Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Bingung Pilih UKM yang Seru atau Berguna buat Karier? Ini Tipsnya!

Bingung Pilih UKM yang Seru atau Berguna buat Karier? Ini Tipsnya!
ilustrasi mahasiswa (pexels.com/Armin Rimoldi)
Intinya Sih
  • Artikel membahas dilema mahasiswa baru dalam memilih UKM antara yang menyenangkan atau yang bermanfaat bagi karier, serta pentingnya menyeimbangkan keduanya.
  • Ditekankan bahwa minat pribadi dan hobi juga bisa mengembangkan skill profesional seperti komunikasi, kerja sama, dan kreativitas yang dihargai di dunia kerja modern.
  • Penulis menyarankan mahasiswa mengenali tujuan kuliah sejak awal agar bisa memilih UKM sesuai minat dan prospek, bahkan mengombinasikan dua jenis kegiatan tanpa kehilangan keseimbangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Masa awal kuliah ibarat lembaran baru yang penuh kemungkinan untuk dicoba. Selain beradaptasi dengan hal baru, kamu juga akan diperkenalkan dengan berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Mulai dari organisasi, olahraga, seni, media kampus, hingga kegiatan yang berfokus pada pengembangan karier.

Pilihannya begitu banyak sampai kadang bikin bingung. Haruskah memilih UKM yang benar-benar menyenangkan? Atau lebih baik bergabung dengan kegiatan yang dianggap punya nilai tambah untuk karier di masa depan? Kamu bisa jawab pertanyaan ini dengan lima tips sebagai berikut!

1. Jangan langsung menganggap UKM hobi gak punya manfaat

ilustrasi pria bermain gitar sambil bernyanyi (unsplash.com/lukethornton)
ilustrasi pria bermain gitar sambil bernyanyi (unsplash.com/lukethornton)

Banyak mahasiswa baru berpikir bahwa UKM yang berhubungan dengan seni, musik, fotografi, teater, atau olahraga tidak banyak manfaat. Akibatnya, mereka cenderung mengabaikan minat pribadi. Berujung pada memilih organisasi yang dianggap lebih "bergengsi".

Padahal, saat kamu aktif dalam UKM yang benar-benar disukai, biasanya motivasi untuk berkembang juga lebih besar. Kamu lebih semangat hadir latihan, mengikuti kegiatan, dan membangun relasi dengan anggota lainnya. Selain itu, banyak skill yang dicari dunia kerja justru berkembang dari aktivitas semacam ini, lho!

2. Prospek itu penting, tapi jangan sampai kehilangan diri sendiri

ilustrasi mahasiswa (pexels.com/MBA Classroom)
ilustrasi mahasiswa (pexels.com/MBA Classroom)

Tak bisa dimungkiri bahwa ada UKM tertentu yang memang memberikan pengalaman yang relevan dengan dunia kerja. Misalnya organisasi mahasiswa, media kampus, atau komunitas kewirausahaan. Aktivitas seperti ini bisa membantu kamu membangun portofolio.

Masalah muncul ketika pilihan tersebut diambil karena tekanan sosial untuk terlihat produktif. Jika setiap kegiatan yang kamu ikuti hanya berdasarkan prospek, ada risiko kamu kehilangan kesempatan untuk menikmati masa kuliah. Padahal, kuliah gak hanya soal mempersiapkan karier, tapi juga tentang mengenal diri sendiri.

3. Tidak semua skill karier didapat dari organisasi formal

Mahasiswa
ilustrasi mahasiswa (pexels.com/ Andy Barbour)

Mitos yang masih cukup kuat di kalangan mahasiswa adalah anggapan bahwa organisasi formal selalu lebih bernilai dibanding UKM lainnya. Padahal, skill profesional bisa berkembang dari banyak tempat. Mahasiswa di komunitas fotografi misalnya, bisa belajar soal branding dan visual communication.

Anggota UKM teater memiliki kemampuan public speaking yang baik. Bahkan mereka yang aktif di klub olahraga biasanya memiliki disiplin dan kemampuan kerja sama yang kuat. Dunia kerja modern semakin menghargai kemampuan yang beragam. Karena itu, pengalaman yang kamu dapatkan bisa menjadi nilai tambah.

4. Coba kenali tujuan kuliahmu sejak awal

ilustrasi kuliah (pexels.com/Andrea Piacquadio)
ilustrasi kuliah (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Kalau kamu masih bingung, coba tanyakan satu hal kepada dirimu sendiri. Apa yang ingin kamu dapatkan dari masa kuliah? Ada mahasiswa yang memang ingin membangun karier sejak awal. Ada juga yang ingin memperluas relasi, mengembangkan hobi, atau mengeksplorasi minat baru.

Dengan memahami tujuanmu, proses memilih UKM akan terasa lebih mudah. Misalnya, jika kamu ingin masuk industri kreatif, UKM fotografi atau media kampus bisa jadi pilihan yang tepat. Kalau kamu tertarik dengan dunia korporat, organisasi mahasiswa mungkin lebih sesuai.

5. Kamu tidak harus memilih salah satu secara mutlak

ilustrasi kuliah (pexels.com/Thành Đỗ)
ilustrasi kuliah (pexels.com/Thành Đỗ)

Banyak mahasiswa terjebak dalam pola pikir bahwa mereka harus memilih antara kesenangan atau prospek. Padahal, keduanya tidak selalu bertentangan. Kamu bisa mencoba mengombinasikan keduanya.

Misalnya, aktif di satu organisasi yang mendukung pengembangan karier dan satu UKM yang benar-benar kamu sukai. Dengan cara ini, kamu tetap bisa membangun pengalaman profesional tanpa kehilangan ruang untuk menikmati kehidupan kampus. Tentu saja, kamu perlu mempertimbangkan kapasitas diri agar tidak kewalahan.

Dilema memilih UKM antara yang seru atau yang memiliki prospek memang sering dialami mahasiswa baru. Jadi, pilih kegiatan yang membuatmu bertumbuh, belajar, dan tetap menikmati perjalanan sebagai mahasiswa.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya

Related Articles

See More