Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

7 Rekomendasi Buku Bacaan Favorit untuk Merayakan Imlek di Rumah

ilustrasi membaca buku (pexels.com/Aline Viana Prado)
ilustrasi membaca buku (pexels.com/Aline Viana Prado)
Intinya sih...
  • The Joy Luck Club – Amy Tan: Kisah empat ibu imigran Tionghoa dan empat anak perempuan mereka di Amerika, menghadirkan refleksi tentang identitas dan penerimaan diri.
  • Lucie Yi Is Not a Romantic – Lauren Ho: Novel ringan yang berbicara tentang pencarian makna hidup versi diri sendiri.
  • Everything I Never Told You – Celeste Ng: Potret tentang bagaimana cinta bisa berubah menjadi beban ketika tidak disampaikan dengan jujur.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Merayakan Imlek di rumah tak selalu harus ramai oleh suara petasan atau hiruk-pikuk kunjungan. Ada momen tenang yang justru terasa lebih bermakna, ketika waktu melambat dan pikiran punya ruang untuk bernapas. Di suasana seperti ini, membaca buku menjadi pilihan yang cocok dibaca pas Imlek, apalagi jika kisahnya menghadirkan kehangatan, refleksi, dan nilai kehidupan.

Dari novel bernuansa Asia hingga bacaan reflektif yang mengajak merenungi makna hidup, buku-buku tentang keluarga, perjalanan batin, serta harapan dan awal baru bisa menjadi teman setia dalam merayakan Imlek di rumah. Berikut tujuh rekomendasi buku yang cocok buat kamu baca untuk menemani Imlek di rumah

1. The Joy Luck Club – Amy Tan

The Joy Luck Club
The Joy Luck Club (amazon.com)

Buku ini mengisahkan empat ibu imigran Tionghoa dan empat anak perempuan mereka yang tumbuh di Amerika, dengan latar perbedaan budaya, generasi, dan cara memandang hidup. Setiap bab seperti potongan ingatan yang dijahit pelan-pelan, memperlihatkan masa lalu para ibu di Tiongkok, luka yang mereka bawa, serta harapan besar yang diam-diam mereka titipkan pada anak-anaknya. Amy Tan menulis dengan emosi yang halus, memperlihatkan bagaimana cinta orang tua sering hadir dalam bentuk tuntutan, bukan kata-kata manis.

Di balik konflik ibu dan anak, The Joy Luck Club adalah cerita tentang identitas dan penerimaan diri. Pembaca diajak memahami bahwa jarak emosional kerap lahir dari ketidakmampuan untuk saling menerjemahkan pengalaman hidup. Buku ini terasa sangat relevan dibaca saat Imlek, ketika keluarga berkumpul dan masa lalu sering kembali mengendap di meja makan. Kisahnya mengingatkan bahwa memahami akar keluarga adalah langkah penting untuk melangkah ke depan dengan lebih utuh.

2. Lucie Yi Is Not a Romantic – Lauren Ho

Lucie Yi Is Not a Romantic
Lucie Yi Is Not a Romantic (amazon.com)

Novel ini mengisahkan Lucie Yi, seorang perempuan ambisius yang hidupnya berputar pada karier, uang, dan stabilitas, bukan cinta. Lucie percaya bahwa romansa hanyalah gangguan, sampai hidup memaksanya meninjau ulang keyakinan tersebut. Ceritanya ringan, tajam, dan penuh humor modern, menggambarkan realitas perempuan Asia kontemporer yang bergulat dengan ekspektasi keluarga, standar sosial, dan ambisi pribadi.

Di balik kisah percintaan yang anti-klise, buku ini berbicara tentang pencarian makna hidup versi diri sendiri. Lucie Yi Is Not a Romantic cocok untuk pembaca yang ingin cerita segar tentang kemandirian, pilihan hidup, dan keberanian untuk menolak narasi lama. Bacaan ini terasa pas untuk awal tahun, ketika banyak orang sedang menimbang ulang apa arti sukses dan bahagia bagi dirinya.

3. Everything I Never Told You – Celeste Ng

Everything I Never Told You
Everything I Never Told You (amazon.com)

Novel ini dibuka dengan kematian Lydia Lee, lalu perlahan mengurai kehidupan keluarganya yang tampak sempurna di permukaan. Celeste Ng dengan cermat menggambarkan dinamika keluarga Asia-Amerika, tekanan akademik, serta ekspektasi orang tua yang tak pernah benar-benar terucap. Setiap halaman terasa sunyi namun sarat emosi, seperti menyibak rahasia yang terlalu lama disimpan.

Lebih dari sekadar misteri keluarga, buku ini adalah potret tentang bagaimana cinta bisa berubah menjadi beban ketika tidak disampaikan dengan jujur. Everything I Never Told You mengajak pembaca merenungkan betapa pentingnya komunikasi dan empati dalam keluarga. Bacaan ini cocok bagi mereka yang ingin memahami sisi rapuh hubungan orang tua dan anak, terutama dalam keluarga dengan tekanan budaya yang kuat.

4. The Tea Girl of Hummingbird Lane – Lisa See

The Tea Girl of Hummingbird Lane
The Tea Girl of Hummingbird Lane (amazon.com)

Buku ini berkisah tentang Li-yan, seorang gadis dari suku Akha di Tiongkok yang hidup di tengah tradisi kuat dan perubahan zaman. Teh menjadi simbol penting dalam cerita, merepresentasikan warisan, ikatan keluarga, dan perjalanan hidup. Lisa See menulis dengan detail budaya yang kaya, membawa pembaca menyusuri ritual, kepercayaan, dan konflik batin antara mempertahankan tradisi atau mengejar masa depan.

Di sisi lain, novel ini juga mengangkat tema adopsi, kehilangan, dan pencarian identitas. Kisah ibu dan anak yang terpisah namun tetap terhubung secara emosional menjadikan buku ini sangat menyentuh. The Tea Girl of Hummingbird Lane terasa seperti bacaan yang pas untuk Imlek, karena menyoroti makna asal-usul, pengorbanan, dan harapan lintas generasi.

5. Atomic Habits – James Clear

Atomic Habits
Atomic Habits (amazon.com)

Atomic Habits membahas perubahan besar yang lahir dari kebiasaan kecil yang konsisten. James Clear menjelaskan dengan bahasa sederhana bagaimana sistem, bukan motivasi semata, menentukan keberhasilan seseorang. Buku ini penuh contoh nyata dan konsep praktis, seperti cara membentuk kebiasaan baik dan memutus kebiasaan buruk tanpa merasa terbebani.

Kekuatan buku ini terletak pada pendekatannya yang realistis dan mudah diterapkan. Atomic Habits sangat cocok dibaca di awal tahun atau menjelang Imlek, ketika banyak orang ingin memulai lembaran baru. Pesan utamanya jelas: perubahan tidak perlu drastis, cukup dilakukan sedikit demi sedikit, tetapi dengan kesadaran dan konsistensi.

6. Ikigai: The Japanese Secret to a Long and Happy Life – Hector Garcia dan Francesc Miralles

Ikigai: The Japanese Secret to a Long and Happy Life
Ikigai: The Japanese Secret to a Long and Happy Life (amazon.com)

Buku ini mengeksplorasi konsep ikigai, alasan untuk bangun setiap pagi, yang dipercaya menjadi rahasia umur panjang dan kebahagiaan masyarakat Jepang. Penulis memadukan riset, wawancara dengan penduduk Okinawa, serta refleksi filosofis tentang hidup yang seimbang. Gaya penulisannya ringan, menenangkan, dan mengajak pembaca melambat sejenak.

Lebih dari sekadar teori, Ikigai menawarkan cara pandang hidup yang selaras antara pekerjaan, passion, dan makna. Buku ini cocok dibaca saat Imlek, ketika refleksi diri dan harapan baru terasa kuat. Isinya mengingatkan bahwa kebahagiaan sering tersembunyi dalam rutinitas sederhana yang dijalani dengan penuh kesadaran.

7. Grit: The Power of Passion and Perseverance – Angela Duckworth

Grit: The Power of Passion and Perseverance
Grit: The Power of Passion and Perseverance (amazon.com)

Dalam buku ini, Angela Duckworth mengupas konsep grit sebagai kombinasi antara ketekunan dan gairah jangka panjang. Melalui berbagai studi dan kisah nyata, ia menunjukkan bahwa kesuksesan lebih sering ditentukan oleh daya tahan mental dibanding bakat semata. Buku ini menantang anggapan lama bahwa kecerdasan adalah faktor utama keberhasilan.

Grit relevan dengan nilai kerja keras dan ketabahan yang banyak dijunjung dalam budaya Asia. Bacaan ini cocok untuk pembaca yang sedang menata ulang tujuan hidup dan karier di tahun baru. Pesan utamanya kuat: bertahan, terus belajar, dan tidak mudah menyerah sering kali menjadi kunci utama untuk mencapai hidup yang bermakna.

Ketujuh buku dalam daftar ini bukan sekadar bacaan pengisi waktu, tetapi jendela untuk memahami diri, keluarga, dan makna perjalanan hidup. Cerita tentang keluarga, harapan dan awal baru terasa sejalan dengan semangat Imlek yang sarat doa baik dan refleksi diri.

Dengan memilih bacaan yang tepat, momen imlek di rumah bisa menjadi lebih hangat dan bermakna, seolah setiap halaman yang dibuka ikut mengantarkan niat baik untuk tahun yang baru. Selamat membaca!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya
Follow Us

Latest in Life

See More

50 Ide Kata-kata di Kartu Ucapan Imlek untuk Dosen Pembimbing

06 Feb 2026, 22:03 WIBLife