ilustrasi padang pasir (pixabay.com/Abhardphoto)
Meski memang Sarah yang memberikan Hajar kepada Nabi Ibrahim, sebagai seorang perempuan dan istri pertama, ia tak kuasa menahan cemburu dalam hatinya. Seolah dirinya dikalahkan oleh dayangnya sendiri, terlebih melihat sang suami yang semakin dekat dengan Hajar sejak masa kehamilan hingga persalinannya.
Dalam riwayat Ibnu Abbas RA, Siti Sarah meminta kepada Nabi Ibrahim agar menjauhkan Hajar dari pandangannya. Untuk itu, berdasarkan riwayat Imam Al Tsa'labi, Allah SWT memerintahkan Nabi Ibrahim agar membawa Hajar dan putranya ke sebuah tempat yang diapit oleh dua gunung, sebuah hamparan lembah yang dikelilingi dataran tinggi di sekitarnya. Tempat tersebut saat ini merupakan wilayah Makkah.
Maka, pergilah Nabi Ibrahim beserta istri dan anaknya dari Palestina ke Makkah dengan menunggangi seekor unta. Setelah berminggu-minggu dalam perjalanan, mereka akhirnya sampai ke lokasi yang ditetapkan Allah.
Sesampainya di sana, Nabi Ibrahim membangunkan sebuah rumah kecil di dekat gundukan tanah bagi Hajar dan Ismail berteduh. Dirinya juga meninggalkan sekantong kurma dan air untuk keduanya.
Tak lama setelah itu, beranjaklah Nabi pulang kembali ke Negeri Syam (Palestina). Berdasarkan Kisah para Nabi oleh Ibnu Katsir, Hajar langsung mengejar Nabi Ibrahim seraya berkata,
"Wahai Ibrahim, engkau hendak pergi ke mana? Apakah engkau akan pergi meninggalkan kami sementara di lembah ini tidak ada seorang pun manusia dan tidak ada makanan sama sekali?"
Berulang kali Hajar mengucapkan pertanyaannya itu, tapi Nabi Ibrahim enggan untuk menoleh maupun menjawab. Hingga akhirnya, Hajar kembali bertanya, "Apakah Allah (yang) memerintahkan hal ini kepadamu?"
Nabi Ibrahim mengiyakan. Istrinya lantas menjawab, "Jika demikian, Allah tidak akan menyia-nyiakan (menelantarkan) kami." Kemudian, Hajar pun kembali.
Dengan berat hati, Nabi Ibrahim melanjutkan perjalanannya. Ketika sampai di sebuah bukit, dirinya menghadap ke Baitullah (Ka'bah), lalu mengangkat kedua tangannya seraya berdoa,
"Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati. Ya Tuhan kami, (yang demikian itu) agar mereka mendirikan salat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur." (QS. Ibrahim, [14]:37).