ilustrasi velcro baby (pexels.com/Stiven Rivera)
Cara paling praktis dengan menggunakan baby carrier khusus newborn yang nyaman agar tangan tetap bebas bergerak. Dengan alat ini, bayi tetap merasa dekat sambil pengasuh bisa melakukan aktivitas lain. Selain itu, biasakan menaruh bayi secara bertahap ketika suasana hati sang bayi sedang baik, mulai dari durasi singkat lalu tambah perlahan setiap hari.
Orangtua juga bisa melibatkan anggota keluarga lain untuk menggendong secara bergantian. Tujuannya agar bayi terbiasa dengan lebih dari satu sosok. Penting pula menjaga kondisi tubuh sendiri dengan istirahat cukup ketika ada kesempatan. Tidak perlu memaksakan standar orang lain yang sering berkata ini itu. Setiap bayi punya kebutuhan berbeda dan tidak semuanya bisa disamakan.
Velcro baby bukan masalah serius, melainkan fase perkembangan yang cukup umum terjadi. Dengan memahami tandanya, orangtua bisa lebih tenang dan tidak merasa kewalahan. Jika saat ini bayi terus ingin menempel, mungkin itu hanya cara sang bayi mencari rasa aman. Bukankah kedekatan seperti itu juga menjadi bagian berharga dalam perjalanan tumbuh si kecil?
Referensi
"Navigating the Challenges and Joys of Raising a 'Velcro Baby'". Parents. Diakses Februari 2026.
"Velcro Baby: Clingy Behavior Facts". INT Hospital. Diakses Februari 2026.
"What Is a Velcro Baby? (And How to Thrive With One)". Happiest Baby. Diakses Februari 2026.
"What Is a Velcro Baby? And How to Cope With Clinginess". The Bump. Diakses Februari 2026.