amparo Dávila

buku The Houseguest.
buku The Houseguest (waterstones.com)

Buku ini berisi kumpulan cerita pendek dengan nuansa psikologis yang intens dan sering kali terasa tidak nyaman. Amparo Dávila dikenal piawai mengubah hal-hal sehari-hari menjadi sumber ketakutan yang perlahan merayap. Kesepian, paranoia, dan rasa terancam hadir bukan lewat monster besar, tapi lewat detail kecil yang terasa nyata.

The Houseguest begitu kuat karena caranya menggambarkan kegilaan batin secara halus namun menusuk. Karakter-karakternya sering terjebak dalam pikiran sendiri, seolah tidak bisa membedakan antara kenyataan dan ketakutan. Tak heran jika buku ini menarik perhatian Kendall, karena ceritanya menggugah emosi tanpa harus berisik atau berlebihan.

2. Black Swans — Eve Babitz

buku Black Swans.
buku Black Swans (goodreads.com)

Black Swans adalah potret California dari sudut pandang yang sinis, elegan, dan penuh nostalgia. Eve Babitz menulis tentang Los Angeles di era 1980–1990-an, dengan segala kemewahan, pesta, dan kekosongan di baliknya. Kisah-kisahnya terasa personal, seperti gosip lama yang diceritakan ulang dengan kejujuran yang pahit.

Buku ini tidak hanya bicara soal budaya pop, tapi juga kecemburuan, ambisi, dan perubahan nilai dalam masyarakat. Ada rasa kehilangan yang kuat di balik gaya penulisannya yang santai. Untuk Kendall, buku ini terasa relevan karena membongkar sisi gelap dari dunia glamor yang sering tampak sempurna dari luar.

3. So Sad Today — Melissa Broder

buku So Sad Today.
buku So Sad Today (goodreads.com)

Buku ini lahir dari akun Twitter anonim yang digunakan Melissa Broder untuk menumpahkan kecemasan dan pikiran tergelapnya. So Sad Today terasa sangat jujur dan emosional, membahas kecemasan, cinta, kecanduan, hingga rasa hampa yang sulit dijelaskan. Gaya penulisannya lugas, seolah sedang membaca isi kepala seseorang tanpa filter.

Buku ini menonjol karena keberaniannya untuk tidak selalu menawarkan solusi. Broder tidak berpura-pura sudah sembuh atau menemukan jawaban hidup. Justru di situlah kekuatannya karena buku ini menjadi teman bagi siapa pun yang pernah merasa tidak baik-baik saja, termasuk Kendall yang terbuka soal kecemasan yang pernah ia alami.

4. Can’t and Won’t — Lydia Davis

buku Can’t and Won’t.
buku Can’t and Won’t (us.macmillan.com)

Lydia Davis dikenal sebagai penulis cerita superpendek dengan ide-ide yang tak biasa. Dalam Can’t and Won’t, ia menghadirkan kisah-kisah singkat tentang kehidupan sehari-hari, tapi dibalut humor kering dan absurditas yang cerdas. Judul-judul ceritanya saja sudah cukup membuat penasaran.

Meski terlihat ringan, buku ini menuntut pembaca untuk benar-benar memperhatikan detail kecil. Banyak ceritanya terasa seperti potongan pikiran yang jujur dan spontan. Buku ini cocok untuk Kendall yang tampaknya menyukai karya-karya yang tidak konvensional dan mengajak pembaca berpikir tanpa harus digurui.

5. Tonight I’m Someone Else — Chelsea Hodson

buku Tonight I’m Someone Else.
buku Tonight I’m Someone Else (chelseahodson.com)

Buku esai ini membahas seksualitas dan privasi di era digital dengan sudut pandang yang berani. Chelsea Hodson menulis dengan sangat personal, membongkar keinginannya sendiri sambil mempertanyakan batas antara kepemilikan tubuh dan eksistensi di dunia online. Esainya terasa tajam dan kadang tidak nyaman, tapi justru itulah daya tariknya.

Dalam dunia yang dipenuhi likes, citra diri, dan eksposur publik, buku ini terasa sangat relevan. Kendall, sebagai figur publik, mungkin menemukan refleksi dirinya di dalamnya. Tonight I’m Someone Else tidak hanya kritis, tapi juga jujur tentang kerentanan manusia di era modern.

6. How to Cure a Ghost — Fariha Róisín

buku How to Cure a Ghost.
buu How to Cure a Ghost (fariharoisin.com)

Buku puisi ini mengeksplorasi trauma, cinta, dan konflik batin sebagai perempuan Muslim queer. Tulisan Fariha Róisín terasa intim, penuh luka, tapi juga berani. Ia tidak menyederhanakan rasa sakit, melainkan menguraikannya dengan bahasa yang emosional dan reflektif.

Hubungan rumit dengan ibu, pencarian jati diri, dan rasa terbelah antara banyak identitas menjadi tema utama buku ini. Bagi Kendall, bacaan seperti ini menawarkan perspektif yang jauh dari kehidupannya sendiri, namun tetap terasa menyentuh. Puisi-puisi ini membuktikan bahwa membaca bisa menjadi cara memahami pengalaman orang lain secara lebih dalam.

Pilihan buku favorit Kendall Jenner menunjukkan sisi dirinya yang lebih reflektif dan penuh empati. Daftar bacaan ini membuktikan bahwa buku bisa menjadi pelarian sekaligus cermin diri. Jadi, dari enam buku di atas, mana yang paling bikin kamu penasaran untuk dibaca lebih dulu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya
Follow Us

Latest in Life

See More

6 Workload Management Strategy agar Kamu Gak Overwhelmed

12 Jan 2026, 19:07 WIBLife