"Kesepian dihasilkan dari perbedaan antara hubungan sosial yang diharapkan dan yang sebenarnya," ujar Samia.
Mengapa Teman Makin Sedikit Saat Dewasa dan Lebih Rentan Kesepian?

- Kesepian pada usia dewasa dapat muncul dari perbedaan antara hubungan sosial yang diharapkan dan kenyataan yang dialami.
- Kesibukan, perubahan prioritas, dan jaringan sosial yang menyempit dapat mengurangi kesempatan bertemu teman baru.
- Orang dewasa cenderung lebih selektif dalam hubungan, sementara pengalaman penolakan dan pengkhianatan dapat membuat mereka lebih tertutup.
Mungkin banyak di antara kita yang merasa lingkaran pertemanan semakin mengecil seiring bertambahnya usia. Perasaan semacam ini mungkin saja terjadi karena ketika seseorang bertambah usia, ada banyak kesibukan yang perlu dijalani, mulai dari pekerjaan, keluarga, hingga perubahan prioritas yang membuat waktu untuk bersosialisasi semakin menyempit.
Kondisi tersebut dapat membuat jumlah teman yang dianggap dekat semakin berkurang karena hubungan yang sebelumnya terjalin erat perlahan merenggang. Hal ini bahkan dapat terus berlanjut hingga seseorang merasa kesepian, meski sebenarnya tidak benar-benar merasa sendiri. Lantas, secara psikologis, mengapa semakin bertambah usia, lingkaran pertemanan cenderung mengecil dan seseorang menjadi lebih rentan terhadap kesepian?
1. Kesepian rentan dirasakan saat dewasa karena adanya ekspektasi

ilustrasi kesepian (unsplash.com/Ivan Aleksic) Samia Akhter-Khas, mahasiswa pasca sarjana dari King's College London melakukan penelitian dengan para ilmuwan Universitas Duke untuk mengenali isu terkait rasa kesepian. Samia menerangkan bahwa kesepian di usia tua merupakan emosi yang kompleks. Perasaan ini biasanya didorong oleh ketidakcocokan antara harapan dan kenyataan.
Kesepian sering kali dianggap muncul karena terlalu banyak waktu menghabiskan waktu sendiri, sehingga seseorang merasa terisolasi atay terputus dengan orang di sekitar. Akan tetapi, Samia dalam laman Psychiatrist menerangkan dari hasil penelitiannya bahwa rasa kesepian tetap bisa muncul meski tidak menghabiskan banyak waktu sendirian.
Dalam analisanya, Samia menghubungkan dengan teori Ekspektasi Hubungan Sosial dimana individu kerap memiliki ekspektasi hubungan tertentu, namun diabaikan. Pada umumnya, semakin tua individual memiliki dua ekspektasi sosial yakni didengarkan dan ingin berkontribusi.
2. Mengapa ketika dewasa, kita memiliki teman semakin sedikit?

ilustrasi kesepian (pexels.com/Muhamad Lutfi) Penelitian yang dijabarkan dalam Psychology Today menguatkan pandangan di atas. Riset membuktikan bahwa kesepian adalah perhatian utama bagi orang dewasa yang lebih tua karena menginginkan koneksi sosial tetapi tidak dapat memenuhi kebutuhan itu dengan baik.
Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kesepian adalah kesulitan berteman. Alasannya, orang-orang di lingkaran sosial terus berubah, mereka memprioritaskan tanggung jawab lain seperti keluarga, pekerjaan dan lainnya. Semakin sempit jaringan sosial, semakin terbatas pula kesempatan untuk bertemu orang baru dan membentuk koneksi yang berarti.
Orang dewasa juga semakin selektif terhadap hubungan. Pasalnya, jumlah waktu dan energi yang mereka miliki tidak sebesar saat remaja. Orang dewasa juga cenderung mencari koneksi yang lebih dalam, dibangun atas minat, nilai dan pengalaman hidup selaras.
3. Banyak trauma bikin orang lebih tertutup, inilah mengapa muncul kesepian

Ilustrasi kesepian buka puasa sendirian (pexels.com/Anna Tarazevich) Semakin bertambah usia, individu semakin selektif dalam menjalin hubungan. Inilah yang menyebabkan semakin sulit untuk bertemu dengan individ yang benar-benar terhubung dengan hubungan yang bermakna. Pada akhirnya, menurut Psikoterapis Kaytee Gillis dalam Psychology Today, hal ini yang akan mengarahkan pada rasa terisolasi atau kesepian.
Orang dewasa juga semakin tertutup dengan perspektif dan pengalaman baru. Ada alasan enggan untuk melangkah keluar zona nyaman dan terlibat dengan standar sosial. Selain itu, sebagai orang dewasa juga telah mengalami berbagai pengalaman penolakan dan pengkhianatan di masa lalu, akibatnya lebih tertutup untuk berbagi dengan orang lain.
Perasaan semacam inilah yang membuat orang dewasa cenderung memiliki pengalaman negatif dengan persahabatan. Akibatnya, menutup diri dan merasa diri kesepian. Akan tetapi, kondisi ini tak selalu terjadi pada semua orang.






















