Di tengah kebiasaan anak yang akrab dengan video singkat, scrolling, dan berbagai notifikasi, menjaga fokus saat belajar bukan perkara mudah. Materi yang disampaikan terlalu panjang juga bisa terasa melelahkan, sehingga microlearning hadir dengan pendekatan belajar yang lebih singkat dan mudah diikuti.
Microlearning membagi materi menjadi bagian-bagian kecil dengan bantuan video, animasi, kuis, hingga simulasi. Meski bisa membuat belajar terasa lebih ringan, metode ini tetap punya keterbatasan dan gak bisa menggantikan semua cara belajar. Yuk, kenali lebih jauh penerapan microlearning!
