Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Anak Gifted Butuh Pola Asuh Khusus? Begini 4 Tips Mengajarinya

Anak Gifted Butuh Pola Asuh Khusus? Begini 4 Tips Mengajarinya
ilustrasi anak belajar sains (pexels.com/Mikhail Nilov)
  • Anak gifted membutuhkan pendekatan khusus, termasuk kesempatan mencoba aktivitas di luar keahliannya agar belajar menghadapi kegagalan, kesulitan, dan menghargai proses.
  • Orangtua perlu memfasilitasi bakat serta minat anak melalui bahan belajar, ruang kondusif, kegiatan edukatif, atau tantangan lebih mendalam seperti tutor, kursus, dan komunitas.
  • Dukungan harus menyeimbangkan perkembangan kognitif dan emosional; orangtua dapat membahas perasaan anak serta berkonsultasi dengan guru, konselor, psikolog, atau tutor.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Anak gifted merupakan istilah yang merujuk pada anak jenius yang mempunyai kemampuan yang melebihi rata-rata anak lainnya. Itulah kenapa, anak dengan kemampuan ini memerlukan pendekatan khusus agar potensinya bisa terasah dengan lebih optimal.

Mulai dari menciptakan lingkungan belajar yang menstimulasi kemampuannya hingga memberikan kebebasan dalam bereksplorasi, berikut ini beberapa tips mengajari anak gifted yang bisa kamu praktikkan. Yuk, simak penelasannya di bawah ini dilansir Oxford Royale Academy.

  1. 1. Mendorong anak melakukan hal-hal yang gak dikuasainya

    ilustrasi anak belajar bela diri
    ilustrasi anak belajar bela diri (pexels.com/cottonbro)

    Banyak orangtua sering kali mendorong anak gifted untuk melakukan hal-hal yang dikuasainya. Namun, penting juga memberi mereka kesempatan mencoba aktivitas yang belum tentu dikuasai, bahkan jika mereka berisiko gagal.

    Bagi anak gifted, pengalaman gagal dan merasa kesulitan justru penting untuk membangun ketahanan diri. Mereka perlu belajar bahwa gak harus selalu menjadi yang terbaik untuk bisa menikmati suatu kegiatan. Dengan begitu, ketika menghadapi tantangan yang tidak mudah di kemudian hari, mereka tidak cepat merasa kecewa atau menyerah.

    Jadi, biarkan anak mencoba berbagai hobi dan aktivitas tanpa terlalu menuntut hasil. Tujuannya bukan selalu menjadi juara, melainkan membantu mereka belajar bahwa proses, kesenangan, dan keberanian mencoba juga sama pentingnya dengan keberhasilan.

  2. 2. Memfasilitasi bakat dan kelebihannya

    ilustrasi membimbing anak belajar
    ilustrasi membimbing anak belajar (pexels.com/August de Richelieu)

    Selain mendorong anak untuk mencoba hal baru, orangtua juga tetap harus melatih dan mendukung bakat alaminya supaya bisa terasah lebih optimal. Anak gifted mungkin membutuhkan fasilitas yang lebih sesuai dengan kemampuan dan minatnya. Misalnya, berikan mereka kebebasan untuk membaca buku yang disukai, menyediakan ruang yang tenang untuk belajar, atau mengajak mereka mengunjungi museum dan mengikuti kegiatan edukatif yang sesuai dengan rasa ingin tahunya.

    Jika anak membutuhkan tantangan yang lebih tinggi, orangtua juga bisa mempertimbangkan les atau tutor dengan materi yang lebih mendalam daripada yang didapat di sekolah. Mengikuti kursus, komunitas, atau kegiatan khusus untuk anak berbakat juga bisa menjadi pilihan agar mereka dapat belajar sekaligus bertemu dengan teman sebaya yang memiliki minat dan kemampuan serupa.

  3. 3. Bangun keseimbangan kognitif dan emosionalnya

    ilustrasi anak bermain gitar
    ilustrasi anak bermain gitar (pexels.com/Yan Krukau)

    Anak gifted gak hanya membutuhkan stimulasi untuk mengembangkan kemampuan berpikirnya, tetapi juga dukungan emosional. Mereka terkadang merasa berbeda dari teman sebaya, kesepian, atau kecewa ketika hasil yang didapat tidak sesuai harapan.

    Orangtua dapat membantu dengan mengajak anak membicarakan perasaannya, mengajarkan empati, serta membimbing mereka mengekspresikan emosi dengan cara yang sehat. Dengan dukungan yang seimbang, anak dapat mengembangkan potensinya sekaligus tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan mampu bersosialisasi dengan baik.

  4. 4. Minta bantuan ahli

    ilustrasi terapi anak
    ilustrasi terapi anak (pexels.com/Gustavo Fring)

    Mendidik anak gifted gak selalu mudah. Meski memiliki kemampuan di atas rata-rata, mereka tetap bisa menghadapi tantangan dalam belajar, bersosialisasi, maupun mengelola emosi. Karena itu, orangtua tidak perlu ragu mencari bantuan dari pihak yang lebih berpengalaman.

    Orangtua bisa berdiskusi dengan guru, konselor, psikolog, atau tutor untuk memahami kebutuhan anak dan menentukan cara belajar yang tepat. Bergabung dengan komunitas orangtua anak gifted juga bisa membantu. Selain mendapat informasi, orangtua dapat bertukar pengalaman dan merasa gak sendirian dalam menghadapi berbagai tantangan pengasuhan.

    Untuk mendukung bakat alaminya, anak gifted membutuhkan dukungan yang seimbang, bukan tuntutan untuk selalu unggul. Dengan memahami kebutuhan dan emosinya, orangtua dapat membantu anak mengembangkan potensi sekaligus tumbuh bahagia dan percaya diri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More