Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tanaman Layu Kena Abu Vulkanik? Ini Cara Menyelamatkannya
ilustrasi tanaman layu (magnific.com/wirestock)
  • Abu vulkanik dapat menyumbat pori daun, menghambat fotosintesis, serta membuat tanaman stres dan layu; penanganan cepat diperlukan agar tanaman tidak mati.
  • Bilas daun setiap hari dengan semprotan air bersih bertekanan halus pada pagi atau sore, lalu tempatkan tanaman di area teduh untuk pemulihan.
  • Pangkas daun dan ranting yang kering memakai gunting steril, kemudian beri pupuk organik cair berdosis ringan seminggu sekali untuk membantu menyeimbangkan nutrisi tanah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Hujan abu vulkanik dari erupsi gunung memang menyulitkan banyak hal, termasuk tanaman di pekarangan rumah. Abu yang menempel di daun bisa menyumbat pori-pori tempat tanaman bernapas, sehingga tanaman jadi stres dan layu. Tak hanya itu, lapisan abu yang tebal juga menghalangi sinar matahari masuk untuk proses fotosintesis.

Jika dibiarkan, tanaman kesayangan bisa mati dalam hitungan hari. Tapi jangan khawatir, ada beberapa langkah sederhana yang bisa menyelamatkan mereka. Yuk, simak tiga cara praktis menyelamatkan tanaman yang terkena abu erupsi!

1. Bilasan air bersih membersihkan endapan abu dari permukaan daun

ilustrasi menyiram tanaman (magnific.com/magnific)

Siram tanaman dengan air bersih menggunakan semprotan halus agar abu tidak terbawa angin. Lakukan penyiraman di pagi atau sore hari saat suhu tidak terlalu panas. Air akan meluruhkan partikel abu yang menempel pada daun tanpa merusak jaringan tanaman.

Ulangi proses ini setiap hari sampai tidak ada lagi abu yang terlihat di permukaan. Jangan menyiram dengan tekanan tinggi karena bisa merusak daun yang sudah lemah. Setelah bersih, biarkan tanaman beristirahat di tempat teduh agar pulih perlahan.

2. Pemangkasan bagian kering merangsang pertumbuhan tunas baru yang sehat

ilustrasi memangkas tanaman (magnific.com/magnific)

Periksa tanaman secara teliti dan potong daun serta ranting yang sudah mengering atau menghitam. Bagian yang mati tidak akan bisa pulih dan hanya membebani tanaman. Gunakan gunting steril agar tidak menularkan penyakit ke bagian sehat.

Pemangkasan juga membantu tanaman mengalihkan energi ke tunas-tunas baru. Lakukan pemangkasan secara bertahap, dan jangan langsung memotong terlalu banyak. Tanaman pun akan tumbuh segar dalam beberapa minggu.

3. Pupuk organik cair mengembalikan nutrisi tanah yang hilang

ilustrasi memberi pupuk (magnific.com/jcomp)

Abu vulkanik memang mengandung mineral, tapi juga mengubah pH tanah menjadi lebih basa. Tanah yang terlalu basa membuat akar sulit menyerap nutrisi penting seperti zat besi dan magnesium. Berikan pupuk organik cair yang kaya mikronutrien untuk menyeimbangkan kondisi tanah.

Aplikasikan pupuk seminggu sekali dengan dosis ringan agar tidak membuat tanaman kaget. Pupuk cair lebih cepat diserap akar dibandingkan pupuk butiran. Proses pemulihan memang butuh waktu, tapi dengan perawatan rutin tanaman akan kembali hijau dan segar.

Kunci utama menyelamatkan tanaman dari abu vulkanik adalah cepat bertindak dan tetap sabar dalam merawatnya. Dengan tiga langkah di atas, tanaman kesayanganmu punya peluang besar untuk pulih total. Selamat merawat dan semoga halaman rumahmu kembali asri meski erupsi melanda!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article