5 Buku Islami tentang Mental Health untuk Bacaan Ramadan

- Buku Islami tentang Mental Health untuk Bacaan Ramadan membuka perspektif tentang pengelolaan kondisi mental dalam Islam.
- Depression & Anxiety: The Cause and Treatment According to The Qur’an mengenali perasaan sedih dan senang dari sudut pandang Islam.
- When Worries Turn to Hope mengajarkan seni menyerah dan bersama Allah, tidak ada waktu menunggu yang sia-sia.
Cemas, gelisah, dan overthinking, sering kali jadi perasaan tak terhindarkan yang bisa dialami oleh siapa saja. Di Islam, cara untuk mengelola berbagai kondisi mental ini pun sebenarnya telah diajarkan. Ada banyak buku yang dapat membuka perspektif kamu tentang bagaimana masalah mental health diatasi di dalam Islam.
Nah, sambut Ramadan, kamu sebaiknya memanfaatkan sebaik-baiknya waktu di bulan ini untuk meningkatkan iman dan takwa melalui berbagai cara. Salah satunya, melalui hobi membaca buku. Ini dia rekomendasi buku Islami tentang mental health untuk bacaan Ramadan agar hari-harimu tetap penuh hikmah.
1. Depression & Anxiety: The Cause and Treatment According to The Qur’an

Perasan cemas dan gelisah sering kali datang dari ketakutan akan ketidakpastian tentang hidup. Di lain sisi, semua yang ada di dalam dunia ini sifatnya sementara. Tak terkecuali rasa bahagia dan sedih yang Allah hadirkan ke hati manusia. Melalui buku Depression & Anxiety ini kamu akan diajak mengenali perasaan sedih dan senang tersembunyi yang dimiliki.
Dengan cara penyampaian yang menenangkan, sang penulis berusaha memperkenalkan bagaimana selama ini Islam memandang mental health. Di buku ini kamu akan menemukan 5 bab penyebab mendasar dari depresi, kecemasan, dan masalah kesehatan mental umum lain dari kacamata Islam. Tak hanya itu, ada banyak potongan ayat dan hadits reflektif yang membantu memperkuat iman.
2. When Worries Turn to Hope

Kamu pernah merasa sudah berkorban sangat besar untuk orang lain, tapi semua terasa sia-sia? Kamu mungkin sering kali mencurahkan hati untuk peduli, memberi, hingga mendahulukan kebutuhan orang lain daripada diri sendiri. Sayangnya, segala upaya seakan tak dihargai dan kamu justru kehabisan energi.
Saat ini terus terjadi, kamu pun merasa sangat melelahkan untuk terus maju, memikul beban tanggung jawab, dan sampai pada titik pasrah akan mimpi-mimpi yang pernah dibangun. Buku When Worries Turn to Hope ini mengajarkan seni dari menyerah. Sampai akhirnya kamu paham, bahwa bersama Allah, tidak ada waktu menunggu yang sia-sia.
3. The Beauty of Promised Rizq

Saat sedang dalam penantian, kamu sering diberitahu bahwa kerja keras pasti akan membuahkan hasil. Namun, bagaimana jika hasil dari usaha itu berkatan tidak? Kamu mungkin telah mengerahkan segalanya, berkorban, mengikuti setiap langkah, tapi hasilnya tidak seperti yang kamu harapkan.
Di momen inilah pikiranmu dipenuhi pertanyaan mengapa kamu tidak diberi rezeki yang sama baiknya dengan orang lain? Namun, buku ini menggambarkan makna keindahan dari rezeki. Sebuah perjalanan reflektif yang mengeksplorasi hubungan antara usaha manusia dalam kehidupan sehari-hari dan hubungan manusia dengan Allah Yang Maha Pemberi Rezeki. Terutama, di waktu saat kamu merasa tidak cukup.
4. A Thinking Person s Guide to the Truly Happy Life

Ada banyak buku yang berusaha mendefinisikan makna ‘kebahagiaan’, namun Truly Happy Life ini memaknainya dari sudut pandang Islam. Buku ini mengajak kamu untuk melihat kemudahan untuk mempercayakan segala sesuatu hanya kepada Allah.
Lewat penuturan yang ringkas dan mudah dipahami, filsuf dan cendekiawan Islam terkemuka, Pangeran Ghazi dari Yordania, meninjau jawaban filosofis dan religius klasik atas pertanyaan seputar kebahagiaan. Penuturannya juga menjelaskan mengenai perspektif Islam tentang masalah ini berdasarkan Al-Qur’an dan sabda Nabi shallallahu 'slaihi wassallam.
5. Talk to Allah

Kapan terakhir kali kamu mencurahkan perasaan kepada Allah? Kamu mungkin diajarkan untuk berkomunikasi kepada Allah saat sedang berdoa. Buku ini menjelaskan terkadang manusia hanya berbicara melalui ayat-ayat yang harus kita hafalkan saat dihadapan penciptanya. Namun, kapan kamu benar-benar curhat mengenai apa yang membebani hati?
Kebiasaan itu mungkin membuatmu merasa canggung saat ingin berbicara apa adanya. Akhirnya, justru mencari penghiburan untuk hati yang terasa berat melalui cara lain. Padahal, saat sedih dan putus asa, sejatinya hanya bersama Allah kita dapat memperoleh penghiburan. Buku ini adalah sebuah perjalanan spiritual untuk terhubung kembali dengan Allah sepenuh hati.
Ramadan bisa menjadi penghubung bagi kamu untuk kembali menautkan hati kepada Sang Maha Pencipta. Sejatinya, melalui rangkaian firman Allah di dalam Al-Qur’an kamu dapat menemukan setiap solusi dari permasalahan kehidupan. Jadi, jika kamu merasa perasaan cemas dan stres berlebih, cobalah untuk terus belajar apa yang Islam ajarkan tentang mengelola emosi, hati yang hampa, hingga pikiran yang sering negatif. Selain itu, kamu juga bisa belajar melalui kelima buku Islami tentang mental health untuk bacaan Ramadan seperti rekomendasi di atas.


















