“Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa menyisipkan waktu tidur di antara sesi latihan memberikan keuntungan ganda, yaitu mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk mempelajari kembali materi dan memastikan retensi jangka panjang yang jauh lebih baik dibandingkan hanya melakukan latihan,” ujar Stephanie Mazza, ilmuwan psikologi dari University of Lyon, dikutip dari HuffPost.
Tidur di Antara Sesi Belajar Bisa Efektif? Ini Penjelasannya!

- Penelitian pada 40 dewasa Prancis menunjukkan peserta yang tidur di antara dua sesi belajar mengingat sekitar 10 dari 16 pasangan kata, dibanding 7,5 pada kelompok yang tetap terjaga.
- Saat mempelajari ulang materi hingga benar seluruhnya, kelompok tidur hanya membutuhkan sekitar tiga kali percobaan, sedangkan kelompok tanpa tidur memerlukan sekitar enam kali percobaan.
- Manfaat tidur di antara sesi belajar masih terlihat enam bulan kemudian, meski penelitian ini hanya menguji pasangan kata Prancis-Swahili pada 40 peserta dewasa.
Belajar gak selalu harus dilakukan terus-menerus agar materi lebih mudah diingat. Mengulang pelajaran memang penting, tetapi memberi jeda di antara sesi belajar juga gak kalah menarik untuk diperhatikan.
Salah satu jeda yang bisa dimanfaatkan adalah tidur. Lantas, benarkah tidur di antara sesi belajar dapat membantu proses mengingat? Yuk, simak penjelasannya berikut ini!
1. Tidur di antara sesi belajar bisa membantu mengingat materi

iilustrasi belajar menggunakan laptop (unsplash.com/steinart) Untuk melihat pengaruh tidur terhadap kemampuan mengingat, peneliti melibatkan 40 orang dewasa asal Prancis dalam penelitian yang diterbitkan di Psychological Science. Peserta dibagi secara acak ke dalam kelompok tidur dan kelompok tetap terjaga, lalu mempelajari 16 pasangan kata bahasa Prancis-Swahili.
Setelah 12 jam, kedua kelompok kembali mempelajari materi yang sama. Kelompok tidur menjalani sesi pertama pada malam hari dan tidur sebelum sesi berikutnya, sedangkan kelompok tetap terjaga belajar pada pagi dan malam hari tanpa tidur di antara kedua sesi.
Hasilnya, peserta yang tidur dapat mengingat sekitar 10 dari 16 pasangan kata, sedangkan kelompok yang tetap terjaga hanya sekitar 7,5 pasangan kata. Perbedaan ini menunjukkan bahwa jeda tidur di antara sesi belajar berkaitan dengan kemampuan mengingat materi yang lebih baik.
2. Tidur membuat proses mempelajari kembali jadi lebih singkat

Ilustrasi tidur di tempat kerja (freepik.com/freepik) Manfaat tidur dalam penelitian yang diterbitkan di Psychological Science gak hanya terlihat dari jumlah kata yang berhasil diingat peserta. Ketika diminta mempelajari kembali seluruh pasangan kata hingga mampu menerjemahkan semuanya dengan benar, kelompok yang tidur membutuhkan sekitar tiga kali percobaan. Sebaliknya, kelompok yang tetap terjaga membutuhkan sekitar enam kali percobaan untuk mencapai hasil yang sama.
Dengan demikian, tidur di antara sesi belajar tampaknya membuat proses relearning menjadi lebih efisien. Kedua kelompok pada akhirnya sama-sama mampu mempelajari seluruh 16 pasangan kata, tetapi kelompok yang tidur dapat mencapainya dengan waktu dan usaha yang lebih sedikit.
“Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa tidur setelah belajar memang merupakan strategi yang baik, tetapi sekarang kami menunjukkan bahwa tidur di antara dua sesi belajar dapat meningkatkan strategi tersebut secara signifikan,” ujar Stephanie Mazza.
3. Manfaatnya dapat bertahan hingga beberapa bulan

ilustrasi belajar virtual (pexels.com/juliamcameron) Kemampuan mengingat gak hanya dilihat dari seberapa banyak materi yang bisa dikuasai sesaat setelah belajar. Hal yang gak kalah penting adalah apakah informasi tersebut masih bisa diingat ketika sudah berlalu cukup lama. Karena itu, dalam penelitian yang diterbitkan di Psychological Science, peneliti kembali menguji kemampuan peserta setelah mereka melewati jeda waktu tertentu.
Hasil tindak lanjut juga menunjukkan bahwa manfaat tersebut masih terlihat enam bulan kemudian. Temuan ini memperlihatkan bahwa jeda tidur di antara sesi belajar berhubungan dengan kemampuan mempertahankan informasi dalam jangka yang lebih panjang.
“Ingatan yang pada awal sesi mempelajari kembali belum dapat diakses secara eksplisit tampaknya telah mengalami transformasi tertentu akibat tidur,” lanjut Stephanie.
4. Coba sisipkan tidur sebelum kembali mengulang materi

ilustrasi belajar virtual (pexels.com/juliamcameron) Temuan tersebut bisa menjadi pertimbangan untuk mengatur sesi belajar dengan memberikan jeda tidur di antaranya. Misalnya, kamu bisa mempelajari materi pada malam hari, tidur, lalu kembali menguji kemampuan mengingat atau mempelajari ulang materi pada keesokan paginya. Pola ini sesuai dengan rancangan penelitian yang diterbitkan di Psychological Science, yang membandingkan sesi belajar sebelum dan setelah tidur.
Namun, penelitian tersebut secara khusus menggunakan pasangan kata bahasa Prancis-Swahili sebagai materi yang dipelajari oleh 40 orang dewasa. Jadi, temuan tersebut menunjukkan manfaat tidur dalam konteks penelitian ini dan gak berarti semua jenis materi belajar akan memberikan hasil yang persis sama.
Tidur di antara sesi belajar bisa menjadi cara sederhana untuk memberi jeda sekaligus membantu proses mempelajari kembali materi. Jadi, gak harus terus belajar tanpa berhenti karena tidur juga bisa menjadi bagian dari strategi belajar.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)





















