Buku Favorit Ligwina Hananto di 2025, Banyak Tema Politik dan Sejarah

- Koloni karya Ratih Kumala
- Buku fabel tentang kehidupan semut
- Buku fabel tentang kehidupan semut
- Plot twist menarik dan pandangan yang fresh
- Mengikuti perjalanan Ratu Gegana dan Ratu Darojak
- Bungkam Suara
- Cerita fiksi dengan latar Negara Kesatuan Adat Lawaknesia
- Cerita fiksi dengan latar Negara Kesatuan Adat Lawaknesia
- Memberi gambaran situasi politik penuh kerusuhan
- Merepresentasikan kemarahan akan rezim
- Rahasia Salinem
- Novel historical fiction tentang abdi dalem di keraton
Pakar finansial Ligwina Hananto membagikan beberapa judul buku yang berhasil ditamatkannya sepanjang tahun 2025. Buku lain yang dibaca oleh Ligwina di antaranya adalah Dopamine Nation, Personal Librarian, Mathes, The Bookshop Woman, Book Lovers, Muslim yang Diperdebatkan, Toko Buku Abadi, Malam Seribu Jahanam, Manifesto Flora, The Psychology of Money, Malam Seribu Jahanam, Puspa Bangsa, dan Malam Terakhir.
Selain beberapa judul yang ditamatkan, Ligwina juga berbagi to be read book di tahun 2026. Dari buku fiksi, ada Great Big Beautiful Life, Intermezzo, dan Katabasis. Sementara untuk buku nonfiction, Ligwina berniat untuk menyelesaikan tulisan Daniel Kahneman berjudul Thinking, Fast and Slow dan buku About Writing yang ditulis oleh Samuel R. Delany.
Di antara buku-buku tersebut, Ligwina memilih 3 novel fiksi sebagai bacaan terbaiknya sepanjang 2025. Berikut adalah daftar buku favorit Ligwina di tahun 2025.
1. Koloni karya Ratih Kumala

Koloni menjadi karya fabel di dunia semut karya Ratih Kumala. Buku tersebut menyoroti kehidupan dua ekor semut ratu alfa, yakni Ratu Gegana dan Ratu Darojak. Meski mengangkat dongeng fabel, namun Ratih Kumala berhasil menggambarkan perebutan kekuasaan dan pertempuran antarkubu yang menarik.
Menurut Ligwina, buku ini punya banyak plot twist dengan akhir cerita yang tidak terduga. Meski mengangkat kisah tentang koloni semut, namun penulis berhasil memberikan pandangan yang berbeda dan fresh untuk pembaca. Mengikuti perjalanan Ratu Gegana dan Ratu Darojak lewat buku ini, seolah menjadi bagian dari kehidupan koloni semut.
2. Bungkam Suara

Novel Bungkam Suara ditulis oleh J.S. Khairen sekaligus menjadi karya keenambelasnya. Khairen mengangkat cerita dengan latar Negara Kesatuan Adat Lawaknesia (NAKAL), di mana terdapat Hari Bebas Bicara. Pada momen tersebut, setiap orang berhak bersuara tanpa khawatir akan ada konsekuensi hukum.
Novel fiksi ini juga mampu memberi gambaran situasi politik yang penuh kerusuhan, rakyat berkelahi dengan rakyat, murid dengan guru, dan lainnya. Ini adalah cerita fiksi yang mampu memberi visual kehidupan suatu bangsa yang carut-marut ketika kebebasan bicara dibatasi. Bagi Ligwina, buku ini berhasil merepresentasikan kemarahan akan rezim.
3. Rahasia Salinem

Novel historical fiction yang ditulis oleh Brilliant Yotenaga dan Wisnu Suryaning Adji juga menarik perhatian Ligwina. Menceritakan kisah Salinem, seorang abdi dalem yang mengurus kebutuhan keluarga keraton selama hampir satu abad. Konflik dimulai ketika Salinem harus bergelut dengan berbagai peristiwa kelam.
Berbagai misteri mulai terkuak menjelang kematiannya. Inilah yang membuat kehidupan Salinem jadi penuh pergolakan. Menurut Ligwina, buku ini hadir dengan flow cerita yang enak dibaca sekaligus memiliki alur yang mengejutkan.
Beberapa novel di atas bisa menjadi referensi kamu untuk dibaca sepanjang tahun 2026. Jika kamu menyukai topik sejarah, politik, dan fiksi, beberapa bacaan di atas akan sangat tepat untukmu.



















