Cara Kembangkan Attitude Positive dalam Diri, Gak Bergantung Keadaan

- Sikap positif membentuk cara merespons hidup: seseorang tetap boleh lelah atau kecewa, tetapi tidak berlarut dalam kekecewaan dan tidak menganggap satu kesalahan menentukan seluruh hidup.
- Pengembangan pola pikir positif dapat dimulai dengan fokus pada hal yang bisa dikendalikan serta mengganti kebiasaan menghakimi diri secara berlebihan dengan afirmasi dan pembelajaran dari masalah.
- Menghargai diri melalui perawatan diri, pola hidup sehat, dan sikap hormat membantu membangun relasi yang baik; berhenti merasa sebagai korban juga mendorong seseorang belajar dari keadaan.
Memiliki, menjaga, dan mempertahankan positive attitude akan berdampak baik pada diri dan hidupmu. Ketika seseorang terus memikirkan hal baik, selalu ada saja kebaikan yang mereka temukan, yang pada akhirnya membentuk sebuah pola pikir optimis dalam hidup. Sebaliknya, seseorang yang kerap fokus pada hal-hal dan mengecewakan, cenderung terjebak dalam sudut pandang korban.
Dari sini, terlihat bahwa pola pikir sangat menentukan bagaimana kamu akan bereaksi dalam hidup. Kamu tidak harus setiap saat berpikir positif—pasti ada masa kamu lelah, marah, atau kecewa. Tapi, hal yang membedakan pribadi dengan positive attitude ialah, ia gak mau terus berlama-lama dalam lubang kekecewaan.
Seseorang dengan sikap positif tahu bahwa satu kesalahan gak menentukan seluruh hidupnya. Sebelum makin runyam, yuk kembangkan sudut pandang positif dengan empat kebiasaan berikut.
1. Fokus pada apa yang bisa kamu kendalikan

ilustrasi perempuan (pexels.com/cottonbro studio) Salah satu sikap yang mencuri sukacita ialah kecenderungan untuk mengontrol hal-hal di luar batasmu. Alhasil, kamu kerap kecewa dengan keadaan dan menyalahkan banyak orang atas apa yang terjadi padamu.
Hal tersebut bukan sikap bijak. Seseorang dengan sikap positif tahu bahwa ia tidak bisa mengendalikan seluruh semesta. Maka, ia hanya akan fokus pada apa yang ia kerjakan. Bahkan jika hasilnya gak sesuai ekspetasi, kecewa dan kepahitan gak akan jadi destinasi akhir. Karena ia cukup puas dengan usaha dan kerja kerasnya.
2. Ganti penghakiman dengan afirmasi positif

ilustrasi perempuan kesepian (pexels.com/Yaroslav Shuraev) Seseorang yang kerap mencemooh dan mengritik diri sendiri berlebih akan tampil jadi orang yang negatif dan berjarak. Mudah untuk menyalahkan dirimu saat segala sesuatu gak baik-baik saja.
Alih-alih demikian, ganti suara penghakiman dengan afirmasi positif. Bayangkan orang-orang yang kamu percayai—apa yang akan mereka katakan kalau tahu kamu menghadapi masalah tersebut? Hal sederhana, tapi akan membantumu mengubah sudut pandang dari memandang rendah diri sendiri jadi menemukan hal baru yang bisa kamu pelajari dari masalah ini.
3. Mulai terapkan sikap yang menghargai diri sendiri

ilustrasi perempuan sedang menulis (pexels.com/Ketut Subiyanto) Berdandan dengan rapi, makan makanan yang sehat, olahraga teratur adalah tanda kamu menjaga dan menghargai diri sendiri. Dirimu berharga, terlepas keberhasilan dan kegagalanmu. Jangan menilai hanya berdasarkan keadaanmu sekarang.
Salah satu ciri orang positif ialah menghargai dan memperlakukan orang lain dengan penuh hormat. Masalahnya, bagaimana kamu bisa bersikap tulus pada orang kalau kamu saja masih perhitungan dengan diri sendiri? Bagaimana kamu bersikap pada orang lain merefleksikan bagaimana kamu bersikap pada dirimu sendiri.
4. Berhenti memandang diri sendiri sebagai korban

ilustrasi perempuan sedih (pexels.com/LML 6768) Kamu gak bisa mengontrol nasib, peristiwa baik atau buruk yang terjadi dalam hidupmu. Bagaimana pun, sedari dulu hidup selalu tidak adil. Yang menjadi pembeda ialah bagaimana kamu menyikapi hal tersebut.
Seseorang yang memandang diri sebagai korban selamanya akan bersikap negatif dan defensif, bahkan pada orang terdekat. Selain memperburuk suasana hati, hal ini malah membuatmu semakin jauh dan berjarak dari orang lain.
Alih-alih terus menyalahkan keadaan, coba belajarlah dari itu. Banggalah pada dirimu sebab apa pun yang terjadi, kamu berhasil melewati dengan kuat.
Hal kecil justru berpengaruh pada caramu menjalani dan menyikapi hidup. Perlahan tapi pasti, yuk bangun sikap positif dalam diri sendiri. Dengan demikian, kamu pun akan belajar untuk menghargai hidupmu.






















