Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

9 Cara Lawan Buzzer dari Windah Basudara, Ajak #CuekinBuzzer!

4 min read
9 Cara Lawan Buzzer dari Windah Basudara, Ajak #CuekinBuzzer!
Windah Basudara (instagram.com/windahbasudara)

  • Windah Basudara menggaungkan #CuekinBuzzer, mengajak warganet tidak berinteraksi dengan konten buzzer agar unggahan tersebut tidak semakin viral.
  • Ia menyarankan pengguna langsung melewati konten atau memblokir akun, tanpa komentar, like, save, follow, quote, maupun membalas provokasi.
  • Windah juga meminta warganet tidak menyebarkan tangkapan layar atau tautan, tidak berdebat lewat akun palsu, serta memakai fitur report hanya untuk pelanggaran platform.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Cara melawan buzzer dari Windah Basudara di media sosial menjadi salah satu topik yang ramai diperbincangkan warganet setelah streamer game ini mengunggah gerakan #CuekinBuzzer. Melalui unggahannya, Windah mengajak warganet supaya gak memberikan interaksi terhadap konten buzzer agar unggahan tersebut gak semakin viral.

Menurut Windah, membalas komentar, memberikan like, hingga membagikan tangkapan layar konten buzzer justru berpotensi meningkatkan engagement-nya. Karena itu, ia membagikan panduan bertajuk "Boleh atau Jangan?" yang berisi sejumlah tindakan untuk menghadapi konten buzzer di media sosial.

Lantas, bagaimana cara melawan buzzer ala Windah Basudara? Berikut sembilan langkah yang bisa kamu perhatikan saat menemukan konten buzzer di media sosial.

  1. 1. Abaikan konten buzzer tanpa memberikan interaksi

    Cara Lawan Buzzer dari Windah Basudara
    ilustrasi media sosial (pexels.com/Sanket Mishra)

    Cara melawan buzzer yang pertama dengan mengabaikan unggahannya. Kamu bisa langsung menggulir layar atau beralih ke konten lain tanpa memberikan komentar, tanda suka, maupun bentuk interaksi lainnya.

    Menurut Windah, algoritma media sosial dapat membaca konten yang dilewati tanpa interaksi sebagai unggahan yang kurang relevan bagi pengguna. Dengan begitu, kamu gak perlu ikut meramaikan konten yang sengaja memancing perhatian.

  2. 2. Blokir akun buzzer

    Selain mengabaikan unggahannya, kamu juga bisa memblokir akun buzzer agar kontennya gak terus muncul pada linimasa. Cara ini membantu mengurangi paparan terhadap unggahan yang dianggap mengganggu atau memancing emosi.

    Namun, pastikan kamu memahami alasan memblokir akun tersebut. Jika memang gak ingin melihat kontennya lagi, fitur blokir bisa menjadi pilihan untuk menjaga pengalaman menggunakan media sosial tetap nyaman.

  3. 3. Jangan screenshot lalu menyebarkan kontennya

    Cara Lawan Buzzer dari Windah Basudara
    ilustrasi kecanduan melihat video pendek di media sosial bikin orang jadi kurang fokus (pexels.com/Ejov Igor)

    Windah juga mengingatkan warganet untuk gak mengambil tangkapan layar konten buzzer lalu mengunggahnya kembali di akun pribadi. Meski tujuannya untuk mengkritik atau memperingatkan orang lain, tindakan ini berpotensi membuat pengguna lain mencari dan membuka unggahan aslinya.

    Akibatnya, konten tersebut justru bisa mendapatkan tambahan kunjungan dan engagement. Karena itu, sebaiknya hindari menyebarkan tangkapan layar yang malah membuat unggahan buzzer semakin dikenal.

  4. 4. Jangan melakukan report dengan asal

    Pastikan fitur report atau pelaporan digunakan ketika sebuah akun atau konten benar-benar melanggar aturan platform media sosial, ya. Windah mengingatkan warganet untuk gak melakukan pelaporan dengan sembarangan.

    Jika konten tersebut memang melanggar ketentuan, kamu bisa menggunakan fitur report sesuai kategori pelanggaran yang tersedia. Dengan begitu, fitur pelaporan tetap digunakan secara tepat dan gak sekadar menjadi sarana untuk menyerang akun tertentu.

  5. 5. Jangan berkomentar sebelum memblokir akun

    Cara Lawan Buzzer dari Windah Basudara
    ilustrasi membandingkan diri di media sosial (magnific.com/ magnific)

    Sebelum memblokir akun buzzer, sebaiknya kamu gak perlu meninggalkan komentar terlebih dahulu. Pasalnya, komentar yang diberikan tetap berpotensi tercatat sebagai bentuk engagement meskipun kamu kemudian memblokir akun tersebut.

    Windah juga menyebut sebagian akun buzzer diduga menggunakan bot. Karena itu, membalas atau mengkritik unggahannya belum tentu membuat akun tersebut berhenti menyebarkan konten.

  6. 6. Jangan membalas komentar lalu menghapusnya

    Membalas komentar buzzer kemudian menghapusnya juga bukan langkah yang disarankan. Interaksi tersebut sudah terjadi ketika kamu mengirimkan komentar, sehingga menghapusnya setelah itu gak serta-merta menghilangkan engagement yang tercatat.

    Karena itu, kalau menemukan komentar yang memancing emosi, kamu bisa memilih untuk melewatinya tanpa membalas. Cara ini membantu kamu menghindari interaksi yang justru membuat percakapan semakin ramai.

  7. 7. Jangan berdebat menggunakan akun palsu

    Cara Lawan Buzzer dari Windah Basudara
    ilustrasi marah di media sosial (pexels.com/ Alex Green)

    Windah Basudara juga mengingatkan warganet untuk gak berdebat dengan buzzer, termasuk menggunakan akun palsu. Menurutnya, balasan berupa bantahan maupun makian tetap berpotensi meningkatkan engagement unggahan.

    Perdebatan yang semakin panjang juga bisa membuat konten tersebut mendapatkan perhatian lebih banyak pengguna. Jadi, daripada menghabiskan waktu untuk membalas komentar yang memancing emosi, lebih baik hentikan interaksi dan lanjutkan aktivitas lainnya.

  8. 8. Jangan membagikan tautan konten buzzer

    Membagikan tautan konten buzzer ke grup percakapan juga sebaiknya dihindari, ya. Pasalnya, anggota grup yang menerima tautan tersebut bisa saja mengekliknya dan membuka unggahan aslinya.

    Cara ini justru berpotensi menambah jumlah kunjungan serta interaksi terhadap konten tersebut. Jika ingin membahas suatu isu bersama teman, kamu bisa menyampaikan informasi yang relevan tanpa menyebarkan tautan unggahan yang justru ingin diabaikan. Gitu, ya!

  9. 9. Hindari memberikan like, save, follow, dan quote

    Cara Lawan Buzzer dari Windah Basudara
    ilustrasi seseorang sedang scrolling media sosial (pexels.com/cottonbro studio)

    Terakhir, Windah mengingatkan warganet untuk gak memberikan tanda suka, menyimpan konten, mengikuti akun, maupun mengutip unggahan buzzer melalui fitur quote. Berbagai tindakan tersebut tetap dapat menjadi bentuk engagement di media sosial.

    Meski dilakukan dengan tujuan mengkritik atau menunjukkan ketidaksetujuan, interaksi tersebut berpotensi membantu konten menjangkau lebih banyak pengguna. Oleh karena itu, kamu bisa memilih untuk gak memberikan respons dan mengalihkan perhatian ke unggahan lain. Mudah, bukan?

    Itulah cara melawan buzzer dari Windah Basudara melalui aksi #CuekinBuzzer. Lewat gerakan ini, Windah mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Jadi, sudahkah kamu menerkapkan cara-cara ini?

Related Articles

See More