[MADING] D.O.M.P.E.T: Dana Optimal Pengelolaan Terpadu
![[MADING] D.O.M.P.E.T: Dana Optimal Pengelolaan Terpadu](https://image.idntimes.com/post/20261106/dompet_db0078cc-e86f-4aff-a71f-d03f6f093125.png)
Hello para Smart Savers! Kami selaku Tim Seporsi Mie Ayam dari SMK Negeri 26 Jakarta menampilkan sebuah visualisasi dari mading digital yang kami buat dengan judul "D.O.M.P.E.T – Dana OptiMal dan PengElolaan Terpadu."
Adapun susunan redaksi dari tim kami yang terdiri dari:
Guru Pendamping: Kuri Asih, S.E, S.Kom, M.Kom.
Penulis: Salsabilah Rahmah dan Milka Lieviana
Kreasi Visual: Raffika Putri Mawarni dan Keandra Aretha Azri
Dokumentasi Media: Reyhan Chrysantino dan Rizqi Kurniawan
Karya ini dibuat untuk keperluan Kompetisi Mading Digital IDN Times Xplore 2025. Mading ini ditampilkan apa adanya tanpa proses penyuntingan dari redaksi IDN Times.
Esai

IDN Times Explore (Seporsi Mie Ayam_SMK Negeri 26 Jakarta) Belanja online, merupakan sebuah aktivitas digital yang tanpa disadari telah menjadi bagian dari gaya hidup anak muda setiap harinya. Tanpa perlu melangkah jauh untuk pergi ke pusat perbelanjaan dengan intensitas kunjungan yang sangat tinggi, platform e-commerce kini selalu berada dalam genggaman.
Salah satu contohnya hadir dari kebiasaan scroll media sosial sambil checkout barang impulsif di malam hari. Anak muda maupun masyarakat yang aktif dalam dunia digital tentu pernah membeli produk secara daring dan tidak sedikit dari produk tersebut merupakan barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan. Lantas, apa jadinya jika kebiasaan jempol lincah kita ini menekan tombol checkout, dan dibiarkan tanpa kendali serta batasan anggaran yang jelas?
Saat ini kita bisa melihat lebih dekat kondisi keuangan anak muda masa kini yang kerap meringis sebelum akhir bulan tiba akibat kebiasaan buruk dirinya sendiri, seperti maraknya penggunaan layanan paylater yang dapat membuat diri menjadi terperangkap dalam jerat utang konsumtif . Kemudahan akses digital yang serba instan ini sering kali menjadi bumerang masalah pelik dalam manajemen keuangan pribadi. Di antara dua pilar utama keuangan yakni arus pemasukan dan pengeluaran gaya hidup konsumtif terbukti menjadi faktor paling dominan yang menguras habis saldo digital tanpa kita sadari.
SmartSavers Kalian tahu kan kalau ada hal-hal yang sangat susah dihindari dan dapat menimbulkan berbagai masalah? Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) anak muda di Indonesia memiliki tingkat inklusi keuangan yang tinggi namun sayangnya pemahaman mereka mengenai pengelolaan keuangan masih belum seimbang. Contohnya seperti jebakan finansial modern yang tidak lagi berbentuk celengan, melainkan notifikasi flash sale dan fitur beli sekarang, bayar nanti yang tersedia di banyak aplikasi belanja online, selain itu banyak sekali anak muda terpengaruh oleh FOMO (Fear of Missing Out) dan YOLO (You Only Live Once) Dimana dengan adanya pengaruh tersebut membuat anak muda semakin takut ketinggalan akan trend yang sedang berlangsung.
Akibatnya, banyak pelajar maupun mahasiswa yang baru memegang uang saku sendiri langsung kebingungan mengelola skala prioritas antara kebutuhan utama dan keinginan semata. Padahal, literasi keuangan dasar justru menjadi fondasi paling krusial agar kita tidak terjebak dalam siklus pemborosan.
Di SMKN 26 Jakarta sendiri sudah ada penyuluhan untuk pembukaan rekening bagi siswa/i. Hal tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan pihak bank terkait, upaya penyuluhan tersebut guna meningkatkan kesadaran finansial anak muda lewat cara pembukaan rekening untuk tabungan.Untuk mendukung langkah tersebut, Tim Seporsi Mie Ayam menciptakan inovasi berbasis website yang ramah Gen Z dan dapat diakses publik. Kami juga melakukan sosialisasi antar kelas yang menjelaskan inovasi kita mengenai karya DOMPET berupa website.
Dompetsija.web.id Website ini hadir dengan berbagai fitur pengelolaan keuangan interaktif, seperti:
▪️ Pencatatan Otomatis: Di mana fitur ini mencatat pemasukan dan pengeluaran harian dengan perhitungan saldo secara otomatis.
▪️ Kelola Transaksi: Riwayat transaksi dapat dihapus sesuai kebutuhan.
▪️ Batas Pengeluaran Imbang: Pengeluaran dibatasi agar tidak melebihi jumlah saldo, mencegah terjadinya saldo minus.
Psikologi Warna
DOMPET menggunakan warna utama hijau emerald (#10b981) dan putih. Hijau emerald melambangkan uang, pertumbuhan, kemakmuran, serta memberikan kesan aman dan tenang. Warna ini juga mendorong pengguna untuk lebih aktif mencatat transaksi dan menabung. Sementara itu, warna putih memberikan kesan bersih, jelas, dan terpercaya sehingga informasi keuangan lebih mudah dibaca.
Sebagai warna pendukung, digunakan merah atau koral untuk menandai pengeluaran dan tagihan, kuning atau amber untuk peringatan, serta biru untuk informasi, AI, dan statistik. Perpaduan warna ini membuat tampilan aplikasi lebih nyaman, menarik, dan mudah dipahami.
Dengan dilakukannya hal tersebut, sekolah kami sudah melakukan upaya agar para siswanya memiliki finansial literasi yang baik.
Peran sekolah tentu memegang kunci penting, karena proses belajar di kelas bukan sekadar mengejar nilai akademik semata, melainkan juga membentuk kecakapan hidup termasuk dalam urusan mengatur keuangan. Lingkungan sekolah bisa mulai membiasakan kesadaran finansial lewat berbagai kegiatan positif sehari-hari. Di sisi lain, media sosial dan internet yang melekat dengan keseharian kita juga bisa dimanfaatkan sebagai ruang edukasi untuk menyadarkan bahaya belanja impulsif. Lewat kombinasi bimbingan di sekolah serta literasi digital yang sehat, anak muda diharapkan makin cakap mengontrol diri dan terhindar dari kebiasaan boros demi menggapai kemapanan finansial di masa depan.
Keberhasilan anak muda dalam merdeka secara finansial tentu tidak bisa dicapai sendirian, melainkan butuh dukungan kuat dari lingkungan terdekat. Baik pihak sekolah maupun pertemanan sebaya harus kompak menciptakan atmosfer yang positif untuk membangun kebiasaan menabung yang sehat. Peran keluarga di rumah pun memegang andil besar sebagai fondasi pengawasan sehari-hari. Pada akhirnya, seberapa besar ketegasan diri kita dalam menolak godaan potongan harga kilat akan menjadi penentu utama. Kolaborasi antara diri sendiri, keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar inilah yang menjadi kunci utama lahirnya generasi masa kini yang cerdas mengelola uang.
Langkah paling realistis yang bisa kita mulai dari sekarang bukanlah langsung memikirkan investasi ke tingkat yang lebih tinggi. Hal ini bisa di mulai dari hal hal kecil yang bisa kita lakukan setiap hari, contohnya memilah pos anggaran setiap hari. Dengan menyisihkan uang saku sesuai posnya kita dapat lebih tenang tanpa merasa cemas sedikit pun bila tanggal tua. Jadi, yuk pelan pelan kita kurangi checkout barang yang ga penting agar finansial kita lebih aman dan terkendali.
Ruang Kreasi - Foto Bercerita

IDN Times Explore (Seporsi Mie Ayam_SMK Negeri 26 Jakarta) 
IDN Times Explore (Seporsi Mie Ayam_SMK Negeri 26 Jakarta) Ruang Kreasi - Game

IDN Times Explore (Seporsi Mie Ayam_SMK Negeri 26 Jakarta) Rubrik Diskusi 1

IDN Times Explore (Seporsi Mie Ayam_SMK Negeri 26 Jakarta) Rubrik Diskusi 2

IDN Times Explore (Seporsi Mie Ayam_SMK Negeri 26 Jakarta) Kesimpulan

IDN Times Explore (Seporsi Mie Ayam_SMK Negeri 26 Jakarta) Oleh karena itu, mewujudkan kemerdekaan finansial sejak dini membutuhkan kolaborasi yang solid, mulai dari kesadaran pribadi untuk memilah pos anggaran harian, dukungan keluarga, hingga pembiasaan positif di lingkungan sekolah seperti program literasi perbankan. Dengan mengerem kebiasaan checkout barang-barang yang tidak penting dan melatih kedisiplinan dari hal-hal kecil, sebagai anak muda yang melek finansial kita dapat keluar dari jebakan konsumtif dan mengamankan masa depan keuangan yang jauh lebih tenang serta terkendali.









![[MADING] Bystander to Active Upstander: From Silence to Action](https://image.idntimes.com/post/20261105/cover-esai-7_07381ca7-0a3d-4c75-b299-a7a4ae0ae9f1.png)











![[MADING] K.E.T.U.A: Kekinian Merangkai Trend Membentuk Identitas](https://image.idntimes.com/post/20261105/mading-udah-ada-orang-rev2_ae8289b2-1a2f-4435-97d0-3b7bdfbe9133.jpg)
![[MADING] Financial Therapy: Sembuh dari Penyakit Dompet Gen Z](https://image.idntimes.com/post/20261105/img-20261105-wa0008_f8353148-d6eb-46fd-9d6a-510119a29cc8.jpg)