Fidyah (freepik.com/partystock)
Sebelum mengetahui tentang hukum dan tata cara membayar fidyah, ada baiknya kita mengenal dulu apa itu fidyah. Mayoritas umat Islam tentu sudah familier dengan istilah fidyah. Dikutip dari laman ruangdoa.com, Fidyah merupakan solusi syariat bagi umat Islam yang memiliki kesulitan permanen dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Istilah fidyah berasal dari bahasa Arab "fadaa", yang berarti pengampunan atau penggantian. Dalam Islam, fidyah adalah sejumlah harta atau makanan yang diberikan pada fakir miskin sebagai pengganti ibadah puasa yang ditinggalkan. Landasan hukum fidyah seperti tertuang dalan Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 184:
“(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barang siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain.
Dan bagi orang-orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya.
Dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”
Golongan orang yang diperbolehkan membayar fidyah sebagai ganti puasa Ramadan adalah ibu hamil dan ibu menyusui yang memengaruhi kesehatan bayinya, orang tua yang sudah uzur dan kehilangan kekuatan fisik, dan penderita penyakit kronis yang tidak dapat sembuh secara medis. Berpegang pada Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 184, bagi orang yang berat menjalankan puasa, maka wajib baginya membayar fidyah. Namun jika dirasa masih mampu berpuasa, maka beribadah puasa adalah jalan yang terbaik.