Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[MADING] Peran Anak Muda dalam Meningkatkan Kesadaran Lingkungan

IDN Times Xplore/MEJIKUHIBINIU_SMKN 50 JAKARTA
IDN Times Xplore/MEJIKUHIBINIU_SMKN 50 JAKARTA

Halo semuanya! salam terbuka dari kami tim MEJIKUHIBINIU!

Di sini kami ingin mengambil kesempatan dalam mengikuti lomba mading digital IDN Times untuk menyebar informasi, study, dan observasi yang kami lakukan dan mendata semuanya ke dalam penulisan berjudul "Peran Anak Muda dalam Meningkatkan Kesadaran Lingkungan". Mengapa meningkatkan kesadaran lingkungan? Karena salah satu faktor utama dalam ketidak pedulian terhadap lingkungan adalah kurangnya informasi dan pendidikan terhadap hal tersebut. Kami harap karya yang kami buat dapat mengajak berbagai macam pihak terutama remaja dan kanak-kanak untuk mendidik dan menerapkan aksi menjaga lingkungan dengan baik, Tanpa menunggu lagi, mari dengar kata-kata kami!

Tim redaksi kami terdiri dari: Sakya Hafinawa, Maritza Azzahra, Indah Nurfitrianu, Quila Maryam, Shofi Al Humairah, Viva Riestiana

Guru pendamping: Affni Syavieranova

Penulis: Sakya Hafinawa

Desainer visual: Indah Nurfitriani, Maritza Azzahra, Quila Maryam

Fotografer: Viva Riestiana

Videografer: Shofi Al Humairah

Karya ini dibuat untuk keperluan kompetisi Mading Digital IDN Times Xplore 2025. Mading ini ditampilkan apa adanya tanpa proses penyuntingan dari redaksi IDN Times.

Esai: Latar Belakang

IDN Times Xplore/MEJIKUHIBINIU_SMKN 50 JAKARTA
IDN Times Xplore/MEJIKUHIBINIU_SMKN 50 JAKARTA

Penumpukan sampah yang terjadi di Bantar Gebang menimbulkan keresahan, karena tumpukan sampah di TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu) Bantar Gebang telah mencapai ketinggian sekitar 40 meter, hal ini setara dengan gedung 16 lantai. Setiap hari Bantar Gebang menerima lebih dari 7.800 ton sampah dari DKI Jakarta. Jumlah total sampah yang terkumpul di sana diperkirakan mencapai 39 juta ton dan telah memenuhi sekitar 80% lahan TPST. Berdasarkan kenyataan tentang begitu luasnya ‘gunung’ sampah yang ada di TPST Bantar Gebang, seharus nya dapat menyadarkan banyak orang akan pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.

Selain tentang data TPST Bantar Gebang, menurut Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, sebanyak 38,38% sampah di 2023 tidak terkelola, setara dengan 14,7 juta ton sampah. Timbulan sampah plastik Indonesia juga diproyeksi akan meningkat terus hingga tahun 2025 mendatang, mencapai 9,9 juta ton atau setara dengan 13,98% dari total timbulan sampah di periode tersebut. Sudah sejak lama, Indonesia memang dikenal sebagai penghasil sampah plastik terbesar di dunia. Berawal dari kondisi inilah, Good stats pada tahun 2024 melakukan survey untuk menggali tentang ‘Benarkah Kesadaran Masyarakat Akan Isu Sampah Masih Rendah?’ dalam survey tersebut terbukti bahwa 42,9% dari masyarakat tidak selalu membuang sampah pada tempatnya atau tergantung kondisi. Bahkan 1,2% dari hasil survey menyatakan tidak pernah membuang sampah di tempatnya

Ada beberapa faktor yang bisa berpengaruh terhadap kesadaran seseorang terhadap lingkungan, hal ini dipaparkan oleh Khaerunisa dan Sulastri (2021), yaitu yang menjadi faktor utama adalah minimnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dan kurangnya upaya serius dalam menangani masalah kebersihan serta pelestarian lingkungan. Sedangkan menurut Muhammad Hilal Ramadhan (2024), bahwa faktor ketidaktahuan, faktor kemiskinan, dan faktor Kemanusiaan juga menjadi faktor penyumbang rendahnya kesadaran seseorang terhadap permasalahan lingkungan.  Masalah ini juga dipengaruhi oleh rendahnya kesadaran lingkungan di kalangan masyarakat serta kurangnya tindakan konservasi. Sementara itu, pembangunan dan aktivitas manusia yang tidak mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan juga turut menyumbang pada kerusakan ekosistem yang serius (Hardjasoemantri, 2012).

Dalam konteks ini, peran pemuda sebagai agen perubahan menjadi sangat penting. Namun, kesadaran dan pemahaman lingkungan di kalangan pemuda masih rendah dan perlu ditingkatkan (Suryani, 2018). Pendidikan lingkungan hidup diharapkan dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kesadaran dan perilaku peduli lingkungan di kalangan pemuda. Melalui pendidikan ini, pemuda dapat memperoleh pengetahuan yang memadai serta termotivasi untuk berkontribusi dalam upaya konservasi lingkungan (Suyadi, 2015).

Sejumlah penelitian sebelumnya mendukung pentingnya pendidikan lingkungan hidup dalam meningkatkan kesadaran dan perilaku peduli lingkungan. Misalnya, studi yang dilakukan oleh Wijaya (2016) menunjukkan bahwa program pendidikan lingkungan hidup di sekolah berhasil menambah pengetahuan dan sikap positif terhadap lingkungan. Penelitian Rahmawati (2019) juga menemukan bahwa keterlibatan pemuda dalam kegiatan konservasi berdampak positif pada pelestarian lingkungan.

Pendidikan lingkungan menjadi faktor utama dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran pemuda akan pentingnya melestarikan lingkungan. Proses pendidikan ini perlu dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan, sehingga mampu memberikan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi yang dibutuhkan bagi pemuda untuk menjadi agen perubahan yang efektif dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Pendidikan lingkungan hidup memegang peranan krusial dalam meminimalisir kerusakan lingkungan dan berperan penting dalam mencetak generasi penerus yang mampu menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan. Berdasarkan penelitian oleh Rumanta (2019), pendidikan lingkungan hidup adalah suatu upaya untuk mengubah perilaku dan sikap masyarakat dengan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran mereka tentang nilai-nilai lingkungan dan isu-isu lingkungan. Tujuan utamanya adalah mendorong partisipasi aktif pemuda dalam upaya pelestarian lingkungan, baik untuk kepentingan generasi saat ini maupun masa depan.

Pendidikan lingkungan hidup tidak hanya soal pengetahuan, tetapi juga tentang sikap dan perilaku, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan manusia yang bertanggung jawab dan mampu hidup selaras dengan lingkungan hidup, serta terlaksananya pembangunan yang berkelanjutan. Lebih dari sekadar menghafal fakta, pendidikan lingkungan hidup juga menanamkan nilai-nilai kepedulian dan mendorong aksi nyata untuk melestarikan alam. Sehingga diharapkan tercipta generasi khususnya pemuda yang sadar akan peran mereka dalam menjaga keseimbangan ekologi dan membangun masa depan yang berkelanjutan.

Adiwijaya (2021), berpendapat bahwa pemuda sebagai agen perubahan memiliki potensi yang signifikan untuk menginformasikan dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya sampah berkelanjutan. Mengapa generasi muda memiliki potensi yang signifikan dalam menginformasi dan mengedukasi? Karena generasi muda lebih terbuka kepada dunia globalisasi (internet, sosial media, dan teknologi terbaru) membuat mereka mudah untuk membagikan dan mendapatkan informasi terbaru tentang lingkungan sekitar. Menurut Kevin Howley (2022), Young people can leverage their interest in social media to promote learning, and civic engagement. Students can be socially connected with a world of ideas and a world of possibilities. (Kaum muda dapat memanfaatkan minat mereka terhadap media sosial untuk mendorong pembelajaran dan keterlibatan masyarakat. Siswa dapat terhubung secara sosial dengan perkembangan ide dan semua peluang)

Peran pemuda dalam langkah nyata lainnya adalah terlibat dalam konservasi lingkungan sebagai upaya pelestarian alam. Hal ini memainkan peran penting dalam meningkatkan kesadaran peduli lingkungan. Perilaku peduli lingkungan adalah upaya sadar terhadap kondisi lingkungan yang tidak sekadar berada dalam ranah pemikiran, melainkan juga tercermin dalam tindakan nyata untuk menjaga keberlangsungan lingkungan, baik secara langsung maupun tidak langsung, yang terlihat dalam aktivitas sehari-hari (Leksono, Seroso Mukti, 2021).

Aksi-aksi dalam rangka mengedukasi dan menginformasikan masyarakat sekitar terhadap kesadaran lingkungan dalam rangkaian konservasi lingkungan pun telah diterapkan oleh beberapa group, komunitas dan organisasi yang dijalani oleh generasi muda, seperti Pepelingasih, Ourconservasea, Pandawara, dan Sorong Peduli Sampah. Program-program tersebut pada dasarnya memiliki pondasi dan gagasan yang sama yaitu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, mengubah lingkungan sekitarmenjadi lebih bersih dan sehat, menyebarkan informasi dan edukasi tentang pentingnya menjaga lingkungan sekitar, dan mempengaruhi kepedulian masyarakat sekitar.

Upaya konservasi lingkungan hidup sangatlah penting untuk mencapai kelestarian lingkungan yang berkelanjutan. Konservasi ini bertujuan untuk melindungi dan menjaga keseimbangan ekosistem, melestarikan keanekaragaman hayati, serta memastikan ketersediaan sumber daya alam untuk generasi mendatang.

Nilai peduli lingkungan menurut Kementrian Pendidikan Nasional Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat Kurikulum (2010: 10) yaitu “Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam sekitarnya dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi”. Maka sejalan dengan konsep peduli lingkungan menurut Kementrian Pendidikan Nasional tersebut, pemuda memiliki peran yang sangat strategis dalam upaya konservasi lingkungan.

Sebagai generasi yang akan menentukan masa depan, pemuda perlu diberikan kesempatan untuk berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan yang berhubungan langsung dengan lingkungan. Seperti yang dijelaskan oleh Keraf (2013), ada berbagai tindakan konkret yang dapat dilakukan oleh pemuda, seperti:

1. Mengorganisir kegiatan penanaman pohon.

2. Mengurangi konsumsi sumber daya, seperti air, listrik, dan bahan bakar.

3. Memilih gaya hidup yang lebih ramah lingkungan, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan mendukung produk berkelanjutan.

4. Berpartisipasi dalam kegiatan yang meningkatkan kesadaran akan lingkungan, baik di sekolah, komunitas, maupun media sosial.

Melalui kegiatan dan kebiasaan positif yang dilakukan tersebut, jelas bahwa pemuda bukan hanya objek dalam kebijakan lingkungan, tetapi juga subjek yang dapat mengambil inisiatif dalam berbagai aksi nyata untuk menjaga kelestarian alam. Konservasi lingkungan merupakan aspek krusial dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam dan keseimbangan ekosistem. Untuk mencapai hal ini, diperlukan keterlibatan semua pihak, terutama generasi muda, dalam memahami dan menerapkan prinsip-prinsip konservasi. Kesadaran lingkungan harus diubah menjadi tindakan nyata, baik dalam skala individu maupun komunitas. Sehingga diharapkan kelestarian lingkungan tidak hanya menjadi wacana, tetapi juga bagian dari kehidupan sehari-hari, memastikan bahwa generasi mendatang masih dapat menikmati sumber daya alam yang ada saat ini.

Secara umum, peran pemuda dalam konservasi lingkungan melalui pendidikan lingkungan hidup, yaitu sebagai berikut:

1. Sebagai Agen Edukasi dan Penyebaran Informasi.

Pemuda dapat menjadi agen edukasi dan penyebaran informasi tentang pentingnya pelestarian lingkungan kepada khalayak luas. Ini dapat dilaksanakan melalui berbagai platform jejaring sosial, seminar, workshop, dan kegiatan edukasi lainnya. Pemuda juga dapat memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk membuat konten edukasi tentang lingkungan hidup, seperti video, infografis, dan artikel. Konten edukasi ini kemudian dapat disebarluaskan melalui media sosial, website, dan platform online lainnya.

2. Sebagai Pelopor Aksi dalam Kegiatan Konservasi.

Pemuda dapat menjadi pelopor aksi dan kegiatan konservasi di lingkungannya. Peran ini dapat dimulai dengan langkah kecil, yaitu memastikan diri sendiri telah menerapkan kebiasaan ramah lingkungan, seperti tidak membuang sampah sembarangan.

Secara khusus, ada beberapa tindakan konkret yang dapat dilakukan oleh segenap siswa SMKN 50 Jakarta dalam melakukan konservasi lingkungan dan ikut berperan secara aktif yaitu :

  1. Mengorganisir kegiatan penanaman pohon di sekolah dan di sekitar tempat tinggal.

  1. Hemat penggunaan air (mematikan keran air setelah digunakan), hemat listrik (mematikan lampu ruangan setelah digunakan), mengurangi penggunaan kendaraan bermotor (hemat BBM), mengawasi makanan yang dijual di kantin sekolah.

  2. Menghemat penggunaan buku dan alat tulis, serta berpartisipasi dalam kegiatan lain yang memberikan dampak positif terhadap pelestarian lingkungan hidup.

  3. Memilah sampah organik dan anorganik

  4. Lingkungan sekolah bebas asap rokok

  5. Membuat konten edukasi tentang lingkungan hidup, seperti infografis, dan artikel yang dapat di tampilkan di majalah dinding (mading) sekolah

Selain itu, melalui pendidikan lingkungan hidup yang membekali para pemuda dengan pengetahuan dan keterampilan maka pemuda juga dapat menginisiasi dan memimpin organisasi atau komunitas yang bergerak di bidang lingkungan hidup. Organisasi atau komunitas ini dapat menjadi wadah bagi pemuda untuk berkolaborasi dan melakukan aksi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan. Kolaborasi dapat dilakukan dengan Kerjasama antar pihak, seperti lembaga pemerintah, organisasi non-pemerintah, dan akademisi, serta masyarakat umum, melalui kegiatan mentoring dan kegiatan lainnya.

 

Esai: Kesimpulan

IDN Times Xplore/MEJIKUHIBINIU_SMKN 50 JAKARTA
IDN Times Xplore/MEJIKUHIBINIU_SMKN 50 JKT

Maka dari itu, kami tim MEJIKUHIBINIU sebagai generasi muda percaya bahwa generasi kami memiliki peran yang kritis dalam menjaga tidak hanya kesadaran lingkungan tetapi, juga lingkungan itu sendiri terhadap keberadaannya sampah. Generasi kami memiliki akses yang tanpa batas untuk menyebarkan awareness, edukasi, dan informasi secara luas. Selain itu, kami juga terbuka terhadap teknologi-teknologi yang dapat membantu perubahan lingkungan sekitar. Hal-hal tersebut pun tidak hanya tertulis tetapi juga dipraktekan, beberapa sekolah, seperti sekolah kami (SMKN 50 Jakarta) sudah terbuka akses dan edukasi terhadap pentingnya kesadaran lingkungan. Seperti pengumpulan sampah botol plastik, kegiatan Adiwiyata, Jum'at bersih (dimana semua siswa tertutur untuk gotong royong membersihkan sekolah bersama), dan banyak ainnya. Maka, kami, tim MEJIKUHIBINIU dari generasi muda ke generasi muda lainnya mengajak kita semua untuk mulai lebih menyadari terhadap lingkungan sekitar.

DAFTAR PUSTAKA

Adiwijaya, H., et al. (2021). "Peran Generasi Muda dalam Program Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas."

Hardjasoemantri, K. (2012). Lingkungan Hidup dan Pembangunan. Tanpa Kota: Gadjah Mada University Press.

Howley, Kevin. (2022). 25 Positive Effects of Social Media for Students. Smart Social Blog. https://www.smartsocial.com/post/positives-of-social-media.

Kemdiknas. 2010. Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa (Buku Pedoman Sekolah). Jakarta: Badan Pengembangan dan Pusat kurikulum

Keraf, A.S. (2013). Fritjof Capra tentang Melek Ekologi Menuju Masyarakat Berkelanjutan. Jurnal Filsafat dan Teologi, Diskursus 12, No. 1.

Khaerunisa, Novi, dan Rini Sulastri. (2021). “Pengoptimalisasian Kebersihan Lingkungan Guna Meningkatkan Kesehatan Masyarakat Kampung Babakan RW 11 Desa Cisondari”. Proceedings Uin Sunan Gunung Djati Bandung 1, no. 35 (December 31,): 110–120.. https://proceedings.uinsgd.ac.id/index.php/proceedings/article/view/625.

Leksono, Mukti Suroso, Mahrawi, Dasma, dan Siti Nurhapipa. (2021). Peningkatan Kesadaran Lingkungan dan Sikap Konservasi Siswa SMA Negeri 1 Anyer Melalui Program Sekolah Riset. Biodidaktika: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya 16, No. 2.

Milandi, Siska, dkk (2025). Peran Pemuda Sebagai Generasi Peduli Lingkungan dalam Meningkatkan Kesadaran Konservasi Melalui Pendidikan Lingkungan Hidup. Jurnal Sosial dan Pengabdian Masyarakat, Volume 3 Nomor 1 Tahun 2025. Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, Indonesia

Rahmawati, D. (2019). Peran Pemuda dalam Konservasi Lingkungan. Jurnal Pendidikan Lingkungan 5, No. 2.

Rumanta, Maman, dkk. (2019). Pendidikan Lingkungan Hidup. Jakarta: Universitas Terbuka.

Rahmawati, Sri Utami (2014). Meningkatkan Karakter Peduli Lingkungan Melalui Sekolah Berbudaya Lingkungan Hidup. Universitas Pendidikan Indonesia

Suyadi. (2015). Pendidikan Lingkungan Hidup. Tanpa Kota: PT Remaja Rosdakarya.

Wijaya, H. (2016). Efektivitas Program Pendidikan Lingkungan di Sekolah. Jurnal Pendidikan 14, No. 2.

Infografik

IDN Times Xplore/MEJIKUHIBINIU_SMKN 50 JAKARTA
IDN Times Xplore/MEJIKUHIBINIU_SMKN 50 JKT

Infografik Lingkungan Kita, Tanggung Jawab Bersama! menyoroti masalah sampah yang belum terkelola dengan baik di Indonesia. Dampaknya bisa memicu banjir dan menurunkan kualitas hidup. Karena itu, kita diajak melakukan langkah kecil seperti memilah sampah, mengurangi plastik, dan mendaur ulang. Lewat program Adiwiyata di SMKN 50, siswa ikut berperan menjaga lingkungan melalui aksi nyata seperti budidaya ikan lele, penampungan air hujan, dan daur ulang botol plastik.

Rubik DIskusi - Infografik Pertamina

IDN Times Xplore/MEJIKUHIBINIU_SMKN 50 JAKARTA
IDN Times Xplore/MEJIKUHIBINIU_SMKN 50 JKT

Infografik Ayo Hijaukan dan Hidupkan Dunia ini mengingatkan kita bahwa sebagian besar listrik yang kita pergunakan masih bergantung pada energi fosil yang menyebabkan polusi dan emisi karbon tinggi. Berubahlah ke energi hijau, yang mampu memberikan sebuah kontibusi untuk mengurangi dampak perubahan iklim dan menjaga kelestarian alam sambil memperkuat ketahanan energi nasional pada saat yang sama. Pertamina juga bergerak melakukan hal tersebut, lewat salah satu program Desa energi Berdikari yang telah memberikan listrik bersih untuk desa-desa sambil memperkecil jejak karbon.

Foto Bercerita

IDN Times Xplore/MEJIKUHIBINIU_SMKN 50 JAKARTA
IDN Times Xplore/MEJIKUHIBINIU_SMKN 50 JKT

Kegiatan dimulai dengan brainstorming untuk menentukan tema, yang akhirnya dipilih “Peran Anak Muda dalam Meningkatkan Kesadaran Lingkungan.” Setelah itu, dibuat esai berisi langkah konkret yang bisa dilakukan anak muda untuk menjaga lingkungan. Kemudian, tim mendesain cover mading dengan visual alam, membuat infografis informatif, serta mendokumentasikan proses lewat foto behind the scene. Sebagai pelengkap, dibuat motion graphics berupa video kampanye kreatif. Seluruh proses ini menunjukkan peran aktif dan nyata anak muda dalam membangun kesadaran lingkungan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Diana Hasna
EditorDiana Hasna
Follow Us