Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Punya Rasa Ingin Tahu Ternyata Bikin Otak Lebih Mudah Belajar

3 min read
Punya Rasa Ingin Tahu Ternyata Bikin Otak Lebih Mudah Belajar
ilustrasi belajar virtual (pexels.com/juliamcameron)
Share Article

Pernah gak kamu tiba-tiba ingin tahu jawaban dari sebuah pertanyaan, lalu tanpa sadar jadi mencari tahu sampai lupa waktu? Ternyata, rasa penasaran seperti itu bukan cuma bikin kita ingin tahu, tetapi juga bisa membantu otak belajar dan mengingat informasi dengan lebih baik.

Menariknya, efek rasa ingin tahu gak hanya berlaku untuk hal yang memang sedang kita pelajari. Penelitian menunjukkan, kondisi penasaran bahkan bisa membantu kita mengingat informasi lain yang sebenarnya gak terlalu menarik. Lalu, bagaimana rasa ingin tahu bisa bekerja seperti itu? Yuk, simak penjelasannya lewat artikel berikut!

  1. 1. Rasa penasaran bikin informasi lebih mudah dipelajari

    ilustrasi menatap fokus ke laptop (pexels.com/vladakarpovich)
    ilustrasi menatap fokus ke laptop (pexels.com/vladakarpovich)

    Penelitian dari University of California, yang diterbitkan dalam jurnal Neuron, mengamati hubungan antara rasa ingin tahu, proses belajar, dan memori. Dalam penelitian tersebut, peserta diberikan sejumlah pertanyaan trivia dan diminta menilai seberapa besar keinginan mereka untuk mengetahui jawabannya.

    Hasilnya, ketika peserta sangat penasaran dengan jawaban sebuah pertanyaan, mereka lebih baik dalam mempelajari dan mengingat informasi tersebut. Artinya, rasa ingin tahu bisa menjadi salah satu dorongan alami yang membuat otak lebih siap menerima informasi.

  2. 2. Efeknya bahkan bisa menjalar ke informasi yang gak menarik

    ilustrasi belajar depan laptop (pexels.com/roxanneminnish)
    ilustrasi belajar depan laptop (pexels.com/roxanneminnish)

    Hal yang lebih menarik, peneliti menemukan bahwa rasa ingin tahu gak hanya membantu seseorang mengingat jawaban dari pertanyaan yang membuatnya penasaran. Kondisi tersebut juga membantu peserta mengingat informasi lain yang sebenarnya gak berhubungan dengan pertanyaan tadi.

    Dalam penelitian dari University of California, peserta diperlihatkan gambar wajah netral selama jeda sebelum jawaban trivia diberikan. Ketika rasa ingin tahu mereka sedang tinggi, kemampuan mengingat wajah-wajah tersebut juga menjadi lebih baik, baik dalam tes yang dilakukan segera maupun satu hari kemudian.

  3. 3. Rasa ingin tahu mengaktifkan sistem penghargaan di otak

    ilustrasi belajar virtual (pexels.com/juliamcameron)
    ilustrasi belajar virtual (pexels.com/juliamcameron)

    Peneliti menemukan bahwa ketika rasa ingin tahu muncul, aktivitas di pusat penghargaan otak ikut meningkat. Kondisi ini berkaitan dengan motivasi intrinsik, yaitu dorongan untuk mempelajari sesuatu karena memang ingin mengetahuinya, bukan karena mengharapkan hadiah dari luar.

    “Motivasi intrinsik ternyata mengaktifkan area otak yang sama yang banyak terlibat dalam motivasi ekstrinsik yang bersifat nyata,” jelas Dr. Matthias Gruber, peneliti neurosains motivasi dan pengaruhnya terhadap ingatan di Cardiff University, dikutip dari HuffPost.

    Rasa penasaran yang muncul dari dalam diri ternyata juga melibatkan sistem penghargaan di otak. Sistem ini berkaitan dengan motivasi yang muncul karena adanya imbalan.

  4. 4. Hipokampus ikut berperan dalam proses mengingat

    ilustrasi belajar virtual (pexels.com/juliamcameron)
    ilustrasi belajar virtual (pexels.com/juliamcameron)

    Selain sistem penghargaan, penelitian tersebut juga menemukan peningkatan aktivitas pada hipokampus ketika peserta belajar dalam kondisi penuh rasa ingin tahu. Bagian otak ini berperan penting dalam pembentukan memori baru.

    Peneliti juga menemukan peningkatan interaksi antara hipokampus dan sistem penghargaan saat rasa ingin tahu muncul. Dikutip dari HuffPost, menurut Dr. Charan Ranganath, Profesor Psikologi dan Neurosains, interaksi ini membuat otak lebih mudah mempelajari dan mengingat informasi, bahkan ketika informasi tersebut gak terlalu menarik atau penting.

    “Rasa ingin tahu mengaktifkan sistem penghargaan. Interaksi antara sistem penghargaan dan hipokampus tampaknya membuat otak berada dalam kondisi yang membuat seseorang lebih mungkin mempelajari dan mempertahankan informasi, bahkan ketika informasi tersebut sebenarnya tidak terlalu menarik atau penting baginya,” jelas Ranganath.

    Rasa penasaran yang sering dianggap sepele ternyata punya peran penting dalam proses belajar. Jadi, kalau ada sesuatu yang bikin kamu bertanya-tanya, gak ada salahnya mengikuti rasa ingin tahu itu karena bisa jadi otakmu justru sedang berada dalam kondisi yang lebih siap untuk belajar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More