Skill yang Hilang Kalau Pelajar Bergantung pada AI, Hati-hati!

- Ketergantungan AI tanpa panduan dapat mengurangi keterlibatan mental pelajar, terutama proses berpikir kritis yang membutuhkan evaluasi, pertanyaan, dan pengembangan ide secara mandiri.
- Studi EEG menemukan pengguna ChatGPT saat menulis esai memiliki aktivitas lebih rendah pada area memori, atensi, dan kontrol eksekutif, serta lebih sedikit mengingat tulisannya.
- Riset menunjukkan karya berbantuan ChatGPT cenderung kurang orisinal dan seragam; pelajar coding yang mengandalkan AI juga menghasilkan variasi kreatif lebih sedikit dibanding kolaborasi manusia.
Kehadiran AI dalam dunia pendidikan memang membawa banyak kemudahan, mulai dari merangkum materi hingga membantu mengerjakan tugas dalam hitungan detik. Tapi di balik kepraktisan itu, ada risiko yang perlu diwaspadai, terutama kalau pelajar terlalu bergantung pada AI tanpa benar-benar melalui proses berpikir sendiri.
Menurut kajian dari menurut Dr Elizabeth Kaplunov dan Athina Ntasioti, Senior Lecturer dan Lecturer in Health di Regent College London, tanpa panduan yang tepat, penggunaan AI justru bisa mengurangi keterlibatan pelajar dalam proses mental yang jadi fondasi berpikir kritis. Penasaran skill apa aja yang berisiko hilang kalau terlalu mengandalkan AI? Yuk, simak selengkapnya di bawah ini!
1. Kemampuan berpikir kritis

Psikolog Daniel Kahneman pernah menjelaskan kalau manusia punya dua sistem berpikir. Sistem 1 bersifat cepat, intuitif, dan emosional, cocok buat bereaksi cepat tapi rentan bias dan kesalahan. Sementara System 2 bersifat lambat, deliberatif, dan logis, menjadi fondasi dari kemampuan berpikir kritis.
Masalahnya, AI cenderung memanjakan System 1 dengan memberi autocomplete jawaban dan gagasan secara instan. Sehingga menciptakan ilusi keahlian tanpa benar-benar mendorong penggunanya buat berpikir sendiri. AI bahkan sering jadi apa yang disebut peneliti sebagai black box, yakni memberi output yang rapi tapi gak menunjukkan bagaimana proses di balik keputusan tersebut diambil. Karenanya, makin sulit buat pelajar untuk mengevaluasi, menantang, atau mengembangkan lebih lanjut apa yang mereka lihat.
2. Daya ingat dan kontrol eksekutif otak

Sebuah studi menggunakan pemindaian EEG buat memantau aktivitas otak pelajar saat menulis esai. Hasilnya, pelajar yang menggunakan ChatGPT menunjukkan keterlibatan yang jauh lebih rendah di area otak yang berkaitan dengan memori, atensi, dan kontrol eksekutif dibandingkan pelajar yang menulis tanpa bantuan AI. Para peneliti menyebut fenomena ini sebagai metacognitive laziness.
Bukan cuma berpikir lebih dangkal, pelajar-pelajar ini juga terbukti lebih sedikit mengingat apa yang telah mereka tulis sendiri. Riset lain di kalangan pelajar coding pun menunjukkan pola serupa. Mereka yang menggunakan AI cenderung menerima solusi begitu saja tanpa mempertanyakannya. Berbeda dengan pelajar yang bekerja bareng tutor manusia dan lebih banyak menghabiskan waktu buat menyempurnakan ide serta berpikir kritis soal tugas yang dikerjakan.
3. Kreativitas dan orisinalitas

Riset menunjukkan kalau esai yang ditulis menggunakan ChatGPT terbukti kurang orisinal dan cenderung lebih seragam dibanding tulisan yang dibuat tanpa bantuan AI. Temuan ini menegaskan kalau ketergantungan pada AI bisa berdampak langsung pada keunikan dan kekayaan ide yang dihasilkan pelajar.
Bukti lain juga menguatkan hal serupa, di mana pelajar yang mengandalkan AI dalam proyek coding menghasilkan lebih sedikit variasi kreatif dibanding mereka yang berkolaborasi dengan sesama pelajar. Ini menunjukkan kalau proses berkolaborasi dan berdiskusi dengan manusia lain ternyata punya peran penting dalam memicu kreativitas, sesuatu yang sulit digantikan sepenuhnya oleh interaksi dengan AI.
Itu dia beberapa skill yang terancam akan meredup atau hilang jika pelajar terlalu bergantung pada AI. Tetaplah bijak dalam menggunakan AI, ya!





![[QUIZ] Dari Kebiasaan Upin dan Ipin, Ini Luka yang Diam-diam Membentuk Dirimu Saat Ini](https://image.idntimes.com/post/20250506/1000008112-a9936ff4ece60dc64a0fc7d3e0c841a5.png)






![[QUIZ] Dari Circle Upin dan Ipin, Kamu Sulit Melepaskan Pacarmu karena Sayang atau Takut Sendirian?](https://image.idntimes.com/post/20251129/screenshot-2025-11-29-181336_ab65d75f-901c-48e7-9161-7bbac624e5d7.png)


![[QUIZ] Kamu Overthinking karena Takut Gagal atau Takut Mengecewakan Orang Lain?](https://image.idntimes.com/post/20260727/portrait-young-woman-with-low-self-esteem-sitting-bed-home_a507e4d7-3f55-4c22-bdfd-d0510d292045.jpg)


![[QUIZ] Kalau Jadi Orangtua, Kamu Tipe Orang yang Seperti Apa?](https://image.idntimes.com/post/20260717/drama-sarapan-pagi-hari-anak-anak-mengingatkan_5867f213-360f-472c-8bd3-23f8610dd30f.jpg)

![[QUIZ] Apakah Kamu Masih Membawa Emotional Baggage?](https://image.idntimes.com/post/20260423/uday-mittal-bwktz4yvtma-unsplash_e632f0d9-c2a0-4f30-8b43-a898da993469.jpg)