Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Penyebab Utama Kinerja Kerja Menurun Saat Work From Home

5 Penyebab Utama Kinerja Kerja Menurun Saat Work From Home
Ilustrasi work from home (freepik.com/freepik)
  • Kinerja saat WFH dapat menurun ketika ruang kerja bercampur dengan aktivitas lain, sehingga otak sulit membedakan waktu fokus dan waktu istirahat.
  • Penundaan awal hari serta gangguan rumah tangga yang berulang membuat perhatian terus berpindah dan menguras energi mental untuk menyelesaikan pekerjaan.
  • Istirahat dengan ponsel tanpa batas dan jam kerja tanpa penutup jelas dapat mengganggu ritme, memicu lelah, serta menurunkan semangat kerja.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bekerja dari rumah memang terdengar lebih nyaman karena gak perlu menghadapi macet atau buru-buru berangkat pagi. Namun, semakin lama menjalaninya, banyak orang mulai sadar kalau suasana rumah juga bisa diam-diam menguras fokus. Hal kecil yang awalnya terasa sepele justru pelan-pelan membuat ritme kerja berubah.

Bukan karena kamu kurang disiplin atau kehilangan kemampuan bekerja. Sering kali, ada kebiasaan kecil yang tanpa sadar menjadi penyebab gak fokus saat WFH dan bikin pekerjaan terasa lebih berat. Yuk, simak lima penyebab yang sering luput disadari sekaligus cara sederhana untuk mulai mengembalikan ritme kerja.

  1. 1. Meja kerja berubah jadi tempat melakukan semuanya

    ilustrasi bekerja
    ilustrasi bekerja (magnific.com/wayhomestudio)

    Awalnya kamu cuma berniat membuka laptop sambil menikmati sarapan sebentar. Beberapa menit kemudian, piring masih ada di samping keyboard, notifikasi belanja masuk, lalu tangan berpindah membuka media sosial sebelum kembali ke dokumen kerja. Ruang yang sama akhirnya dipakai untuk semua aktivitas sekaligus.

    Otak sebenarnya membutuhkan batas yang jelas untuk mengenali kapan waktunya bekerja dan kapan waktunya beristirahat. Saat semuanya bercampur dalam satu tempat, konsentrasi jadi lebih mudah terpecah. Kalau ingin tingkatkan kinerja WFH, cobalah memberi fungsi khusus pada sudut kerja meski hanya meja kecil di kamar.

  2. 2. Terlalu sering bilang "sebentar lagi mulai"

    ilustrasi perempuan menggunakan handphone
    ilustrasi perempuan menggunakan handphone (freepik.com/freepik)

    Jam kerja sudah dimulai, tetapi kamu merasa masih punya banyak waktu. Kamu memilih menyiram tanaman dulu, melipat baju yang baru kering, atau sekadar menonton satu video pendek sebelum membuka tugas pertama. Tanpa terasa, satu jam berlalu begitu saja.

    Penundaan kecil terasa aman karena gak langsung menimbulkan masalah. Padahal, otak justru semakin sulit masuk ke mode kerja setelah terlalu lama menunda. Membuat target sederhana dalam tiga puluh menit pertama bisa membantu mengurangi rasa malas kerja dari rumah yang sering muncul sejak pagi.

  3. 3. Rumah terasa ramai meski sebenarnya sedang sendirian

    ilustrasi wanita work from home
    ilustrasi wanita work from home (magnific.com/magnific)

    Suara mesin cuci berhenti membuatmu ingin segera menjemur pakaian. Bunyi bel paket datang membuat perhatian berpindah. Bahkan aroma makanan dari dapur bisa tiba-tiba membuatmu meninggalkan kursi kerja lebih lama dari yang direncanakan.

    Gangguan di rumah sering bersifat kecil, tetapi datang berkali-kali dalam sehari. Akibatnya, energi mental habis untuk berpindah fokus, bukan menyelesaikan pekerjaan. Memberi jeda khusus untuk mengurus urusan rumah bisa membuat pikiran lebih tenang saat kembali bekerja.

  4. 4. Jam istirahat berubah jadi waktu bermain ponsel tanpa batas

    ilustrasi perempuan menggunakan handphone
    ilustrasi perempuan menggunakan handphone (freepik.com/Lifestylememory)

    Niatnya cuma membuka media sosial lima menit sambil meregangkan badan. Tahu-tahu kamu sudah membaca komentar, berpindah ke video lain, lalu merasa malas membuka laptop lagi karena suasana santai sudah terlanjur terbentuk. Saat kembali melihat daftar pekerjaan, energimu sudah telanjur habis.

    Otak menyukai aktivitas yang memberi kepuasan instan dibanding pekerjaan yang membutuhkan usaha lebih panjang. Itulah kenapa penyebab gak fokus saat WFH sering datang dari kebiasaan kecil yang terasa menyenangkan. Mengganti waktu istirahat dengan berjalan sebentar atau membuat minuman hangat bisa membantu menjaga ritme kerja tetap stabil.

  5. 5. Hari terasa berjalan tanpa penutup yang jelas

    ilustrasi perempuan lelah
    ilustrasi perempuan lelah (freepik.com/diana.grytsku)

    Sore sudah lewat, tetapi laptop masih terbuka karena merasa masih ada satu tugas lagi. Setelah itu muncul pekerjaan lain, lalu kamu mengecek pesan kantor sebelum tidur. Besok paginya, tubuh terasa lelah meski semalam gak benar-benar lembur.

    Bekerja tanpa batas waktu membuat otak sulit merasakan bahwa pekerjaan sudah selesai. Lama-kelamaan, rasa lelah berubah menjadi kehilangan semangat karena hari terasa terus dipenuhi urusan kerja. Menentukan jam selesai yang konsisten menjadi langkah sederhana untuk tingkatkan kinerja WFH sekaligus menjaga energi tetap terisi.

    Bekerja dari rumah memang memberi fleksibilitas, tetapi juga menghadirkan tantangan yang sering muncul dari kebiasaan kecil sehari-hari. Saat kamu mulai mengenali penyebabnya, perubahan sederhana pun terasa lebih mungkin dilakukan tanpa tekanan berlebihan. Ritme kerja yang nyaman biasanya lahir dari kebiasaan yang pelan-pelan diperbaiki, bukan dari tuntutan untuk selalu produktif setiap saat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More