7 Tips Mempersiapkan Anak Pertama Menyambut Adik Baru

- Ceritakan kehadiran adik dengan bahasa sederhana.
- Libatkan anak dalam persiapan menyambut adik.
- Ceritakan peran baru sebagai kakak.
Kehadiran anak kedua sering kali jadi momen membahagiakan untuk orang tua, tapi buat anak pertama, situasi ini bisa jadi penuh tanda tanya. Mereka mungkin merasa excited, tapi di sisi lain bisa muncul rasa cemburu atau takut tersaingi. Karena itu, orangtua perlu mempersiapkan si kakak agar tidak merasa ditinggalkan, melainkan ikut berbahagia menyambut kehadiran adik baru.
Supaya proses transisi berjalan lebih mulus, ada beberapa cara yang bisa dilakukan sejak masa kehamilan hingga setelah adik lahir. Dengan persiapan yang tepat, anak pertama bisa merasa lebih dilibatkan dan punya peran penting dalam keluarga barunya. Nah, berikut ini tujuh tips yang bisa dicoba!
1. Ceritakan tentang kehadiran adik dengan bahasa yang sederhana

Anak pertama butuh penjelasan sejak awal bahwa sebentar lagi akan ada anggota keluarga baru. Jelaskan padanya dengan menggunakan bahasa sederhana sesuai usianya, misalnya dengan menunjukkan gambar bayi, buku cerita, atau menunjuk teman yang punya adik. Dengan begitu, ia bisa membayangkan seperti apa kehidupan setelah adik lahir.
Selain itu, beri kesempatan anak untuk bertanya. Kadang pertanyaan mereka terdengar sederhana, tapi sebenarnya menunjukkan rasa ingin tahu dan kekhawatiran. Jawablah dengan sabar dan jujur, jangan terlalu melebih-lebihkan agar anak tidak kaget. Dengan komunikasi terbuka, anak akan merasa dilibatkan sejak awal, bukan hanya sebagai penonton.
2. Libatkan anak dalam persiapan menyambut adik

Membiarkan anak ikut terlibat dalam persiapan bisa membantu menumbuhkan rasa memiliki. Misalnya, ajak dia memilih baju atau selimut untuk adiknya, atau biarkan ia menata kamar bayi bersama orangtua. Aktivitas sederhana seperti ini bisa bikin anak merasa bahwa ia juga bagian penting dalam persiapan keluarga.
Keterlibatan ini juga akan menumbuhkan rasa tanggung jawab dan antusiasme. Anak jadi lebih excited menunggu adiknya lahir karena merasa ikut berkontribusi. Jadi, bukannya melihat bayi sebagai pesaing, ia justru melihatnya sebagai bagian dari proyek keluarga yang menyenangkan.
3. Ceritakan peran baru sebagai kakak

Banyak anak pertama yang tidak sepenuhnya mengerti apa artinya menjadi kakak. Karena itu, penting bagi orangtua untuk menceritakan peran kakak dengan cara positif. Katakan bahwa kakak adalah "teman pertama" adiknya, seseorang yang bisa mengajari banyak hal seru. Dengan framing yang positif, anak akan merasa bangga dengan status barunya.
Jangan lupa juga untuk memberikan contoh nyata. Contoh ini bisa dengan menunjukkan orang lain yang punya adik, atau bahkan menceritakan pengalaman orangtua saat menjadi kakak atau adik. Semakin jelas gambaran yang diberikan, semakin mudah anak memahami bahwa menjadi kakak bukan beban, tapi justru kesempatan untuk tumbuh.
4. Jangan abaikan perhatian untuk anak pertama

Salah satu hal yang paling sering terjadi adalah anak pertama merasa kehilangan perhatian karena orangtua fokus pada bayi baru. Padahal, inilah saatnya mereka justru butuh diyakinkan bahwa kasih sayang orangtua tidak berkurang. Cobalah untuk menyediakan waktu khusus setiap hari, meski hanya 15-30 menit, untuk bermain atau mengobrol hanya dengan si kakak.
Konsistensi kecil seperti ini akan sangat berarti buat anak. Mereka merasa tetap penting meskipun ada bayi di rumah. Perhatian ekstra yang diberikan akan membangun rasa aman, sehingga ia tidak merasa tersisih dan bisa lebih mudah menerima kehadiran adiknya.
5. Ceritakan situasi setelah adik lahir

Banyak anak punya ekspektasi bahwa adiknya akan langsung jadi teman bermain. Padahal kenyataannya, bayi lebih banyak tidur, menyusu, dan menangis. Kalau anak tidak dipersiapkan dengan informasi ini, ia bisa merasa kecewa atau bingung. Maka, sebaiknya orangtua memberi gambaran realistis sejak awal.
Katakan bahwa bayi memang butuh perhatian lebih, tapi itu tidak berarti kasih sayang untuk si kakak berkurang. Jelaskan bahwa ada banyak hal seru yang bisa dilakukan bersama adik seiring bertambahnya usia. Dengan begitu, anak akan lebih sabar menunggu momen menyenangkan bersama adiknya nanti.
6. Libatkan anak setelah adik lahir

Setelah adik lahir, penting banget untuk tetap melibatkan anak pertama dalam aktivitas sehari-hari. Misalnya, minta ia membantu mengambilkan popok, mengelus adik dengan lembut, atau ikut menemani saat adik tidur. Aktivitas kecil ini memberi kesan bahwa ia tetap dibutuhkan dan punya peran istimewa dalam keluarga.
Ketika anak merasa dibutuhkan, ia akan lebih mudah menerima adik barunya dengan rasa cinta. Bukan hanya itu, keterlibatan ini juga memperkuat ikatan antara kakak dan adik sejak awal. Hubungan hangat yang tercipta akan jadi modal penting dalam perjalanan mereka sebagai saudara.
7. Hargai perasaan anak

Tidak semua anak bisa langsung menerima kehadiran adik dengan gembira. Ada yang terlihat senang, tapi ada juga yang jadi rewel atau manja. Orangtua perlu memahami bahwa reaksi ini wajar. Alih-alih memarahi, lebih baik mendengarkan perasaan anak dan memberikan validasi bahwa apa yang ia rasakan adalah hal normal.
Pelukan, kata-kata yang menenangkan, dan perhatian ekstra akan membantu anak merasa dimengerti. Dengan begitu, ia tidak merasa sendirian menghadapi perubahan besar ini. Anak pun akan lebih siap beradaptasi dan akhirnya bisa menerima adik barunya dengan lapang dada.
Itulah tujuh tips mempersiapkan anak pertama menyambut adik. Fase ini memang butuh kesabaran, tapi dengan cara yang tepat, ia bisa merasa tetap disayang sekaligus bangga dengan perannya sebagai kakak. Kehadiran adik pun jadi momen bahagia untuk seluruh keluarga.