Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Cara Penulisan Abstrak yang Benar dalam Karya Ilmiah

Cara Penulisan Abstrak yang Benar dalam Karya Ilmiah
ilustrasi mencari buku referensi skripsi (unsplash.com/Eliabe Costa)
Intinya Sih
  • Artikel menjelaskan pengertian abstrak sebagai ringkasan karya ilmiah yang membantu pembaca memahami inti penelitian secara singkat dan padat tanpa komentar pribadi penulis.
  • Dipaparkan empat jenis abstrak yaitu indikatif, informatif, kritis, dan deskriptif, masing-masing memiliki fungsi serta tingkat kelengkapan informasi yang berbeda dalam menggambarkan isi penelitian.
  • Tahapan penulisan abstrak meliputi penyusunan latar belakang, metode, hasil, kesimpulan, serta kata kunci; disertai contoh penerapan pada jurnal, penelitian, skripsi, dan tugas akhir.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Menyusun abstrak serung kali dianggap sebagai tantangan karena memerlukan kemampuan untuk menggambarkan esensi dari keseluruhan penelitian secara singkat. Pada artikel ini, IDN akan memberikan penjelasan mengenai penulisan abstrak yang benar baik dalam jurnal atau karya ilmiah. Simak penjelasan berikut.

1. Pengertian abstrak

ilustrasi mahasiswa mengerjakan skripsi (pexels.com/Polina Tankilevitch)
ilustrasi mahasiswa mengerjakan skripsi (pexels.com/Polina Tankilevitch)

Abstrak adalah suatu ringkasan isi dari suatu karya tulis ilmiah yang berfungsi sebagai alat bantu seorang pembaca agar bisa mengerti inti dari tujuan seorang penulis. Fungsi dari abstrak yakni memberikan potret informasi bagi pembaca mengenai isi dari suatu karya ilmiah yang sudah dibuat. Penjabaran sederhana digunakan untuk mempermudah proses unggah ke dunia maya dan mempermudah pembaca memahami inti dan isi dari sebuah karya ilmiah.

2. Jenis-jenis abstrak

Ilustrasi seorang pelajar sedang belajar (pexels.com/Tima Miroshnichenko)
Ilustrasi seorang pelajar sedang belajar (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

1. Abstrak Indikatif

Abstrak indikatif hanya memberikan gambaran singkat mengenai topik yang dibahas dalam karya tulis ilmiah. Abstrak jenis ini tidak memberikan informasi mengenai tujuan, metode, hasil, atau kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan.

2. Abstrak Informatif

Abstrak informatif memberikan gambaran lengkap mengenai latar belakang, tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan. Abstrak jenis ini biasanya lebih panjang dari abstrak indikatif.

3. Abstrak Kritis (Critical Abstrak)

Abstrak kritis adalah jenis abstrak yang memberikan evaluasi atau penilaian terhadap karya tulis ilmiah yang telah dilakukan. Abstrak jenis ini biasanya digunakan pada karya tulis ilmiah yang membahas tentang hasil penelitian yang kontroversial atau memerlukan analisis kritis.

4. Abstrak Deskriptif

Abstrak deskriptif memberikan gambaran singkat mengenai isi karya tulis ilmiah secara deskriptif. Abstrak jenis ini tidak memberikan informasi mengenai tujuan, metode, hasil, atau kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan.

3. Ciri-ciri abstrak

ilustrasi mengerjakan abstarak tugas akhir (unsplash.com/Thomas Lefebvre)
ilustrasi mengerjakan abstarak tugas akhir (unsplash.com/Thomas Lefebvre)

Beberapa ciri-ciri yang perlu kamu ketahui dalam abstrak seperti berikut ini: 

  1. Abstrak merupakan suatu uraian ringkas, cermat, dan juga menyeluruh yang bisa digunakan untuk mewakili secara keseluruhan terhadap isi judul. Abstrak dapat berdiri sendiri sebagai satu kesatuan yang utuh dan hal ini menjadikan abstrak dapat dimuat di dalam suatu majalah khusus abstrak.
  2. Keberadaan abstrak biasanya akan diletakkan pada awal sebagai media penyedia informasi dari karya tulis ilmiah yang dibuat.
  3. Tidak memiliki komentar dari pembuatnya, itu artinya abstrak hanya memiliki isi apa yang telah dijelaskan dalam karya tulis ilmiah.
  4. Karena abstrak merupakan suatu ringkasan, maka jumlah kata yang digunakan juga terbilang sedikit. Umumnya sekitar 250 hingga 400 kata atau kurang.
  5. Dalam penyajiannya, abstrak tidak memiliki paragraf penggantian.
  6. Dalam proses pembuatan abstrak, sebaiknya gunakan huruf yang berbeda ukurannya dengan ukuran yang ada di dalam isi karya tulis ilmiah.
  7. Abstrak biasanya juga menggunakan kalimat pasif.
  8. Abstrak tidak memiliki kandungan kepustakaan, singkatan, ilustrasi, grafik maupun tabel.
  9. Di bawah bagian abstrak, biasanya akan ada kata kunci yang digunakan. Mulai dari tiga hingga 10 kata digunakan untuk mengindeks karya ilmiah.

4. Tahap penulisan abstrak

ilustrasi mengerjakan laporan  (pexels.com/Vlada Karpovich)
ilustrasi mengerjakan laporan (pexels.com/Vlada Karpovich)

Berikut ini adalah beberapa tahapan yang diperlukan dalam penulisan abstrak karya tulis ilmiah.

1. Tuliskan latar belakang penelitian
Dalam proses penulisan abstrak suatu karya tulis ilmiah, kalian bisa memaparkan latar belakang penelitian tersebut. Berikan argumen yang bisa melandasi kenapa kalian melakukan penelitian tersebut.

Jangan lupa untuk menjabarkan topik/isu/masalah yang akan diangkat dalam penelitian tersebut. Berikan penjelasan mengapa kalian memilih topik tersebut. Kamu juga bisa menjelaskan hal unik yang ada di dalam penelitian tersebut, sehingga penelitian dan penulisan karya tulis ilmiah yang kalian buat, memang benar-benar perlu dilakukan dan patut untuk dikerjakan. Pada bagian ini, nantinya para pembaca bisa mendapatkan gambaran tentang alasan penulis melakukan suatu penulisan dalam karya tulis ilmiah tersebut.

2. Jelaskan metode penelitian yang dipakai
Metode dalam suatu karya tulis ilmiah adalah salah satu kewajiban yang harus ada. Tanpa adanya metode penelitian, suatu karya tulis yang sedang dibuat, tidak akan memiliki landasan yang kuat serta data dapat dipatahkan dengan mudah oleh para peneliti.

Metode penelitian bisa diartikan sebagai alat peneliti yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan penelitian. Metode tersebut harus dimasukkan dalam bagian abstrak karya tulis ilmiah agar para pembaca memiliki gambaran bagaimana penulis melakukan penelitian tersebut.

Adanya metode penelitian yang dituliskan dalam bagian abstrak karya tulis ilmiah, membuat pembaca mendapatkan penjelasan cara penulis melakukan pengolahan data penelitian. Karena hal tersebut, proses pengolahan data bisa lebih dipertanggungjawabkan.

3. Berikan penjelasan tentang hasil penelitian
Setelah latar belakang dan metode penelitian sudah dituliskan pada bagian abstrak karya tulis ilmiah, kalian bisa menjelaskan hasil penelitian yang didapatkan. Pada prosesnya, hasil dan temuan penelitian akan ditulis secara ringkas agar pembaca mudah mengetahui apa saja yang didapatkan dari penelitian. Lalu, jangan lupa memberikan informasi penting dari hasil penelitian yang telah didapatkan.

4. Berikan kesimpulan
Kesimpulan adalah suatu bagian yang tidak boleh terlewatkan dalam proses penulisan karya tulis ilmiah. Dalam bagian kesimpulan ini, akan ada interpretasi penulis tentang penelitian yang telah dilakukan.

Setelah selesai mencari data, mengolah dan menganalisa data, serta menemukan hasil penelitian, bagaimana pandangan penulis dari semua proses yang telah dilakukan tersebut? Pandangan tersebut bisa dituliskan pada bagian kesimpulan. Bagian kesimpulan ini nantinya juga akan ditulis lebih ringkas daripada bagian abstrak.

5. Masukkan kata kunci
Terakhir adalah menuliskan kata kunci yang dibutuhkan. Kata kunci menjadikan bagian abstrak tampak berbeda dengan bagian lain yang ada di suatu karya tulis ilmiah. Nantinya, kata kunci tersebut akan dituliskan pada bagian akhir paragraf abstrak.

5. Contoh abstrak

ilustrasi mahasiswa sedang bingung menyelesaikan abstrak (pexels.com/Tima Miroshnichenko)
ilustrasi mahasiswa sedang bingung menyelesaikan abstrak (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

1. Contoh Abstrak Jurnal

Citra Perempuan Baru dalam Cerita Rakyat Indonesia, Dewi Samboja dan Legenda Roro Mendut

Sastra lisan diwariskan dari satu generasi ke generasi lain dalam masyarakat. Sebagai warisan lokal, sastra lisan memegang peran penting sebagai pengingat. Masyarakat diingatkan dan diajarkan nilai-nilai hidup melalui cerita yang disampaikan. Peran dan posisi perempuan dalam masyarakat pun disampaikan pada cerita rakyat. Dewi Samboja dan Legenda Roro Mendut adalah 2 cerita yang menunjukkan posisi perempuan dalam tatanan sosial masyarakat. Dalam hierarki kemasyarakatan, perempuan menempati kelas kedua. Perempuan lekat dengan ketidakberdayaan dan suara yang tak tersampaikan. Sifat feminin pun disematkan untuk melanggengkan pemikiran tersebut. Posisi dan peran perempuan tersebut tergambar jelas melalui dua cerita rakyat, Dewi Samboja dan Legenda Roro Mendut. Tokoh utama pada kedua cerita justru mendobrak tatanan hirarki yang telah dibentuk untuk membangun citra perempuan baru.

Kata kunci : Sastra lisan, perempuan, kelas kedua, citra perempuan baru.

2. Contoh Abstrak Penelitian

Penggunaan Dialek Melayu Riau Pada Mahasiswa Asal Riau di Yogyakarta

Dialek bahasa Melayu Riau berbeda dari daerah lainnya. Sebagai cikal bakal bahasa Indonesia, bahasa Melayu tentu punya ciri khas dan keunikan tersendiri. Pada Melayu Riau ditemukan lebih dari 3 dialek yang masih dilestarikan sampai sekarang. Setiap dialek mewakili kabupaten maupun kecamatan asal para penggunanya. Keunikan dalam setiap dialek tak hanya berwujud pelafalan akhiran dan imbuhan semata. Beberapa kata pun mewakili perbedaan dialek dari setiap daerah. Penggunaan dialek Melayu Riau ternyata tetap digunakan oleh para mahasiswa di Yogyakarta. Para mahasiswa asal Riau mencoba mempertahankan budaya dan bahasa asli. Meskipun tidak semua dialek dipergunakan, setidaknya ada 7 dialek yang bisa ditemukan. Asimilasi budaya dan bahasa pun ditemukan pada penggunaan dialek Melayu Riau di Yogyakarta. Ini dikarenakan lingkup pergaulan serta penyerapan bahasa yang sangat cepat. Penelitian ini mencoba menemukan perubahan dan pergeseran dialek Melayu Riau pada mahasiswa asal Riau di Yogyakarta.

Kata kunci : Dialek Melayu Riau, asimilasi budaya, perubahan dialek, pergeseran.

3. Contoh Abstrak Skripsi

Pengaruh Cerita Anak Terhadap Nilai Moral dan Sosial Anak-Anak

Dekadensi moral dan sosial pada anak terjadi dari waktu ke waktu. Hal ini terbukti dengan meningkatnya kasus perundungan dalam beberapa tahun terakhir. Sistem pendidikan dan pengajaran yang tak merata dan terintegrasi dianggap memberi pengaruh besar. Merosotnya nilai moral dianggap kegagalan bagi orangtua, tenaga pendidik, maupun sekolah. Cerita anak hadir sebagai media pembelajaran moral dan sosial yang dirasa efektif. Anak belajar menghargai, menghormati, dan menyayangi teman maupun keluarga dengan cara menyenangkan.

Peran dan tokoh yang digambarkan pun disesuaikan dengan tingkat usia dan pemahaman anak. Untuk melihat sejauh mana cerita anak bisa meningkatkan nilai moral dan sosial anak, peneliti mengkaji dua cerita anak berbahasa Inggris. Fifine and Her Cat dan A Friend in Need menggambarkan kehidupan pertemanan dan konflik emosi anak-anak. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk menjelaskan pengaruh cerita anak bagi perkembangan moral dan sosial. Dari penelitian ditemukan adanya signifikansi perubahan perilaku sosial maupun moral terhadap anak. Kedua, metode penceritaan yang dipilih pun memiliki andil besar terhadap penerimaan ide pada anak.

Kata kunci : Moral, sosial, cerita anak, pengajaran, metode penceritaan.

4. Contoh Abstrak Tugas Akhir

Aplikasi Pariwisata Yogyakarta Berbasis User Friendly

Pariwisata daerah Yogyakarta memberi pengaruh besar pada perekonomian. Dalam menyambut ekonomi global, pariwisata daerah berbenah diri. Pemerintah melakukan pemeliharaan terhadap aset pariwisata di sekitar Provinsi Yogyakarta. Selain itu, sistem pengelolaan turut diperbaharui dan direvitalisasi demi memajukan dunia pariwisata. Guna mendukung ide tersebut, pembuatan aplikasi dirasa perlu  untuk memfasilitasi para wisatawan. Aplikasi berbasis user friendly akan membantu wisatawan menemukan destinasi wisata, penginapan, hingga tempat makan terdekat dari lokasi mereka. Wisatawan juga dibantu menemukan akses transportasi serta penjelasan tempat wisata secara terperinci. Pembuatan aplikasi ini akan menunjang sistem pengelolaan dan perawatan tempat wisata, sebab fitur keluhan pun dimunculkan.

Kata kunci : Pariwisata, aplikasi, user friendly, fitur.

Itu dia informasi mengenai penulisan abstrak yang benar beserta contohnya. Abstrak adalah bagian penting dalam penulisan ilmiah yang harus kalian perhatikan dengan seksama. Dengan membuat abstrak yang baik dan benar, kalian dapat memikat minat pembaca untuk membaca keseluruhan penelitian kalian. Semoga bermanfaat!

Penulis: Hanna Aprelia Elfrida Saragih

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriyanti Revitasari
EditorFebriyanti Revitasari
Follow Us

Related Articles

See More