Saat kabut asap menyelimuti suatu wilayah, hujan sering menjadi hal yang paling ditunggu-tunggu. Selain membuat udara terasa lebih sejuk, hujan juga diharapkan bisa membersihkan udara yang tercemar asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Gak sedikit orang yang mengira bahwa hujan selama dua hari berturut-turut sudah cukup untuk menghilangkan kabut asap. Namun, apakah anggapan tersebut benar? Ternyata, hujan memang bisa membantu mengurangi polusi udara, tetapi durasinya saja gak cukup untuk memastikan kabut asap benar-benar hilang.
Efektivitas hujan dalam mengurangi kabut asap dipengaruhi oleh beberapa faktor, mulai dari intensitas hujan, kondisi angin, hingga sumber asap yang masih aktif. Hujan yang turun selama dua hari bisa membantu memperbaiki kualitas udara, terutama jika curah hujannya cukup untuk mengendapkan sebagian partikel polutan. Namun, asap bisa kembali menyelimuti suatu wilayah jika kebakaran masih berlangsung atau angin membawa polutan dari daerah lain. Karena itu, kondisi langit yang terlihat lebih cerah setelah hujan belum tentu menandakan udara sudah aman untuk dihirup. Yuk, pahami bagaimana hujan memengaruhi kabut asap dan apa saja yang perlu diperhatikan setelah hujan turun!
