Orangtua Wajib Tahu! 5 Manfaat Membatasi Screen Time Anak

- Membatasi screen time untuk mendukung perkembangan fokus anak pada tugas-tugas mereka.
- Meningkatkan kualitas tidur sehingga mereka bisa tidur lebih pulas.
- Membatasi screen time akan mengurangi risiko sakit kepala, ketegangan mata, dan obesitas.
Di era digital yang selalu berkaitan dengan teknologi, gadget menjadi salah satu hal yang sulit dipisahkan dari kehidupan. Layar gadget sudah menjadi teman akrab anak-anak. Namun, tahukah kamu bahwa pemberian gadget atau screen time yang tidak terkontrol akan mempengaruhi perkembangan anak?
Membatasi waktu menatap layar bukan soal pelarangan, melainkan tentang memberikan ruang bagi mereka untuk tumbuh dan berkembang secara utuh. Ini adalah investasi terbaik untuk masa depan mereka. Yuk, kita cek 5 efek ajaib yang akan terjadi saat kita mulai mematikan layar dan menghidupkan kembali dunia anak-anak.
1. Meningkatkan fokus dan konsentrasi

Saat anak menatap layar gadget, mereka akan terbiasa melihat sesuatu yang cepat dan mudah didapatkan. Mereka tidak akan punya waktu untuk duduk diam dan fokus dengan satu hal penting. Akibat ini yang membuat mereka kehilangan kemampuan fokus dan konsentrasi.
Ketika orang tua membatasi screen time anak, mereka akan terbiasa dengan waktu yang telah dibagi. Anak akan fokus dengan tugas mereka dulu sebelum mereka diperbolehkan bermain gadget. Sehingga membatasi screen time anak akan mendukung perkembangan fokus yang berimbas pada kecerdasannya.
2. Meningkatkan kualitas tidur

Kualitas tidur yang rusak adalah salah satu efek yang jarang disadari orang tua ketika mereka tidak mengontrol waktu bermain gadget anak. Cahaya biru gadget mengacaukan produksi hormon tidur (melatonin) yang mengatur pola tidur. Ini membuat mereka tidak bisa tidur dan terjaga.
Saat kita membatasi screen time anak, terutama saat akan tidur, tubuh mereka akan merasa rileks. Hasilnya? Tidur mereka akan lebih pulas dan anak tidak akan rewel menjelang tidur. Sehingga di pagi hari mereka akan bangun dengan lebih segar dan ceria.
3. Mengurangi risiko masalah kesehatan

Saat layar gadget mati, dunia anak akan terbuka. Anak akan lebih punya banyak waktu bermain di halaman, bersepeda, atau bermain dengan teman-temannya. Otot mereka akan jauh lebih berkembang dan kuat daripada ketika mereka duduk dan menatap layar gadget.Tubuh mereka akan menjadi lebih sehat dan kreativitasnya akan berkembang dengan baik.
Terlalu sering menatap gadget juga dapat menyebabkan sakit kepala, ketegangan mata, atau bahkan merusak postur tubuh. Di sisi lain, gadget akan membuat tubuh kurang melakukan aktivitas fisik dan dapat meningkatkan risiko obesitas. Dengan membatasi screen time risiko masalah kesehatan akan berkurang dan anak akan memiliki gaya hidup yang lebih sehat.
4. Menjadikan anak lebih tau waktu dan disiplin

Ini adalah pelajaran emas yang tak ternilai harganya. Saat ada batasan waktu memakai gadget, anak akan belajar bahwa gadget bukanlah hak, tetapi sebuah keuntungan mereka memiliki itu. Mereka akan belajar mengatur waktu dan disiplin ketika orang tua memberi mereka waktu khusus untuk bermain dengan gadget. Oleh karena itu, mereka akan menyadari bahwa waktu bermain gadget terbatas, sehingga mereka akan menyelesaikan tugasnya terlebih dahulu.
Hal ini secara tidak langsung dapat melatih mereka membuat prioritas dan kedisiplinan. Misal, anak hanya boleh memainkan gadget di jam-jam tertentu atau memberikan timer ketika anak bermain gadget. Kebiasaan ini akan membentuk karakter bertanggung jawab dan menjadikan mereka pribadi yang lebih terorganisir.
5. Memperkuat keterampilan sosial, bukan hanya interaksi layar

Terlalu banyak screen time dapat membuat anak menjadi lebih individualistik dan kurang berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Saat screen time berkurang, anak akan lebih sering bermain bersama teman, kakak, atau orang tua. Ini adalah kesempatan emas dimana mereka dapat berkomunikasi secara langsung, belajar bekerja sama, berbagi, dan menyelesaikan masalah.
Membatasi screen time pada anak juga bisa membangun empati. Sebab, anak akan memahami perasaan orang lain secara langsung bukan hanya di dunia maya. Keterampilan sosial ini adalah bekal berharga yang tak bisa mereka dapatkan dalam gadget.
Membatasi screen time bukanlah hal yang mudah, tetapi dampaknya pada tumbuh kembang anak sangat signifikan. Kita sebagai orang dewasa harus ingat bahwa mematikan layar bukan berarti mematikan kesenangan. Justru sebaliknya, kita sedang membukakan mereka pintu ke dunia yang penuh petualangan. Jadi, kapan kita mulai petualangan bebas layar hari ini?