ilustrasi kurang bersyukur (pexels.com/Anna Shvets)
Perasaan bosan sering disertai rasa bersalah. “Aku punya pekerjaan, punya tempat tinggal, punya orang-orang yang menyayangiku, kok masih merasa begini-begini saja?” Pertanyaan tersebut membuat seseorang memaksa diri untuk segera merasa bahagia, padahal rasa syukur dan rasa jenuh bisa muncul pada waktu yang sama. Kamu bisa menghargai kehidupan yang dimiliki sekaligus merasa ingin sesuatu yang berbeda.
Mengakui rasa bosan justru bisa menjadi cara untuk mengetahui bagian mana dari kehidupan yang sudah tidak lagi memberi kepuasan seperti dulu, tanpa harus menganggap seluruh kehidupanmu gagal. Karena yang perlu diperhatikan adalah ketika rasa hambar tersebut berlangsung lama dan mulai membuat berbagai hal yang biasanya disukai tidak lagi terasa berarti. Jika kehidupan terasa berat untuk dijalani atau perasaan tersebut mengganggu aktivitas sehari-hari, persoalannya mungkin sudah lebih dari sekadar bosan dan layak dibicarakan dengan orang yang dipercaya atau tenaga profesional.
Kehidupan yang baik-baik saja tidak selalu terasa menarik, dan rasa bosan tidak otomatis berarti ada sesuatu yang salah dengan hidup yang sedang dijalani. Daripada langsung mencari alasan untuk meninggalkan semuanya, coba perhatikan apa yang sebenarnya hilang dari diri sendiri. Sebab, bisa jadi yang kamu butuhkan bukan kehidupan baru, melainkan sedikit jeda agar kehidupan yang sudah ada kembali terasa menyenangkan.