Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Cara Mudah Mengajarkan Anak Tentang Kebaikan, Beri Contoh!

5 Cara Mudah Mengajarkan Anak Tentang Kebaikan, Beri Contoh!
ilustrasi anak memberi hadiah untuk neneknya (freepik.com/jcomp)

Setiap orangtua tentunya ingin mempunyai anak dengan pribadi yang tangguh dan cerdas secara intelektual. Namun, mengajarkan anak tentang kebaikan atau bagaimana bersikap baik juga tak kalah penting untuk diterapkan. Menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada anak sejak usia dini, tidak hanya mampu meningkatkan rasa empati dalam diri mereka, tetapi juga penting untuk membekali mereka agar dapat bersosialisasi di masa depan.

Menurut Katherine Lee, seorang penulis parenting dan mantan editor di majalah Parenting dan Working Mother, dikutip Verywell Family, anak-anak terprogram untuk memiliki empati terhadap orang lain. Jadi, orangtua bisa memanfaatkan naluri alamiah yang dimiliki sejak lahir tersebut untuk mendorong anak agar mau mempraktikkan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Meskipun mengajarkan kebaikan tidak semudah yang dibayangkan, tapi kamu bisa mulai dari hal-hal sederhana, misalnya memberikan contoh yang baik untuk anak. Berikut IDN Times rangkum beberapa cara mudah yang dapat orangtua terapkan untuk mengajari anak tentang kebaikan. Yuk, baca terus artikelnya!

1. Beritahu anak tentang arti kebaikan dan manfaat yang bisa didapatkan

ilustrasi ibu dan anak (freepik.com/freepik)
ilustrasi ibu dan anak (freepik.com/freepik)

Sebelum mengajarkan anak tentang kebaikan, orangtua harus memperkenalkan terlebih dahulu arti kebaikan dan manfaat yang bisa didapatkan dari berperilaku baik. Tanamkan nilai-nilai kebaikan pada anak secara bertahap.

Menurut dokter anak, Damon Korb, MD, orangtua bisa memberi pemahaman tentang kebaikan ketika anak berusia 3, 4, dan 5 tahun. Ini adalah momen yang tepat untuk mulai berdiskusi tentang kebaikan.

“Kita memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan,” jelas Dr. Korb, dikutip Parents. “Kamu bisa memberi pemahaman pada anak jika mereka tidak ingin seseorang menggoda mereka, maka mereka tidak boleh melakukan hal serupa kepada orang lain,” tambahnya.

Apabila anak sudah memahami hal ini, kamu bisa mengajari anak tentang bagaimana cara memperlakukan orang lain dengan cara terbaik sesuai kemampuan mereka. Misalnya, dengan melatih kepekaan dan inisiatif. Jangan lupa untuk memberitahu anak tentang manfaat yang didapat dari berbuat baik, seperti bisa memberikan rasa damai dan kebahagiaan tidak hanya bagi orang lain, tetapi juga diri sendiri.

2.Jadilah teladan yang baik untuk anak

ilustrasi seorang ibu mengajarkan anaknya melipat kaus kaki (pexels.com/Ron Lach)
ilustrasi seorang ibu mengajarkan anaknya melipat kaus kaki (pexels.com/Ron Lach)

Anak dikenal sebagai peniru yang ulung. Oleh karenanya, memberikan contoh yang baik bisa menjadi salah satu cara efektif untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada anak.

“Anak-anak memahami kebaikan melalui interaksi sehari-hari dengan orangtua mereka,” ujar Mary Gordon, selaku pendiri dan presiden Roots of Empathy, sebuah program untuk menanamkan kompetensi emosional dan sosial, dikutip Today. “Cara kamu berbicara dengan seseorang atau merespons anak bahkan ketika kamu sedang lelah dan frustasi adalah cara anak kamu belajar menirukan perilaku dan memperlakukan orang lain,” pungkasnya.

Maka dari itu, berusahalah menjadi teladan yang baik untuk anak. Bersikap baiklah kepada orang-orang yang berinteraksi denganmu sepanjang hari, seperti menyumbangkan uang kepada orang yang membutuhkan, membawa makanan untuk tetangga yang sakit ataupun berterima kasih kepada pelayan toko yang telah melayanimu.

3.Berikan pujian saat anak berperilaku baik

ilustrasi ayah dan anak kompak (pexels.com/Pavel Danilyuk)
ilustrasi ayah dan anak kompak (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Memberikan pujian saat anak berperilaku baik tidak hanya menjadi salah satu langkah untuk mengajarkan kebaikan, tetapi juga membantu mendorong anak untuk mempertahankan sikap positif tersebut. Dilansir Today, Richard Weissbourd, seorang psikolog, menyarankan agar orangtua memberikan penghargaan pada tindakan kebaikan tidak biasa yang dilakukan oleh anak, misalnya membantu orang lain.

Weissbourd juga mengingatkan agar orangtua tidak boleh memuji anak secara berlebihan, terutama untuk tindakan yang membantu mereka sehari-hari, seperti membuang sampah ke tempat sampah, membereskan mainan atau membersihkan tempat tidurnya. Namun, kamu juga tidak boleh terlalu mengkritik tindakan baik yang mereka lakukan karena bagaimana pun anak-anak mungkin masih belum bisa melakukan kebaikan dengan sempurna.

4.Ajarkan anak untuk mengungkapkan tolong, maaf, dan terima kasih

ilustrasi anak berbagi mainan dengan temannya (pexels.com/cottonbro studio)
ilustrasi anak berbagi mainan dengan temannya (pexels.com/cottonbro studio)

Mengajarkan sopan santun, seperti mengungkapkan kata ‘tolong’, ‘maaf’, dan ‘terima kasih’ juga merupakan bagian penting dalam mengajarkan nilai-nilai kebaikan dalam diri anak. Bantu mereka untuk mengucapkan kata ‘tolong’ ketika meminta bantuan, mengucapkan ‘terima kasih’ ketika dibantu, dan mengucapkan ‘maaf’ saat dirinya melakukan kesalahan, baik disengaja ataupun tidak.

Melansir Parents, seorang psikiater, Kelli Harding, MD, menyebut mempraktikkan bentuk kebaikan yang kecil ini dapat menghasilkan sesuatu yang sangat besar. Melatih kebiasaan ini, bukan hanya membuat orang lain merasa dihormati dan dihargai, tetapi juga membantu anak agar tahu bagaimana mereka harus bersikap ketika dihadapkan oleh situasi tertentu.

5.Bantu anak memahami bahwa menjadi baik tidak selalu mudah

ilustrasi seorang ibu bersama anak perempuannya (freepik.com/freepik)
ilustrasi seorang ibu bersama anak perempuannya (freepik.com/freepik)

Memang betul, melakukan kebaikan bisa dimulai dari hal-hal kecil, bahkan tersenyum kepada orang lain pun termasuk tindakan kebaikan. Namun, kamu juga perlu memberi pemahaman kepada anak bahwa menjadi pribadi yang baik tidak selalu mudah.

“Bersikap baik tidak selalu mengalir keluar dari dalam diri sendiri secara alami, tetapi itu bukan berarti kamu orang yang jahat,” kata Carla Naumburg, Ph.D., selaku psikolog dan penulis buku berjudul ‘How to Stop Losing Your Sh*t with Your Kids’, dikutip Parents.

Mungkin akan sulit untuk tetap bersikap baik kepada saudara yang mengganggumu atau rasanya bisa menakutkan untuk membela teman sekelas yang tidak diperlakukan dengan baik. Tidak apa-apa bila anak kamu memiliki kesulitan untuk melakukan kebaikan dalam situasi tertentu.

Akan tetapi, sebagai orangtua, tugas kamu adalah memberitahu anak bagaimana cara melakukan kebaikan dengan cara yang tepat tanpa membahayakan atau merugikan diri mereka sendiri. Ingatkan bagaimana perasaan orang lain dan dorong anak untuk bertanggung jawab atas kesalahan apa pun yang mereka perbuat.

Bagaimanapun mengajarkan anak tentang kebaikan adalah proses panjang. Kendati demikian, kamu tidak boleh menyerah karena manfaat yang didapat pun sangat nyata. Ketika kamu mendorong anak untuk melakukan kebaikan, hal ini tidak hanya berkontribusi terhadap perkembangan sosialnya, melainkan juga membuat anak tumbuh menjadi orang yang bahagia dan penuh kasih sayang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Delvi Ayuning
EditorDelvi Ayuning
Follow Us