Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cara Belajar agar Informasi Gak Mudah Lupa, Coba Terapkan!
ilustrasi belajar virtual (pexels.com/juliamcameron)

Belajar bukan cuma soal membaca materi berulang kali sampai terasa familiar. Agar informasi lebih mudah diingat dalam jangka panjang, kamu perlu membuat otak benar-benar memproses, menghubungkan, dan mengambil kembali informasi tersebut. Karena itu, cara belajar yang aktif bisa membantu materi lebih melekat dan gak cepat hilang dari ingatan.

Kamu juga gak harus belajar berjam-jam tanpa jeda untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Beberapa strategi seperti mengulang materi secara berkala, menguji diri sendiri, dan menghubungkan informasi dengan hal yang sudah kamu ketahui dapat membuat proses belajar lebih efektif. Yuk, coba beberapa cara berikut agar informasi yang kamu pelajari gak mudah lupa!

1. Ulangi materi secara berkala

ilustrasi belajar depan laptop (pexels.com/roxanneminnish)

Membaca materi sekali lalu merasa sudah memahaminya belum tentu membuat informasi bertahan lama. Salah satu cara yang bisa dicoba adalah spaced repetition, yaitu mengulang materi dalam interval tertentu agar informasi lebih melekat. Cara ini berbeda dari sistem kebut semalam karena kamu memberikan jeda di antara setiap sesi belajar.

Pengulangan sebaiknya dilakukan secara bertahap, terutama untuk materi yang kompleks. Dikutip dari Harvard Summer School, Dr. Tracey Tokuhama-Espinosa, instruktur Harvard University Extension School dan Harvard Summer School, menjelaskan bahwa pengulangan dapat membantu mempercepat proses mengingat kembali informasi.

“Ketika kamu mengulang materi, kamu meningkatkan kecepatan dalam mengingat kembali informasi karena memperkuat selubung mielin, sehingga sinyal listrik bergerak lebih cepat dan kamu dapat menerapkan informasi tersebut,” ujar Dr. Tracey Tokuhama-Espinosa.

2. Uji diri sendiri setelah mempelajari materi

ilustrasi belajar virtual (pexels.com/juliamcameron)

Jangan hanya membaca ulang catatan untuk memastikan apakah kamu sudah memahami materi. Cobalah menutup buku lalu menjawab pertanyaan tentang apa yang baru saja dipelajari tanpa melihat jawabannya. Cara ini membuatmu aktif mengambil kembali informasi dari ingatan, bukan sekadar mengenali informasi yang sudah familiar.

Kamu juga bisa membuat pertanyaan sendiri berdasarkan materi yang kemungkinan muncul dalam ujian. Setelah mengerjakannya, periksa bagian yang masih salah lalu pelajari kembali materi tersebut sebelum mencoba soal serupa beberapa hari kemudian. Dengan begitu, kamu bisa mengetahui bagian yang sudah dikuasai dan materi yang masih perlu dipelajari.

3. Ajarkan kembali materi dengan bahasamu sendiri

ilustrasi belajar virtual (pexels.com/juliamcameron)

Salah satu cara mengetahui apakah kamu benar-benar memahami materi adalah dengan menjelaskannya kepada orang lain. Kamu bisa menerangkan konsep kepada teman, keluarga, atau bahkan diri sendiri seolah-olah sedang mengajar. Cara ini membuatmu menyusun kembali informasi dengan kata-kata sendiri sekaligus menemukan bagian yang masih belum dipahami.

Menurut Dr. Tracey Tokuhama-Espinosa, mengajarkan materi kepada orang lain dapat menjadi cara untuk menguji retensi. Kamu perlu memahami konsep dengan cukup baik agar mampu menjelaskannya menggunakan kata-kata sendiri.

“Cara lain untuk menguji seberapa baik kamu mengingat atau melatih apa yang sudah dipelajari adalah dengan mengajarkannya kepada orang lain. Ini mengharuskan kamu memahami konsep tersebut dengan cukup baik untuk menjelaskannya menggunakan kata-katamu sendiri,” ujar Dr. Tracey Tokuhama-Espinosa.

4. Gunakan lebih dari satu cara untuk mempelajari materi

ilustrasi belajar virtual (pexels.com/juliamcameron)

Jangan terpaku pada satu metode belajar, misalnya hanya membaca atau menghafalkan catatan. Cobalah menggabungkan membaca dengan menulis rangkuman, membuat peta konsep, berdiskusi, atau menjelaskan materi dengan suara keras. Variasi ini membuat informasi diproses melalui beberapa cara sekaligus dan dapat memperkuat jalur saraf yang berbeda.

Dr. Tracey Tokuhama-Espinosa menjelaskan bahwa otak dapat belajar melalui berbagai indra. Karena itu, kamu gak perlu terpaku pada satu gaya belajar, tetapi bisa mengombinasikan aktivitas visual, tulisan, suara, dan diskusi sesuai kebutuhan.

“Otakmu akan senang belajar melalui semua indramu. Semakin banyak input, semakin baik. Faktanya, mempelajari pemahaman konsep yang sama melalui berbagai indra sangat baik karena memperkuat jalur saraf yang sedikit berbeda di dalam otak,” ujar Dr. Tracey Tokuhama-Espinosa.

5. Hubungkan informasi baru dengan hal yang sudah kamu ketahui

ilustrasi belajar virtual (pexels.com/juliamcameron)

Informasi baru akan lebih mudah dipahami ketika kamu mengaitkannya dengan pengetahuan atau pengalaman yang sudah dimiliki. Saat menemukan konsep yang terasa asing, coba cari contoh dalam kehidupan sehari-hari agar materi terasa lebih relevan dan gak sekadar dihafalkan.

Materi juga akan lebih mudah diingat ketika terasa personal dan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Dr. Tracey Tokuhama-Espinosa, menemukan hubungan personal dengan suatu konsep dapat meningkatkan kemungkinan kamu mengingatnya kembali. Karena itu, saat belajar, coba tanyakan, “Ini berkaitan dengan apa yang sudah aku ketahui?” atau “Di mana aku bisa menemukan contoh konsep ini dalam kehidupan sehari-hari?”

6. Beri jeda dan tidur yang cukup

ilustrasi remaja tertidur di sofa (pexels.com/rdne)

Belajar terus-menerus tanpa istirahat bukan berarti informasi akan otomatis lebih banyak tersimpan dalam ingatan. Mengutip dari Times Higher Education, belajar dalam beberapa sesi singkat dengan jeda istirahat dapat lebih membantu daripada melakukan cramming atau belajar sekaligus dalam waktu panjang. Jeda juga memberi kesempatan untuk beristirahat sebelum kembali memusatkan perhatian pada materi.

Tidur menjadi bagian penting dari proses belajar karena informasi yang baru diperoleh perlu dikonsolidasikan. Karena itu, jangan mengorbankan waktu tidur hanya untuk menambah beberapa jam belajar menjelang ujian. Lebih baik atur waktu belajar sejak jauh-jauh hari agar kamu punya kesempatan mengulang materi sekaligus mendapatkan waktu istirahat yang cukup.

7. Buat catatan yang membantu otak mengingat

ilustrasi mencatat (pexels.com/vladakarpovich)

Mencatat bukan berarti menyalin seluruh isi buku atau materi yang diberikan dosen. Cobalah menulis poin utama dengan bahasamu sendiri, membuat kerangka, menyusun peta konsep, atau menuliskan satu kalimat untuk setiap gagasan penting. Dengan begitu, proses mencatat menjadi aktivitas memahami dan mengolah informasi, bukan sekadar memindahkannya ke buku.

Kamu juga bisa menggunakan metode seperti Cornell Notes, outlining, atau mapping sesuai kebutuhan. Pilih format yang paling mudah dipahami dan membantu mengingat materi. Jadi, gak perlu memaksakan satu metode pencatatan jika cara tersebut justru membuatmu kesulitan memahami informasi.

Belajar agar gak mudah lupa bukan berarti harus menghafalkan materi berulang kali tanpa strategi. Dengan mengulang secara berkala, menguji diri, menjelaskan kembali, dan menghubungkan informasi dengan pengetahuan yang sudah kamu punya, materi bisa lebih mudah melekat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article