Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Tips Merawat Rumah Setelah Terpapar Abu Vulkanik, Gak Sembarangan!

4 Tips Merawat Rumah Setelah Terpapar Abu Vulkanik, Gak Sembarangan!
Ilustrasi membersihkan rumah (magnific.com/magnific)
  • Abu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau dapat menempel hingga masuk rumah; gunakan masker dan pelindung mata saat membersihkan untuk membatasi paparan partikel.
  • Bersihkan area luar dengan sedikit air agar abu tidak beterbangan; endapan tebal diangkat memakai sekop, sedangkan lapisan tipis disapu lalu dikantongi.
  • Di dalam rumah, hindari sapu kering dan gosokan keras; pakai kain lembap atau penyedot debu, serta bersihkan elektronik, kain, dan furnitur sesuai materialnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Sebagian wilayah Indonesia tengah menghadapi dampak sebaran abu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau, membuat debu halus ini ikut menempel di halaman, jendela, furnitur, sampai masuk ke dalam rumah. Gak heran, bila rumah yang biasanya identik dengan lantai bersih dan jendela bening, tiba-tiba berubah karena lapisan abu vulkanik.

Jangan sepelekan tumpukan abu yang terlihat seperti debu biasa. Teksturnya yang abrasif bisa membuat permukaan tertentu tergores jika dibersihkan sembarangan, sementara menyapunya dalam keadaan kering justru bisa membuat partikel kembali beterbangan. Jadi sebelum mengambil sapu dan mulai beberes, ada beberapa cara yang sebaiknya diperhatikan agar rumah kembali bersih tanpa membuat masalah baru?

  1. 1. Mulai dari area outdoor, pelan-pelan saja

    Ilustrasi membersihkan rumah
    Ilustrasi membersihkan rumah (magnific.com/azerbaijan_stockers)

    Halaman, teras, atap, sampai kendaraan biasanya menjadi area pertama yang “menangkap” abu vulkanik. Sebelum mulai membersihkan, jangan lupa pakai masker dan pelindung mata seperti kacamata atau goggles. Setelah itu, sedikit air bisa disiramkan ke permukaan yang berabu agar partikelnya gak mudah beterbangan saat dibersihkan.

    Kuncinya adalah sedikit air, bukan sampai becek. Kalau endapan abu cukup tebal, sekitar lebih dari 1 cm, gunakan sekop untuk mengangkatnya. Sementara untuk lapisan yang lebih tipis, sapu dengan bulu kaku bisa digunakan. Abu yang sudah terkumpul kemudian masukkan ke kantong plastik untuk dibuang.

  2. 2. Untuk indoor, lupakan dulu sapu kering

    Ilustrasi membersihkan rumah
    Ilustrasi membersihkan rumah (magnific.com/magnific)

    Begitu abu sudah masuk rumah, godaan pertama mungkin langsung mengambil sapu dan menyelesaikannya dalam lima menit. Padahal, menyapu abu vulkanik dalam kondisi kering justru bisa membuat partikelnya kembali memenuhi udara. Sebelum mulai bersih-bersih, gunakan masker dan pelindung mata, serta pastikan ventilasi rumah cukup baik.

    Pilih cara yang lebih minim debu, seperti menggunakan kain basah, kain pel lembap, atau penyedot debu. Untuk abu yang menumpuk cukup tebal di lantai, basahi secukupnya lalu kumpulkan dan masukkan ke kantong. Prinsipnya sederhana, jangan sampai rumah sudah bersih secara visual, tetapi abunya malah kembali beterbangan ke udara.

  3. 3. Jangan asal mengelap furnitur dan permukaan rumah

    Ilustrasi membersihkan rumah
    Ilustrasi membersihkan rumah (magnific.com/magnific)

    Ada satu hal yang sering luput, abu vulkanik bisa bersifat tajam dan abrasif. Artinya, mengusap kaca, akrilik, enamel porselen, atau permukaan lain terlalu keras justru berisiko meninggalkan goresan. Untuk area seperti ini, gunakan kain atau spons yang sudah dibasahi detergen, lalu tepuk-tepuk perlahan daripada menggosoknya dengan tenaga ekstra.

    Begitu juga dengan furnitur. Untuk permukaan kayu, angkat abunya terlebih dahulu menggunakan penyedot debu sebelum dilanjutkan dengan kain basah. Sementara untuk karpet dan furnitur berlapis kain, sedot debunya terlebih dahulu lalu bersihkan dengan sampo detergen. Hindari menggosok terlalu keras agar serat kain gak rusak.

  4. 4. Perhatikan barang yang sering kita lupakan

    Ilustrasi membersihkan rumah
    Ilustrasi membersihkan rumah (magnific.com/magnific)

    Setelah lantai dan furnitur terlihat bersih, jangan langsung merasa sesi beberes sudah selesai. Komputer, TV, dan berbagai peralatan elektronik juga bisa menjadi tempat abu menumpuk, terutama di bagian celah dan permukaannya. Bersihkan menggunakan penyedot debu atau udara bertekanan, tetapi pastikan perangkat sudah dimatikan dan dicabut dari aliran listrik.

    Pakaian, kain, dan benda lain yang ikut terkena abu juga perlu mendapat perhatian. Bilas kain di bawah air mengalir sebelum mencucinya agar abu gak semakin menyebar, atau bawa ke luar rumah dan kibaskan perlahan untuk menghilangkan endapannya. Setelah semuanya selesai, mandi dan ganti pakaian juga penting supaya sisa abu yang menempel gak kembali terbawa ke dalam rumah.

    Rumah mungkin gak bisa langsung kembali seperti sebelum terkena abu, tetapi bukan berarti proses membersihkannya harus bikin panik. Dengan sedikit lebih sabar dan cara yang tepat, rumah bisa kembali nyaman tanpa harus mengorbankan permukaan, furnitur, maupun kesehatan penghuninya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More