Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Cara Orang Menyembunyikan Kesedihannya, Siapa Sangka?

ilustrasi bersantai
ilustrasi bersantai (pexels.com/Ron Lach)

Sedih adalah perasaan yang sangat manusiawi. Semua orang dapat merasakannya, terutama setelah ditimpa masalah secara bertubi-tubi. Hati yang dulu penuh dengan kebahagiaan, kini lebih sering diselimuti duka yang bahkan sulit untuk diungkapkan karena saking menyakitkan.

Kendati sedih adalah hal yang wajar, tetapi tidak semua orang dapat mengungkapkannya secara terang-terangan. Ada yang memang memilih untuk memendamnya agar tidak menjadi berlarut-larut dan membuat orang lain yang peduli turut merasa berduka, tetapi ada juga yang bahkan tidak memiliki kesempatan untuk menunjukkannya. Mereka yang memilih untuk menyembunyikan kesedihannya dapat mengekspresikan perasaan itu lewat berbagai macam cara, di antaranya sebagai berikut.

1. Bekerja keras sepanjang waktu

perempuan
ilustrasi seorang perempuan yang sedang fokus bekerja (pexels.com/ThisIsEngineering)

Bicara soal kerja keras, hal ini pada umumnya ditemukan dalam diri mereka yang mengejar reputasi baik. Lewat citra positif yang berhasil dibangun, pencapaian yang tinggi dan networking luas dapat diwujudkan, serta tentu pada akhirnya menciptakan penghasilan yang tinggi. Namun, ternyata ada juga lho orang-orang yang bekerja keras sepanjang waktu dengan tujuan lain, yaitu menutupi kesedihan yang menyelimuti hatinya.

Kerja keras memungkinkan seseorang memaksimalkan fungsi otaknya untuk memikirkan berbagai macam urusan yang bersifat profesional. Tidak ada waktu untuk hal-hal lain, termasuk masalah yang sedang dihadapi. Harapannya, upaya ini dapat mengalihkan diri dari rasa sedih, meski hanya untuk sementara waktu.

2. Mengunggah hal-hal bahagia ke media sosial

bersantai
ilustrasi seseorang yang sedang bersantai (pexels.com/Pixabay)

Tidak dapat dimungkiri bahwa di era serba digital seperti saat ini, karakter seseorang sering kali dinilai berdasarkan unggahan di media sosialnya. Orang yang sering membagikan hal-hal bahagia, seperti mengunggah foto sedang hang out dengan sahabat, liburan seru, dan sebagainya, kerap dianggap juga memiliki kehidupan yang sudah pasti menyenangkan di dunia nyata. Padahal, belum tentu itu yang terjadi.

Banyak lho orang yang sekadar pencitraan di media sosial. Mereka yang tampaknya selalu gembira malah kerap kali sedang mati-matian menutupi kesedihannya. Mengunggah hal-hal bahagia biasanya akan menghasilkan respons positif yang dapat menciptakan senyuman, sehingga bisa memberikan sedikit hiburan untuk hati yang lara.

3. Traveling dalam jangka waktu yang lama

perempuan
ilustrasi seorang perempuan yang sedang traveling (pexels.com/Te lensFix)

Kesedihan biasanya akan sangat sulit dihilangkan tatkala seseorang masih saja berkutat dengan tempat atau hal-hal yang berkaitan dengan apa pun yang membuatnya sedih. Luka yang ada tidak lekas pulih, malah bisa semakin parah. Supaya situasi dapat diperbaiki, maka sebagian orang memilih untuk traveling ke berbagai tempat di belahan dunia.

Ketika traveling, seseorang akan menyaksikan berbagai hal yang asing dan unik, sehingga menimbulkan perasaan baru yang menghibur hati. Oleh sebab itu, tidak heran bila ada saja orang yang memilih untuk bepergian ke banyak destinasi luar biasa dalam jangka waktu lama demi menyembunyikan kesedihan yang dirasakannya.

4. Melakukan aktivitas apa pun yang belum pernah dicoba sebelumnya

ilustrasi mendaki gunung
ilustrasi mendaki gunung (unsplash.com/Simon English)

Pernah melihat temanmu yang kesehariannya cenderung monoton tiba-tiba melakukan hal baru yang belum pernah dicobanya? Kamu mungkin begitu terkejut dia yang tadinya penakut malah kini mencoba naik gunung, ikut olahraga ekstrem, atau kegiatan lain yang rasanya "bukan dia banget". Nah, sebelum semakin bingung, perlu dipahami bahwa semua itu bisa menjadi salah satu bentuk usaha untuk menyembunyikan rasa sedih, lho.

Mencoba hal-hal yang belum pernah dilakukan sebelumnya dapat menciptakan sensasi seru yang perlahan dapat menghapus kesedihan. Oleh sebab itu, jangan heran bila orang yang sedang sedih sering tiba-tiba tampak sibuk dengan berbagai kegiatan baru. Selama itu positif dan punya tingkat keamananan yang terukur, berikan dukungan terbaikmu, ya!

Kesedihan tidak selalu terekspresikan lewat raut muka yang sendu, air mata yang kerap mengalir, atau tubuh yang lemah karena terus berhadapan dengan duka. Mereka yang tampak selalu tersenyum, tertawa, dan melakukan banyak kegiatan seru ternyata juga dapat menyimpan luka yang begitu mendalam. Oleh sebab itu, alangkah bijaksana bila kita selalu berusaha untuk bersikap baik kepada siapa saja karena setiap orang menghadapi peperangan dalam dirinya yang tidak selalu kita ketahui.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy
Follow Us

Latest in Life

See More

5 Cara Shio Kambing Mengatasi Nervous Sebelum Presentasi

16 Feb 2026, 10:27 WIBLife