Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kuliah di Jurusan Ekonomi Syariah Belajar Apa Saja, ya?
ilustrasi mahasiswa sedang kuliah (pexels.com/Monstera Production)
  • Jurusan Ekonomi Syariah mempelajari sistem ekonomi berbasis prinsip Islam, menekankan keadilan dan keberkahan tanpa riba, gharar, maupun praktik yang tidak adil.
  • Mahasiswa belajar beragam materi seperti ekonomi mikro-makro, perbankan syariah, akuntansi, hukum bisnis Islam, hingga manajemen bisnis sesuai nilai-nilai syariah.
  • Lulusan memiliki peluang karier luas di sektor keuangan syariah, bisnis modern, koperasi, hingga menjadi entrepreneur dengan dasar etika dan tanggung jawab sosial.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kalau kamu suka belajar ekonomi tapi juga tertarik dengan nilai-nilai Islam, jurusan Ekonomi Syariah bisa jadi pilihan yang menarik. Banyak orang mengira jurusan ini hanya belajar soal bank syariah atau hukum agama saja. Padahal kenyataannya, materi yang dipelajari cukup luas dan masih berhubungan dengan dunia bisnis, keuangan, hingga manajemen.

Jurusan Ekonomi Syariah pada dasarnya mempelajari sistem ekonomi yang berjalan berdasarkan prinsip Islam. Jadi, mahasiswa akan belajar bagaimana aktivitas ekonomi dilakukan tanpa riba, gharar, maupun praktik yang dianggap tidak adil dalam syariat.

Meski ada unsur agama, kuliah di jurusan Ekonomi Syariah tetap banyak mempelajari hitung-hitungan, analisis ekonomi, sampai strategi bisnis juga. Jadi, jangan kaget kalau mahasiswa jurusan ini tetap ketemu mata kuliah yang mirip mata kuliah anak ekonomi pada umumnya.

1. Dasar-dasar ekonomi

ilustrasi buku Ekonomi (pexels.com/Leeloo The First)

Di semester awal, mahasiswa biasanya akan belajar dulu tentang ilmu ekonomi secara umum. Mulai dari ekonomi mikro, ekonomi makro, hingga pengantar bisnis. Ekonomi mikro membahas perilaku konsumen dan perusahaan, sedangkan ekonomi makro lebih fokus pada kondisi ekonomi secara luas seperti inflasi, pengangguran, dan pertumbuhan ekonomi negara. Bedanya, di jurusan Ekonomi Syariah, pembahasan ekonomi ini nantinya dikaitkan dengan prinsip Islam. Jadi, bukan sekadar mencari keuntungan, tapi juga mempertimbangkan aspek keadilan dan keberkahan.

2. Ekonomi islam dan prinsip syariah

ilustrasi mahasiswa sedang kuliah (unsplash.com/The Climate Reality Project)

Mahasiswa akan belajar tentang konsep dasar ekonomi Islam, termasuk larangan riba, maisir, dan gharar. Selain itu, dipelajari juga bagaimana Islam memandang transaksi jual beli, utang piutang, investasi, hingga distribusi kekayaan. Materi ini penting karena menjadi fondasi utama sebelum masuk ke pembahasan yang lebih kompleks, seperti perbankan syariah atau investasi syariah. Biasanya, mahasiswa juga belajar tentang sejarah perkembangan ekonomi Islam di dunia, termasuk bagaimana sistem keuangan syariah berkembang di Indonesia.

3. Perbankan syariah

ilustrasi mahasiswa sedang kuliah (pexels.com/Yusuf Çelik)

Kalau mendengar jurusan Ekonomi Syariah, banyak orang langsung terpikirkan soal bank syariah. Memang benar, salah satu fokus utama jurusan ini adalah dunia perbankan berbasis syariah. Mahasiswa akan mempelajari bagaimana sistem bank syariah bekerja, mulai dari produk tabungan, pembiayaan, deposito, sampai akad-akad yang digunakan. Berbeda dengan bank konvensional yang menggunakan bunga, bank syariah memakai sistem bagi hasil atau akad tertentu seperti mudharabah, murabahah, dan musyarakah. Awalnya istilah-istilah ini mungkin terasa asing, tapi lama-lama kamu akan terbiasa juga karena sering dipakai dalam perkuliahan.

4. Akuntansi dan keuangan syariah

ilustrasi mahasiswa sedang kuliah (pexels.com/ Mikhail Nilov)

Sama seperti jurusan Ekonomi pada umumnya, kuliah di jurusan Ekonomi Syariah juga tidak lepas dari hitung-hitungan. Faktanya, ada cukup banyak mata kuliah yang berhubungan dengan angka. Mahasiswa biasanya belajar akuntansi dasar, laporan keuangan, manajemen keuangan, hingga akuntansi syariah.

Bedanya, sistem pencatatan dan pengelolaan keuangan disesuaikan dengan prinsip Islam. Jadi, ada aturan tertentu yang harus diperhatikan dalam transaksi maupun pelaporan keuangan. Selain itu, mahasiswa juga belajar tentang investasi syariah seperti sukuk, reksa dana syariah, dan pasar modal syariah yang sekarang makin berkembang.

5. Hukum bisnis dan fiqih muamalah

ilustrasi mahasiswa sedang kuliah (pexels.com/Monstera Production)

Karena berkaitan dengan transaksi ekonomi, mahasiswa juga akan belajar hukum Islam yang berhubungan dengan kegiatan bisnis atau yang dikenal sebagai fikih muamalah. Materinya cukup menarik karena membahas mana transaksi yang diperbolehkan dan mana yang dilarang dalam Islam. Contohnya seperti aturan jual beli, kerja sama usaha, utang piutang, sewa menyewa, hingga etika dalam berdagang. Mata kuliah ini membuat mahasiswa lebih paham bahwa dalam ekonomi syariah, keuntungan bukan satu-satunya tujuan. Ada juga nilai moral dan tanggung jawab sosial yang diperhatikan.

6. Manajemen bisnis syariah

ilustrasi kuliah (pexels.com/ICSA)

Selain perbankan, mahasiswa Ekonomi Syariah juga belajar tentang dunia bisnis secara umum. Mereka mempelajari cara mengelola usaha, membuat strategi pemasaran, mengatur sumber daya manusia, hingga membangun bisnis yang sesuai dengan prinsip syariah. Karena itu, lulusan jurusan ini sebenarnya tidak melulu harus bekerja di bank syariah. Banyak juga yang akhirnya terjun ke dunia bisnis, startup, koperasi syariah, bahkan jadi entrepreneur.

Kuliah di jurusan Ekonomi Syariah cocok untuk kamu yang ingin belajar ekonomi sekaligus memahami bagaimana sistem keuangan dan bisnis dijalankan sesuai prinsip Islam. Meski ada unsur syariah, jurusan ini tetap relevan dengan perkembangan dunia bisnis modern dan punya prospek kerja yang cukup menjanjikan. Gimana? Sudah siap menjadi mahasiswa jurusan Ekonomi Syariah?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article