Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Gak Semua Pakaian Cocok Dicuci Pakai Air Hangat, Apa Saja?

Gak Semua Pakaian Cocok Dicuci Pakai Air Hangat, Apa Saja?
ilustrasi mencuci baju (freepik.com/freepik)
Share Article

Banyak orang mengira air hangat selalu membuat pakaian lebih bersih. Padahal, suhu air saat mencuci perlu disesuaikan dengan jenis kain, warna pakaian, dan petunjuk perawatannya. Air yang terlalu hangat justru bisa membuat beberapa pakaian menyusut, warnanya cepat pudar, atau seratnya lebih cepat rusak.

American Cleaning Institute (ACI) menyebut air dingin cocok untuk kain halus, warna sensitif, dan pakaian yang berisiko menyusut. Sementara itu, air hangat lebih sesuai untuk pakaian dengan tingkat kotoran sedang dan bahan yang memang aman terhadap suhu tersebut.

  1. 1. Pakaian berwarna gelap lebih aman dicuci dengan air dingin

    ilustrasi mencuci baju (pexels.com/Sarah Chai)
    ilustrasi mencuci baju (pexels.com/Sarah Chai)

    Punya kaus hitam atau celana berwarna gelap yang lama-lama terlihat kusam? Salah satu kebiasaan yang perlu diperhatikan adalah penggunaan air hangat saat mencuci. Suhu yang lebih tinggi dapat mempercepat pemudaran warna, terutama jika pakaian dicuci berulang kali.

    "Gunakan air dingin untuk kain halus, warna yang sensitif, dan pakaian yang berisiko menyusut. Air dingin mengurangi tingkat kekusutan dan membantu mencegah warna memudar. Air dingin adalah pilihan terbaik untuk melindungi pakaian berwarna gelap," demikian laporan American Cleaning Institute.

    ACI menyarankan pakaian berwarna gelap dicuci menggunakan air dingin. Membalik pakaian sebelum dicuci dan memilih siklus pencucian yang lebih singkat juga dapat membantu mengurangi gesekan pada permukaan kain.

  2. 2. Sutra, wol, dan kain halus jangan asal pakai air hangat

    ilustrasi mencuci baju di hotel (vecteezy.com/studio2013)
    ilustrasi mencuci baju di hotel (vecteezy.com/studio2013)

    Sutra dan wol termasuk bahan yang membutuhkan perhatian ekstra saat dicuci. Paparan panas, ditambah gesekan atau agitasi selama pencucian, dapat membuat seratnya melemah, menyusut, berubah bentuk, atau kehilangan tampilan aslinya.

    Silk dan wool termasuk bahan yang dapat mengalami kerusakan jika dicuci dengan cara yang tidak tepat. Karena itu, jika label menyarankan hand wash atau cold water, sebaiknya jangan bereksperimen menggunakan air hangat hanya karena ingin hasil cucian terasa lebih bersih.

    "Saya sarankan untuk memasukkannya ke dalam kantong jaring. Saya selalu menggunakan kantong jaring untuk bahan wol agar bentuknya tetap terjaga," saran laundry expert Patric Richardson kepada Indianapolis Business Journal.

  3. 3. Baju dengan elastis dan activewear perlu dijauhkan dari suhu tinggi

    ilustrasi mencuci baju (freepik.com/freepik)
    ilustrasi mencuci baju (freepik.com/freepik)

    Legging, sports bra, pakaian olahraga, dan underwear tertentu biasanya memiliki bahan elastis yang membantu pakaian mengikuti bentuk tubuh. Bagian elastis inilah yang perlu diperhatikan ketika menentukan suhu pencucian. Panas berlebih dan pencucian yang terlalu agresif dapat mempercepat kerusakan material elastis.

    Untuk pakaian seperti activewear, air dingin biasanya menjadi pilihan yang lebih aman jika memang sesuai dengan label perawatan. Selain suhu, gunakan siklus yang tidak terlalu agresif dan hindari pengeringan dengan suhu tinggi jika petunjuk pakaian melarangnya.

    "Jangan pernah menggunakan air panas untuk pakaian berbahan halus yang memerlukan perawatan khusus," dikutip dari American Cleaning Institute.

     

  4. 4. Jeans dan pakaian berwarna cerah tidak selalu butuh air hangat

    ilustrasi mencuci jeans (istockphoto.com/ConstantinosZ)
    ilustrasi mencuci jeans (istockphoto.com/ConstantinosZ)

    Jeans, khususnya denim berwarna gelap, juga lebih aman dicuci dengan air dingin. Suhu hangat dapat mempercepat pelepasan warna dari serat kain sehingga jeans lebih cepat terlihat pudar. Untuk jeans berwarna gelap yang masih baru, mencucinya secara terpisah pada beberapa kali pencucian pertama juga bisa membantu mencegah transfer warna.

    Menurut panduan dari Cleaning is Caring, jeans yang bisa dicuci menggunakan mesin sebaiknya dibalik terlebih dahulu dan dicuci dengan air dingin. Cara ini membantu mempertahankan tampilan denim sekaligus mengurangi paparan langsung bagian luar pakaian terhadap gesekan selama pencucian.

    "Baca dan ikuti petunjuk perawatan pada label pakaian. Jika celana jin dapat dicuci dengan mesin, balikkan bagian dalamnya ke luar dan cuci menggunakan air dingin; sebaiknya gunakan detergen khusus untuk bahan denim. Untuk celana jin berwarna gelap, cucilah secara terpisah," dikutip dari Cleaning is Caring.

  5. 5. Pakaian dengan risiko menyusut sebaiknya hindari air hangat

    ilustrasi mencuci baju (freepik.com/freepik)
    ilustrasi mencuci baju (freepik.com/freepik)

    Beberapa pakaian dapat mengalami penyusutan ketika terkena air bersuhu tinggi. Risiko ini perlu diperhatikan terutama pada pakaian berbahan serat alami atau pakaian yang belum mengalami proses preshrinking secara optimal. Akibatnya, kaus bisa terasa lebih pendek atau sweater berubah ukuran setelah beberapa kali dicuci.

    "Gunakan air panas untuk pakaian putih yang tahan lama, pakaian yang sangat kotor, pakaian berjenis permanent press (tahan kusut), dan pakaian yang tidak luntur," dikutip dari American Cleaning Institute.

    ACI menjelaskan bahwa bahkan pakaian berbahan katun yang sudah melalui proses preshrinking tetap bisa memiliki kemungkinan mengalami penyusutan. Dalam kasus pakaian yang diberi label dry clean only, ACI menyarankan untuk mengikuti label karena pencucian dengan air dapat berisiko terhadap ukuran, warna, kancing, maupun trim pakaian.

    Memilih suhu air untuk mencuci pakaian bukan sekadar soal ingin mendapatkan cucian yang lebih bersih. Air hangat memang bisa berguna untuk jenis pakaian dan kondisi tertentu, tetapi tidak cocok untuk semua bahan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More