"Tertawa dapat membantu mengurangi stres, menurunkan tekanan darah, dan membantu orang menjadi lebih tangguh, di samping manfaat potensial lainnya. Semuanya sangat dibutuhkan mengingat kondisi dunia saat ini."
5 Benefit Humor untuk Kesehatan Mental, Banyak Penelitiannya!

- Humor terbukti menurunkan hormon stres seperti kortisol dan epinefrin, sekaligus memicu pelepasan dopamin serta endorfin yang membantu tubuh dan pikiran jadi lebih rileks.
- Tertawa dapat memperbaiki suasana hati, menurunkan gejala depresi dan kecemasan, serta menormalkan respons stres melalui peningkatan fungsi otak dan aktivitas pernapasan alami.
- Penggunaan humor positif di lingkungan kerja maupun sosial mampu mengurangi burnout, meningkatkan empati, serta mempererat hubungan antarindividu lewat suasana yang lebih hangat dan terbuka.
Meski sering dianggap sekadar seru-seruan, humor itu ternyata bisa bermanfaat bagi kesehatan mental. Meskipun mungkin kamu pernah dengar kalimat klise bahwa tertawa adalah obat dari segala penyakit, tapi ternyata pernyataan itu gak sepenuhnya salah.
Humor yang muncul dari candaan sederhana di hari ini, justru bisa bantu meredakan stres dan bikin suasana hati lebih ringan. Dan menariknya, ini bukan cuma mitos karena sudah banyak penelitian yang menunjukkan kalau humor memang punya manfaat nyata bagi kesehatan mental kita. Baca lebih lanjut!
1. Menurunkan hormon stres

Stres adalah kondisi tubuh yang dipenuhi dengan hormon-hormon seperti epinefrin dan kortisol yang memunculkan ketegangan. Ketika tertawa, tubuh merespons dengan melepaskan ketegangan dan menciptakan sensasi rileks sehingga kondisi fisik dan mental menjadi lebih tenang. Laman Mayo Clinic Press menjelaskan bahwa humor mampu menstimulasi munculnya hormon positif seperti dopamin, oksitosin, dan endorfin yang bisa membuat seseorang merasa senang. Tentu ini juga akan membuat tubuh terasa lebih tenang dan rileks.
Clay Drinko, seorang edukator dan penulis mengatakan pada laman Psychology Today,
2. Mengurangi gejala depresi

Depresi adalah gangguan kesehatan mental yang ditandai dengan perasaan sedih, hampa, atau kehilangan minat yang berlangsung terus-menerus. Depresi memengaruhi cara seseorang berpikir, merasa, serta menjalani aktivitas sehari-hari.
Laman Mayo Clinic Press mengatakan bahwa humor mampu meningkatkan suasana hati sehingga membantu meningkatkan emosi positif bagi mereka yang mengalami depresi. Hal ini juga dijelaskan dalam laman Start My Wellness di mana terdapat program terapi Australia pada tahun 2017 yang berhasil menurunkan skor depresi pesertanya sebesar 25 persen. Terapi itu dilakukan melalui komedi kelompok dan membiarkan pasien berbagi cerita ringan.
Berdasarkan jurnal dari Brain and Behavior dengan judul The impact of humor therapy on people suffering from depression or anxiety: An integrative literature review (2023), didapati hasil bahwa tertawa dapat meningkatkan kerja otot pernapasan dan mengaktifkan diafragma melalui mekanisme alami pada pita suara. Selain itu, tertawa juga membantu menormalkan respons stres dalam tubuh. Dengan lebih sering tertawa, suasana hati bisa membaik serta gejala depresi dan kecemasan dapat berkurang. Ini karena adanya pengaruh positif pada fungsi otak dan respons terhadap stres.
3. Membantu mengelola rasa cemas

Di tengah kondisi dunia yang sedang gak pasti ini, timbul adanya kekhawatiran dan kecemasan. Humor bisa menjadi salah satu cara untuk mengurangi gejala cemas yang dirasakan seseorang. Heather Lonczak yang merupakan penulis buku anak-anak, penulis lepas, dan pewawancara Klinis di Universitas Washington, mengatakan di laman Positive Psychology,
"Terdapat sebuah studi yang meneliti dampak film-film humor terhadap berbagai gejala psikologis di antara pasien rawat inap skizofrenia. Para peneliti menemukan penurunan kemarahan, kecemasan, psikopatologi, dan depresi di antara para pesertanya."
Humor juga mampu mengubah titik fokus kita pada sesuatu atau reframing. Humor bisa membuat kita memandang sesuatu dengan cara yang berbeda. Hal ini dijelaskan juga dalam laman Start My Wellness Blog bahwa menonton acara komedi atau menelusuri unggahan media sosial yang lucu, mampu secara signifikan mengalihkan fokus dari kekhawatiran. Buktinya, di tengah ketidakpastian dunia, ada saja tingkah netizen untuk membuat gurauan atau meme lucu yang bikin geleng-geleng!
4. Mengurangi burnout dalam rutinitas bekerja

Di tempat kerja yang penuh tekanan, tentu sangat rentan memunculkan ketegangan emosi. Selain itu, burnout juga tampaknya bukan hal yang baru. Burnout adalah kondisi kelelahan fisik, mental, dan emosional yang ekstrem akibat stres berkepanjangan, terutama terkait beban kerja yang berlebihan atau gak terpenuhi.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Songül Tümkaya tentang hubungan antara burnout dan humor pada dosen (2007), ditemukan bahwa humor positif berkorelasi dengan tingkat burnout yang lebih rendah, khususnya pada dimensi kelelahan emosional dan pencapaian pribadi. Humor dapat menjadi strategi coping yang efektif dalam menghadapi tekanan pekerjaan.
Laman Start My Wellness Blog juga menjelaskan bahwa terdapat penelitian yang dilakukan pada tahun 2020 dalam Journal of Applied Psychology. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa tim kerja yang menyisipkan humor di sela-sela waktu bekerja, melaporkan tingkat burnout 10 persen lebih rendah dibandingkan yang senantiasa serius dan tegang.
5. Humor ringan yang gak menyakiti bisa meningkatkan empati

Humor ternyata gak cuma soal bikin orang ketawa, tapi juga bisa bantu kita jadi lebih empati. Laman Mindfull menjelaskan bahwa saat kita menggunakan humor yang ringan dan gak menyakitkan untuk orang lain, ini menjadikan suasana lebih cair. Orang lain pun merasa lebih nyaman untuk terbuka. Dari situ, kita jadi lebih mudah memahami perasaan mereka. Selain itu, humor juga bisa meredakan ketegangan dan bikin jarak antar orang terasa lebih dekat.
Berdasarkan penelitian oleh William P. Hampes (2001), ditemukan bahwa humor memiliki hubungan positif dengan empati, khususnya pada aspek empathic concern atau kepedulian terhadap orang lain. Mereka yang memiliki kemampuan humor yang baik, cenderung lebih mampu memahami dan merasakan emosi orang lain serta menunjukkan kehangatan, kepedulian, dan simpati dalam interaksi sosial. Dengan kondisi emosional yang lebih stabil, individu menjadi lebih terbuka dalam memahami perasaan orang lain. Lewat humor yang tepat, kita gak hanya mengobrol santai, tapi juga sekaligus membangun koneksi dan rasa saling memahami satu sama lain. Double manfaatnya, kan?
Itu dia 5 benefit humor untuk kesehatan mental. Humor punya banyak manfaat untuk kesehatan mental, mulai dari meredakan stres sampai membangun empati. Selama humornya baik dan gak menyakiti orang lain, gak ada salahnya buat lebih sering tertawa dalam keseharian!


















