Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Hal Keliru tentang Magang yang Harus Berhenti Dipercayai Mahasiswa

5 Hal Keliru tentang Magang yang Harus Berhenti Dipercayai Mahasiswa
IDN Times/Rizka Yulita & Anjani Eka Lestari
Share Article

Beberapa orang ternyata masih punya pemikiran yang salah terhadap kegiatan magang. Salah satu yang masih diyakini, bahkan hingga saat ini, adalah kegiatan ketika magang hanyalah fotokopi dokumen dan membuat minuman untuk atasan.

Kenyataannya, magang merupakan program pelatihan kerja yang sangat menguntungkan dan bermanfaat ketika sudah lulus studi. Selain pemikiran tersebut, berikut hal keliru tentang magang yang harus berhenti dipercayai mahasiswa.

  1. 1. Anak magang hanya akan mengerjakan sesuatu yang sesuai dengan job description saja

    IDN Times/Rizka Yulita & Anjani Eka Lestari
    IDN Times/Rizka Yulita & Anjani Eka Lestari

    Pekerjaan anak magang itu, pada dasarnya tidak hanya sesuai dengan posisi di saat kamu pertama kali melamar. Ini karena perusahaan bukan hanya mengajarkan hal tertentu, melainkan juga membutuhkan bantuan di beberapa bidang sekaligus.

    Jadi, jangan heran ketika ketika magang nanti, tugas yang kamu tangani akan sangat banyak dan tidak sesuai dengan posisi yang kamu harapkan.

  2. 2. Magang yang digaji itu lebih baik

    pexels/artem beliaikin
    pexels/artem beliaikin

    Tak mendapatkan bayaran selama program magang, bukan berarti bahwa pekerjaan yang kamu lakukan sia-sia. Sebab, biasanya di tempat tersebut, justru kamu bisa mendapatkan pengalaman lebih baik daripada magang di perusahaan yang dibayar.

    Selain itu, jika kinerjamu baik, perusahaan juga akan mempertimbangkan dirimu untuk menjadi karyawan tetap. Jadi, pilihlah perusahaan dan bidang yang benar-benar membuat kamu semangat dan berkembang dengan baik!

  3. 3. Anak magang pasti bakal ditawari pekerjaan di perusahaan tersebut

    unsplash.com/Sebastian Herrmann
    unsplash.com/Sebastian Herrmann

    Jangan langsung percaya dengan hal ini! Tidak semua anak magang mendapatkan tawaran untuk bekerja di perusahaan tersebut usai program magang selesai.

    Hanya mereka yang memiliki kinerja luar biasa hingga menarik perhatian atasan, yang akan langsung ditawarkan bekerja langsung sebagai karyawan tetap. Jadi, jangan terlalu percaya diri terlebih dahulu!

  4. 4. Harus magang di perusahaan besar yang terkenal

    pexels/Andrea Piacquadio
    pexels/Andrea Piacquadio

    Memiliki impian magang di perusahaan besar, memang baik. Sayangnya, tidak semua perusahaan besar membuka kesempatan untuk program magang. Karenanya, coba pertimbangkan magang di perusahaan startup atau lokal yang memiliki track record baik.

    Selama kamu bisa bersikap profesional dan belajar dari hal kecil sekalipun, perusahaan kecil bukanlah tempat yang buruk untuk menjalani program magang, kok!

  5. 5. Anak magang tidak melakukan sesuatu yang berfaedah

    Pixabay/StartupStockPhotos
    Pixabay/StartupStockPhotos

    Inilah pemikiran salah yang masih dipercaya hingga saat ini. Padahal, sebuah perusahaan akan sangat menghargai anak magang dan membuat mereka benar-benar mendapatkan pengalaman dan pelatihan kerja yang baik.

    Jadi, tidak ada lagi istilah bahwa anak magang tugasnya hanya fotokopi dokumen dan membuatkan kopi dan teh untuk supervisor atau atasannya langsung.

    Mau di mana pun kamu magang, selama bisa menikmati dan memetik pelajaran dari setiap hal yang kamu lakukan, kamu tetap akan mendapat pengalaman dan pelatihan kerja yang baik.

    Jadi, jangan sampai masih berpikir bahwa anak magang itu hanya akan bekerja layaknya office boy belaka, ya!

Share Article

Related Articles

See More