5 Buku yang Bikin Kamu Lebih Paham Menjadi Orangtua

Menjadi orangtua bukan hanya soal mengurus anak, tapi juga memahami diri sendiri. Banyak orang baru sadar bahwa pola pengasuhan yang mereka alami dulu ternyata memengaruhi cara mereka berpikir, merasa, dan membangun hubungan. Di sinilah buku bisa jadi jembatan untuk memahami hal-hal yang tidak pernah diajarkan secara langsung.
Topik seperti inner child, trauma keluarga, dan komunikasi emosional juga semakin relevan. Berikut buku yang bikin kamu lebih paham menjadi orangtua.
1. "Adult Children of Emotionally Immature Parents" by Lindsay Gibson

Buku ini membahas bagaimana pola asuh orangtua yang tidak matang secara emosional, bisa berdampak panjang hingga anak dewasa. Lindsay C. Gibson sebagai psikolog klinis menjelaskan bahwa orangtua seperti ini sering kesulitan empati, menghindari kedekatan emosional, dan cenderung fokus pada diri sendiri.
Dalam buku ini, kamu akan memahami kenapa kamu mungkin merasa tidak cukup, sulit mengungkapkan emosi, atau selalu ingin menyenangkan orang lain. Ini bukan semata kesalahanmu, tapi bagian dari pola yang terbentuk sejak kecil. Buku ini membantu kamu melihat akar masalahnya dengan jelas.
2. “The Book You Wish Your Parents Had Read” by Philippa Perry

Ditulis oleh psikoterapis Philippa Perry, buku ini menekankan bahwa inti parenting bukan kesempurnaan, tapi hubungan. Ia menjelaskan bahwa kesalahan dalam hubungan orangtua–anak itu wajar, yang penting adalah proses memperbaiki hubungan.
Buku ini juga mengajak kamu melihat bagaimana masa kecil memengaruhi cara kamu bereaksi saat ini. Dengan memahami luka lama, kamu bisa mencegah pola tersebut terulang ke anakmu nanti.
3. “Home Body” by Rupi Kaur

Meski bukan buku parenting, karya Rupi Kaur ini sangat relevan untuk healing inner child. “Home Body” berisi puisi tentang luka, keluarga, identitas, dan perjalanan mencintai diri sendiri. Buku ini membantu kamu memahami perasaan yang mungkin sulit dijelaskan.
Banyak orang menemukan bahwa luka masa kecil sering muncul dalam bentuk kecemasan, rasa tidak aman, atau hubungan yang tidak sehat dan buku ini memberi ruang untuk memprosesnya. Lewat bahasa yang sederhana dan jujur, buku ini mengajak kamu berdamai dengan diri sendiri.
4. “Parenting from the Inside Out” by Daniel J. Siegel & Mary Hartzell

Buku ini ditulis oleh Daniel J. Siegel, seorang psikiater yang fokus pada perkembangan otak dan hubungan emosional. Ia menjelaskan bahwa pola asuh sangat dipengaruhi oleh pengalaman masa kecil orangtua sendiri.
Konsep utamanya adalah: untuk menjadi orangtua yang baik, kamu harus memahami cerita hidupmu sendiri. Jika tidak, kamu cenderung mengulang pola lama tanpa sadar. Buku ini menggabungkan ilmu neuroscience dan psikologi untuk menjelaskan hal tersebut.
5. “How to Talk So Kids Will Listen & Listen So Kids Will Talk” by Adele Faber & Elaine Mazlish

Buku klasik ini fokus pada komunikasi antara orangtua dan anak. Adele Faber dan Elaine Mazlish memberikan teknik praktis untuk menghadapi emosi anak tanpa konflik berlebihan. Kamu akan belajar cara merespons tantrum, memberi batasan tanpa marah, dan membangun komunikasi yang sehat.
Buku ini terkenal karena pendekatannya sederhana tapi efektif dan mengajarkan komunikasi yang empatik. Banyak orang tumbuh tanpa diajarkan cara bicara yang sehat dan buku ini membantu memutus siklus tersebut.
Lewat buku-buku ini, kamu tidak hanya belajar cara mengasuh anak, tapi juga cara memahami diri sendiri. Karena pada akhirnya, orangtua yang sadar diri dan mau belajar adalah kunci untuk membangun keluarga yang lebih sehat, hangat, dan penuh empati.
![[QUIZ] Dari Karakter Upin & Ipin, Kamu Dog Person atau Cat Person?](https://image.idntimes.com/post/20260219/upload_6c0915d1b21e570b374b70f2000e098f_d2cc5b96-6f0c-4380-b67e-c891af1c1d7f.jpg)
![[QUIZ] Seberapa Pintar Kamu Kalau Ada di Geng Upin & Ipin?](https://image.idntimes.com/post/20260227/whatsapp-image-2026-02-27-at-07_511e43a3-c969-41d1-a29a-12bbed4ec74f.jpeg)

![[QUIZ] Prediksi Mood dari Stiker WA, Cobain Deh!](https://image.idntimes.com/post/20251120/upload_2cd4c7e494392012a755befd39fc4b99_a05446ff-c8f1-469b-bee0-420e8fff1768.jpg)
![[QUIZ] Tebak Karakter dari Wallpaper Handphone](https://image.idntimes.com/post/20260328/1000213328_b41eec6c-f289-4931-aae8-66998307005c.jpg)



![[QUIZ] Kalau Tinggal di Kampung, Ini Rumah yang Cocok untukmu](https://image.idntimes.com/post/20240424/pexels-photo-1101296-3159a2704e4b6062c72c7e3be406df32-04b9e88119dbe7f69155413894ae730e.jpeg)

![[QUIZ] Dari Cara Berteman, Kamu Loyal atau Sekadar Kenal?](https://image.idntimes.com/post/20260406/duy-pham-cecb0_8hx-o-unsplash_049c4635-c2c5-4e05-8666-c26ea7275bad.jpg)
![[QUIZ] Siapa yang Bisa Memenangkan Hatimu Tahun Ini?](https://image.idntimes.com/post/20250906/benarkah-pdkt-kurang-dari-3-bulan-artinya-dia-cuma-penasaran_4fbc3f33-f148-4084-be58-9c66067d8f10.jpeg)
![[QUIZ] Estetika Instagram Kasih Tahu Seperti Apa Dirimu](https://image.idntimes.com/post/20260419/4-instagram_68b96f89-8782-42ad-8987-8d7288c27d01.jpg)





