Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Doa Saat Gunung Meletus, Lengkap dengan Artinya!

Doa Saat Gunung Meletus, Lengkap dengan Artinya!
Ilustrasi abu vulkanik (magnific.com/wirestock)
  • Artikel memuat doa dari Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi untuk dibaca saat tertimpa bencana, sebagai ikhtiar memohon pertolongan Allah SWT.
  • Saat takut atau panik akibat dentuman, hujan abu, maupun peningkatan aktivitas gunung, zikir dan doa dianjurkan untuk menenangkan hati serta bertawakal.
  • Doa menghadapi kesulitan berisi permohonan rahmat, ampunan, dan kelapangan; pembacaan doa tetap harus disertai mengikuti informasi resmi serta arahan keselamatan petugas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Gunung meletus bisa datang dengan situasi yang gak terduga. Abu vulkanik, suara dentuman, hingga kondisi lingkungan yang berubah dalam waktu singkat tentu bisa membuat siapa pun merasa khawatir. Dalam keadaan seperti ini, selain mengikuti arahan petugas dan mengutamakan keselamatan, umat Islam juga bisa memanjatkan doa sebagai bentuk ikhtiar dan memohon perlindungan kepada Allah SWT.

Gak ada salahnya memperbanyak doa ketika hati sedang gelisah atau menghadapi kondisi yang sulit. Beberapa bacaan dalam Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi juga memuat doa ketika tertimpa bencana, merasa takut, hingga menghadapi kesulitan. Lantas, apa saja doa yang bisa diamalkan saat gunung meletus atau terjadi bencana?

  1. 1. Doa saat tertimpa bencana

    Ilustrasi abu vulkanik
    Ilustrasi abu vulkanik (magnific.com/magnific)

    Salah satu doa yang dicantumkan Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar untuk kondisi ketika seseorang tertimpa bencana adalah:

    Bismillaahir rahmaanir rahiim. Wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim

    Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.”

    Bacaan ini mengingatkan kita bahwa dalam kondisi yang berada di luar kendali, manusia tetap memiliki tempat untuk memohon pertolongan. Saat menghadapi erupsi atau bencana lainnya, doa ini dapat dibaca sambil tetap melakukan ikhtiar nyata dan mengikuti petunjuk keselamatan dari pihak berwenang.

  2. 2. Doa saat merasa takut atau panik

    Ilustrasi abu vulkanik
    Ilustrasi abu vulkanik (magnific.com/wirestock)

    Situasi seperti suara dentuman, hujan abu, atau kabar mengenai aktivitas gunung yang meningkat tentu bisa membuat hati gak tenang. Ketika rasa takut muncul, umat Islam dapat memperbanyak zikir dan doa, salah satunya dengan membaca:

    Hasbiyallaahu laa ilaaha illaa huwa, ‘alaihi tawakkaltu, wa huwa rabbul ‘arsyil ‘azhiim

    Artinya: “Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain Dia. Kepada-Nya aku bertawakal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki Arasy yang agung.”

    Maknanya terasa dekat ketika sedang berada dalam situasi yang bikin cemas. Membacanya menjadi pengingat untuk menenangkan hati dan menyerahkan hasil kepada Allah, tanpa melupakan langkah keselamatan yang tetap harus dilakukan.

  3. 3. Doa saat menghadapi kesulitan

    Ilustrasi abu vulkanik
    Ilustrasi abu vulkanik (magnific.com/magnific.com)

    Ketika bencana terjadi, bukan hanya rasa takut yang muncul, tetapi juga berbagai kesulitan yang harus dihadapi. Untuk kondisi seperti ini, dalam Al-Adzkar terdapat doa yang memohon rahmat, ampunan, keselamatan, serta agar kesusahan diberikan jalan keluar.

    Laa ilaaha illallaahul haliimul kariim, subhaanallaahi rabbil ‘arsyil ‘azhiim, alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin. As’aluka muujibaati rahmatika, wa ‘azaa-ima maghfiratika, wal-ghaniimata min kulli birrin, was-salaamata min kulli itsmin. Laa tada’ lii dzanban illaa ghafartahu, wa laa hamman illaa farrajtahu, wa laa haajatan hiya laka ridhan illaa qadhaitahaa yaa arhamar-raahimiin.

    Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Penyantun lagi Maha Pemurah. Maha Suci Allah, Tuhan Arasy yang agung. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. Aku memohon kepada-Mu segala sesuatu yang mendatangkan rahmat-Mu, segala sesuatu yang memastikan ampunan-Mu, memperoleh segala kebajikan dan keselamatan dari setiap dosa. Janganlah Engkau biarkan dosa bagiku kecuali Engkau mengampuninya, tidak pula kesusahan kecuali Engkau melapangkannya, dan tidak pula suatu kebutuhan yang Engkau ridai kecuali Engkau memenuhinya, wahai Zat Yang Maha Penyayang di antara para penyayang.”

    Doa ini berisi permohonan yang cukup lengkap, mulai dari ampunan hingga kelapangan atas kesusahan yang sedang dihadapi. Jadi ketika keadaan terasa berat, doa bisa menjadi salah satu cara untuk menenangkan hati sekaligus menguatkan diri untuk melewati situasi tersebut.

    Pada akhirnya, berdoa saat menghadapi bencana bukan berarti mengabaikan usaha untuk menyelamatkan diri. Tetap ikuti informasi resmi, patuhi arahan petugas, dan utamakan keselamatan sambil memohon perlindungan kepada Allah SWT.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More