ilustrasi orangtua dan anak (pexels.com/Pavel Danilyuk)
Membahas privasi anak bukan berarti orangtua harus berhenti mengunggah seluruh foto keluarga. Ada momen yang memang ingin dibagikan, seperti perayaan ulang tahun, pencapaian anak, atau kebersamaan dengan keluarga besar. Media sosial juga bisa membantu kerabat yang tinggal berjauhan agar tetap merasa dekat.
Yang perlu diubah bukan selalu kebiasaan berbagi, melainkan cara orangtua mempertimbangkan dampak setiap unggahan. American Academy of Pediatrics menyarankan orangtua mempertimbangkan alasan mengunggah konten, kemungkinan anak merasa malu sekarang atau di masa depan, serta apakah informasi tersebut layak menjadi bagian dari jejak digital anak.
Selain memilah konten, orangtua dapat mengatur akun menjadi privat, membatasi pengikut, menonaktifkan penanda lokasi, dan menyepakati batasan dengan keluarga besar agar foto anak tidak diunggah ulang tanpa izin.
“Para peneliti juga menyarankan strategi praktis saat mengambil foto/video dan mengunggah konten. Ambil foto/video anak dari jarak jauh atau saat mereka sedang tidak menghadap ke kamera. Fokus pada bagian tubuh tertentu. Tutupi wajah mereka dengan emoji atau gunakan efek buram (blur) pada wajah. Hilangkan elemen yang dapat mengungkap identitas dari foto (misalnya, nama atau logo sekolah),” saran AAP.
"Langkah-langkah untuk membatasi paparan informasi ini dapat membantu melindungi privasi anak Anda, namun juga bisa memicu kritik atau pertanyaan dari anggota keluarga maupun kenalan lain yang tidak memahami keputusan Anda," dikutip dalam panduan AAP.
Jika selama ini orangtua sudah sering membagikan foto atau video anak, tidak perlu langsung merasa bersalah. Mulailah dengan meninjau unggahan lama, menghapus konten yang terlalu pribadi, dan mengevaluasi kebiasaan berbagi ke depannya.
Orangtua juga bisa menjelaskan kepada kerabat mengapa ada foto yang tidak ingin disebarluaskan. Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat membantu membangun lingkungan digital yang lebih menghargai anak.
Pada akhirnya, anak bukan bahan konten yang harus selalu hadir dalam setiap unggahan untuk membuat akun orangtua terlihat menarik. Mereka adalah individu yang sedang tumbuh, belajar mengenali diri sendiri, dan berhak memiliki ruang pribadi. Orangtua boleh merasa bangga, ingin berbagi kebahagiaan, atau mengabadikan setiap tahap tumbuh kembang anak. Namun, kasih sayang juga berarti tahu kapan sebuah momen cukup disimpan sebagai kenangan keluarga.