Menjalani gap year tidak hanya mendapatkan tekanan dari diri sendiri, tetapi juga dari lingkungan sekitar. Pertanyaan seperti “kok belum kuliah?” sering muncul dalam percakapan sehari-hari. Meski terdengar sederhana, ucapan seperti ini dapat membuat kita merasa tertinggal, minder, bahkan kehilangan kepercayaan diri selama menjalani gap year.
Situasi tersebut menjadi lebih berat ketika kita sedang berusaha bangkit setelah gagal masuk kampus. Tidak semua orang memahami bahwa gap year juga bisa menjadi proses penting untuk berkembang dan memperbaiki diri. Berikut beberapa tips untuk menghadapi pertanyaan toxic agar kondisi mental tetap terjaga dan tujuan yang sedang diperjuangkan tidak mudah goyah.
